Jumat, 05 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi ugm


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menulis pemakai internet di Indonesia sudah menjangkau 171 jiwa. Ada eskalasi pemakai sampai 10,2 persen atau 27 juta per tahun.
Dirjen Pos dan Penyelenggaraan Informatika Kemenkominfo, Ahmad Ramli menilai, jumlah besar tersebut harus dimanfaatkan anak muda. Utamanya, untuk peradaban teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi - "Harus dapat memanfaatkan pemakaian ICT secara baik, lagipula lima tahun ini konsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia," kata Ramli di Grha Sabha Pramana, Rabu (3/7).

Untuk itu, pelatihan-pelatihan yang dilangsungkan Kemenkominfo, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Sekolah Vokasi UGM memang guna membekali talenta digital dalam peningakan kapasitas SDM.

Tujuannya, supaya mereka berdaya saing dan memenuhi keperluan industri 4.0. Ramli merasa, 4.0 adalah revolusi industri sangat spektakuler yang alami evolusi cepat 10 tahun terakhir.


Di antaranya dengan adanya teknologi digitial cyber dan robotik. Melihat pertumbuhan itu, pemerintah telah mengharuskan registrasi ulang nomor prabayar guna melindungi pekerjaan transaksi digital.

"Kita tidak hendak pemilik kartu tersebut tidak dikenal, dari transfer, bayar kuliner, kesehatan sampai penggalangan dana online dapat teridentifikasi pemiliknya," ujar Hilman.

Untuk menyokong pengembangan revolusi industri 4.0 di Tanah Air, pemerintah sudah membina layanan komunikasi merangkum 96,71 persen dari semua wilayah di Indonesia.

Dari jumlah itu, guna layanan 3G sudah menjangkau sekitar 93,39 persen dan 4G 92,70 persen. Sedangkan, guna pinggiran yang belum terjangkau, digandeng perusahaan telekomunikasi.

"Masih ada wilayah yang sinyal internet masih tidak cukup baik untuk tersebut operator telekomunikasi meluangkan universal service komunikasi guna di wilayah pinggiran," kata Hilman.

Namun, Hilman menyatakan Kemenkominfo bakal terus membina layanan internet supaya bisa merangkum seluruh distrik di Indonesia.Jumlah pemakai internet terus didorong terus tumbuh dan berkembang.


Saat ini, pemerintah bertugas menyiapkan SDM handal dalam bidang digital dan menyiapkan aturan. Termasuk, memantau dan mengayomi lewat aturan cyber security dan big data.

"Semuanya mesti terlindungi, karena seperti Uni Eropa, menakut-nakuti tidak bakal bertransaksi andai negara tidak ikut melindungi," ujar Hilman.

Hilman menuliskan, dari 64,8 persen atau 171 warga yang jadi pemakai internet diketahui konten mempunyai sifat hiburan laksana video dan film masuk konten yang tidak sedikit paling tidak sedikit dikunjungi.

Jumlahnya menjangkau 45,3 persen. Selanjutnya, dibuntuti konten game sebesar 17,1 persen. Adapun produk barang-barang yang paling tidak sedikit dibeli adalahsandal selama 14 persen, kitab dan asesoris.

"Media yang paling tidak sedikit digunakan guna iklan terdapat Facebook 50,7 persen, Instagram 17,8 persen dan YouTube 15,51 persen," kata Hilman.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto berpendapat, industri 4.0 dan globalisasi sudah melanda semua dunia. Karenanya, urgen mendorong lahirnya talenta muda yang tangguh dan kreatif.

Tujuannya, tidak beda demi menyongsong evolusi dan pertumbuhan industri tersebut sendiri. Wikan melihat, sekitar ini pemakai internet di Tanah Air lebih tidak sedikit sebagai sekedar pemakai.

"Namun, tidak tidak sedikit yang menjadi kreator dan inovator. Kita hendak ke depan lebih tidak sedikit lahir kreator dan produsen baru di industri ini," ujar Wikan.

0 komentar:

Posting Komentar