Jumat, 05 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam bisnis


Raksasa teknologi Cina Huawei Technologies Co baru-baru ini menegakkan unit bisnis pengembangan mobil pintar. Pendirian unit bisnis ini dianggap sebagai unsur dari destinasi yang lebih banyak untuk menggerakkan masa mendatang yang terhubung dan cerdas.

"Pasar otomotif sedang merasakan transformasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mendalam," kata Huawei dalam suatu dokumen internal laksana dikutip dari China Daily,

Mobil Porsche Panamera dikemudikan oleh smartphone Huawei Mate 10 Pro di luar stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, selama Mobile World Congress pada tahun 2018. [China Daily]

Teknologi Informasi -"Huawei tidak akan menciptakan mobil. Berfokus pada pengembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), Huawei bakal memungkinkan produsen mobil untuk membina kendaraan pintar yang lebih baik. Setelah mengoleksi 30 tahun empiris dalam menawarkan teknologi TIK, Huawei bakal menjadi pemasok komponen TIK guna mobil pintar."
Unit bisnis yang baru disusun akan menawarkan penyelesaian kendaraan pintar end-to-end tergolong komponen TIK dan penyelesaian untuk produsen mobil, menurut keterangan dari dokumen itu. "Sebagai penyedia terkemuka produk dan penyelesaian TIK, Huawei butuh mempersiapkan perluasan ke sekian banyak  industri, tergolong sektor kendaraan pintar," kata Raymond Wang, partner konsultan global Roland Berger.

"Pembuat mobil mempercepat desakan untuk menciptakan terobosan besar ke dalam mobil yang terkoneksi dan cerdas. Dengan kelebihan di bidang-bidang laksana teknologi 5G, platform komputasi di dalam kendaraan dan layanan cloud, Huawei bakal menjadi enabler yang menolong pembuat mobil guna menawarkan produk pintar generasi berikutnya."

Langkah baru tersebut muncul saat Huawei masuk ke dalam perusahaan susunan hitam oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). AS mendakwa Huawei berisiko terhadap ketenteraman nasionalnya. Huawei berulang kali menyangkal tuduhan itu, mengklaim tuduhan tersebut tidak didukung oleh bukti faktual.

Terhadap latar belakang ini, Huawei berencana untuk memasarkan saham mayoritasnya di unit kabel bawah laut. Perusahaan akan memasarkan 51 persen dari Huawei Marine Networks, penyedia jaringan bawah laut global dan perusahaan patungan antara Huawei dan perusahaan kabel bawah laut Global Systems yang berbasis di Inggris.


James Yan, direktur penelitian di Counterpoint Technology Market Research, menuliskan mempertimbangkan kendala politik, Huawei barangkali perlu menyusutkan sejumlah bisnis dan memusatkan investasinya pada produk dan penawaran layanan utama, laksana sistem operasi, produk rantai pasokan, 5G dan kendaraan pintar.

Berdasarkan keterangan dari Yan, larangan tersebut dapat menghambat pengembangan jangka pendek Huawei, khususnya bisnisnya di luar negeri. Dalam jangka panjang, Huawei barangkali akan merasakan titik rendah dalam masa-masa dekat.

Dengan konsentrasi utama dalam mengembangkan sistem operasinya, Huawei bakal mendapatkan momentum powerful di pasar dalam negeri. "Itu pun akan mempersiapkan perluasan di pasar negara berkembang secara global, "kata Yan.



"Kendaraan pintar bakal menjadi portal utama yang menghadirkan empiris cerdas untuk konsumen, dalam upaya guna memanfaatkan lebih baik internet konsumen sektor barang. Karena China bakal segera menerbitkan lisensi guna komersialisasi 5G, unit bisnis yang baru disusun akan menolong Huawei guna mengintegrasikan sumber dayanya dan menjadi pemasok utama elektronik mobil pintar, "tambah Yan.

Huawei Business Group pada bulan Maret 2019 memberitahukan strategi ekosistem seluruh skenario guna menghadirkan empiris cerdas untuk konsumen, dengan ponsel sebagai perlengkapan utama, sedangkan portal sokongan lainnya merangkum penawaran laksana kendaraan yang terhubung, speaker AI, tablet, PC, dan perlengkapan yang bisa dikenakan.

0 komentar:

Posting Komentar