Jumat, 05 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi implementasi


Kemampuan manajemen risiko menjadi di antara kunci strategis guna mewujudkan perkembangan yang sehat dan berkesinambungan.

TEKNOLOGI INFORMASI


teknologi informasi - Bisnis perbankan penuh dengan risiko laksana kredit, pasar, operasional, dan likuiditas. Tak ayal, keterampilan manajemen risiko menjadi di antara kunci strategis guna mewujudkan perkembangan yang sehat dan berkesinambungan.

Hal tersebut pula yang menjadi perhatian utama PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang secara konsisten mengembangkan infrastruktur manajemen risiko kredit berbasis teknologi informasi dalam enam tahun terakhir.

Upaya tersebut ternyata mendapat pernyataan dari lembaga bereputasi internasional.

CIMB Niaga dianugerahi penghargaan The Credit Risk Technology Implementation of The Year guna tahun 2019 dalam ajang The Asian Banker Risk Management Awards yang mencakup area Asia Pasifik.

Penganugerahan tersebut dilangsungkan oleh The Asian Banker di Bangkok, Thailand pada akhir Mei lalu


Bagi Vera Handajani, Direktur Risk Management CIMB Niaga, prestasi itu terbilang membanggakan sebab CIMB Niaga menjadi satu-satunya bank dari Indonesia yang meraih predikat tersebut.

“Ini sebuah pencapaian yang membanggakan, lagipula karena award-nya untuk kelompok Asia Pasifik, jadi kami dikompetisikan dengan bank-bank dari negara lain. Tahun-tahun sebelumnya bank yang menemukan award ini berasal dari sekian banyak  negara di Asia Pasifik,” ujarnya.

Vera menuliskan dalam perbankan komersial, risiko kredit ialah sesuatu yang urgen untuk dikelola guna mengawal risiko bank dari potensi nasabah tidak berhasil  bayar.

Hal ini tak gampang dan membutuhkan seni tersendiri alias the art of managing credit. Untuk CIMB Niaga, strategi yang dilaksanakan yakni lewat pemanfaatan teknologi guna mengelola data secara cepat dan akurat, serta didukung oleh sumber daya insan yang handal dan berintegritas.

Ketika Vera kesatu kali bergabung dengan CIMB Niaga, dia menyaksikan bahwa penambahan infrastruktur dalam urusan pengelolaan risiko kredit adalahkatalis vital untuk bank supaya dapat beroperasi secara berkesinambungan dengan skala yang luas di Indonesia.


Dengan sokongan yang powerful dari semua jajaran manajemen CIMB Niaga dan support dari CIMB Group, Vera dan kesebelasan Risk Management melakukan sekian banyak  pengembangan infrastruktur di Risk Management khususnya dalam urusan credit risk dalam periode 2015 – 2018.

“Beberapa sistem telah berlalu di tahun 2018 dan sekarang dalam etape penerapan secara bank-wide. Sebelum sistemnya selesai, kami telah mulai sosialisasikan. Karena laksana analogi jalan tol, saat infrastruktur telah selesai, kegiatan rumah yang lebih panjang yakni berhubungan disiplin pemakai jalan tol,” katanya.

Walaupun masih baru diterapkan, kontribusi positifnya telah mulai tampak.

Misalnya, berhubungan pemilahan portofolio dan fokus kredit dengan pendekatan dan pertimbangan risiko yang jauh lebih modern dan terukur.

Di samping itu, sistem manajemen risiko kredit pun dapat menolong pengambilan strategi yang tepat untuk menaikkan kinerja lini bisnis beda di bank.

Inisiatif ini pun memungkinkan CIMB Niaga semakin menambah customer experience, sebab nasabah pun dapat menikmati manfaatnya.


Fundamental infrastruktur manajemen risiko kredit pun menjadi dasar dalam konsentrasi transformasi CIMB Niaga yang berbasis digital, teknologi dan data analytic.

Ke depannya, Vera optimistis perkembangan kredit dan laba bisa dikelola dengan lebih sustainable.

“Mudah-mudahan pencapaian ini menjadi urusan positif untuk nasabah bahwa kami akan tidak jarang kali menjaga keyakinan nasabah CIMB Niaga,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar