Jumat, 05 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi komputer


Lake City, Florida menunaikan tebusan sebesar USD460 ribu pada hacker yang menyerang sistem komputer kota dengan ransomware pada bulan lalu. Ini terjadi tidak lama sesudah pemerintah Riviera Beach, Florida pun membayar tebusan sebesar USD600 ribu.

Ilustrasi.

Teknologi Informasi - Ini mendorong pemerintah kota Lake City guna memecat Director of Information Technology mereka, Brian Hawkins, lapor ZDNet.

Serangan itu menyerang server, jaringan email, dan jaringan ponsel. City Manager Lake City, Joe Helfenberg memperkirakan bahwa sitem kota bakal pulih dalam masa-masa dua minggu.

Sistem kota dapat terinfeksi sebab ada seorang pegawai yang mendownload dokumen yang terinfeksi ransomware dari email. Ini mendorong terjadinya kejadian berturut-turut yang melibatkan tiga varian malware yang seringkali memang dipakai dalam serangan siber.

Dokumen kesatu yang terinfeksi berisi trojan Emotet, yang memasang dirinya ke sistem lalu mendownload trojan lain mempunyai nama TrickBot dan ransomware Ryuk.


Ryuk lantas menyebar ke semua sistem kota, mengunci file yang ada. Hacker kemudian meminta tebusan pada pemerintah kota. Hanya sistem polisi dan pemadam kebakaran yang tidak terpapar serangan sebab ada pada server yang berbeda.

Setelah berdiskusi sejumlah hari dengan FBI dan konsultan ketenteraman untuk menuntaskan masalah ini, pihak pemerintah kota menyimpulkan bahwa menunaikan hacker bakal lebih murah dan efektif.

Perusahaan ketenteraman Emsisoft memperkirakan, tingkat kesuksesan para berpengalaman untuk membuka enkripsi ransomware Ryuk hanyalah selama tiga hingga lima persen. Asuransi menunaikan USD450 ribu dari total pembayaran tebusan.

Keputusan untuk menunaikan hacker ialah keputusan kontroversial, sebab ini bakal mendorong hacker guna kembali mengerjakan serangan siber. Terkadang, saat korban menyimpulkan untuk menunaikan tebusan, hacker malah meminta tebusan yang lebih besar, laksana yang terjadi dalam permasalahan rumah sakit di Kansas, AS pada 2016.


"Pertama, duit tebusan dipakai untuk mengerjakan serangan siber," kata FBI Cyber Crimes Supervisory Special Agent, Joel DeCapua pada perusahaan ketenteraman Symantech tahun lalu.

"Anda menunaikan kriminal siber guna menargetkan pihak lain. Kedua, organisasi berpikir, masalah mereka berlalu setelah menunaikan tebusan."

"Tapi, tidak jarang kali, terdapat malware yang ditinggalkan pada sistem kita yang kita bahkan tidak ketahui. Anda dapat membayar hacker, namun tetap terdapat malware pada sistem Anda, menculik informasi atau pulang menginfeksi sistem."

0 komentar:

Posting Komentar