Jumat, 05 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi telkom


Telkom University terus berupaya mengerjakan akselerasi kurikulum Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) supaya bisa dicocokkan dengan keperluan industri. Sebab, ketika ini keperluan teknologi di industri yang dibutuhkan selalu tinggi. Sementara di satu sisi perguruan tinggi tidak dapat mengikuti pertumbuhan tersebut.

Telkom University

Teknologi Informasi - Rektor Telkom University, Adiwijaya, mengungkapkan salah satu penambahan kualitas yang dilakukan ialah dengan mengerjakan akselerasi terhadap kurikulum yang ada. Menurutnya, kurikulum di Telkom University mesti dapat merujuk kepada keperluan industri teknologi yang berkembang ketika ini.

“Mahasiswa tidak dibuat (untuk) bekerja di mana namun berupaya menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya untuk wartawan disela-sela acara "Bandung ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018, Inspiring The Digital Indonesia 2025”, Rabu (26/9).

Ia menuturkan, ketika ini alumni perguruan tinggi tidak sedikit yang berorientasi untuk mencari pekerjaan. Pihaknya ke depan hendak mengubah teknik pandang alumni perguruan tinggi supaya membuka lapangan kegiatan atau enterpreuneurship di bidang teknologi, informasi dan teknologi.


Adiwijaya menambahkan, semua mahasiswa Telkom University terus diserahkan kemampuan materi-materi mengenai teknologi, informasi dan komunikasi. Dia menuliskan meski jurusan tidak sehubungan langsung dengan teknologi informasi, akan namun mahasiswa itu harus dapat memahami koding dan database.

Pihaknya menyatakan terus menyiapkan sumber daya insan yang berkualitas.

“Salah satu yang disiapkan ialah kurikulum. Jika seringkali kurikulum berganti lima tahun sekali maka bila lihat pertumbuhan teknologi, evolusi kurikulum tidak dapat dilakukan lima tahun sekali. Akan tetapi dapat dilakukan per tahun,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini mahasiswa Telkom University telah membuat sebanyak 16 startup atau perusahaan rintisan teknologi. Ia juga mengungkapkan, pihaknya sedang melangsungkan acara Bandung ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018 “Inspiring The Digital Indonesia 2025” semenjak Rabu (26/9) sampai Sabtu (29/9) mendatang.

Forum itu menjadi ajang pertemuan semua pelaku startup dengan perusahaan teknologi dan akademisi membicarakan tentang industri digital di Indonesia. "Harusnya penelitian yang didapatkan (perguruan tinggi) berorientasi untuk industri," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar