Kamis, 25 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi bk




Teknologi Informasi - Bimbingan konseling adalahupaya guru untuk menolong siswa dalam menghadapi persoalan yang terjadi pada siswa. Bimbingan konseling disekolah sangat diperlukan untuk menolong permasalahan-permasalah di sekolah dan lingkungannya. Bimbingan konseling memiliki faedah untuk mengerahkan dan menuntun siswa pada edukasi yang baik, bertanggung jawab, dan mau mengambil sikap.

Layanan tuntunan dan konseling diinginkan dapat menolong peserta didik dalam mengetahui diri, menerima diri dengan segala kekuatan dan kelemahannya, memperkenalkan lingkungan dan memungut keputusan, serta memberi arahan terhadap pertumbuhan peserta didik, tidak melulu untuk peserta didik yang merasakan masalah saja namun berlaku untuk semua peserta didik. Layanan tuntunan dan konseling adalahsalah satu segi edukasi yang memiliki peranan urgen dalam upaya menjangkau tujuan pendidikan.

Bimbingan paling penting dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan. Bimbingan adalahsuatu proses pemberian pertolongan yan terus menerus dan sisitematis dari pembimbing untuk yang dibimbing supaya tercapai pengembangan diri siswa, yang mencakup kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam menjangkau tingkat pertumbuhan yang optimal dan penyesuaian diri yang optimal.


Bimbingan dan konseling ialah pelayanan pertolongan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok supaya mandiri dan dapat berkembang secara optimal, melewati bidang tuntunan pribadi, sosial belajar, maupun karier dengan sekian banyak  jenis layanan dan pekerjaan pendukung menurut norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).

Peran guru BK dalam program-program tuntunan tidak butuh dipertanyakan kerana peranan terbesar terdapat padanya, ketika berada dalam lingkunga sekolah. Tetapi guru BK bukanlah satu-satunya orang yang mempunyai peranan dalam memberikan tuntunan dan konseling. Diperlukan kerjasama semua pihak dalam menciptakan tuntunan yang bisa merubah sikap dan perilaku murid kea rah yang lebih baik.

PEMBAHASAN

1. Peran Guru Bimbingan Konseling (BK)

Guru tuntunan dan konseling adalahseorang pendidik yang mempunyai tugas menolong siswa dalam menanggulangi masalah yang sedang dirasakan siswa dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Guru tuntunan dan konseling bertanggung jawab untuk menolong siswa menyadari kekuatan-kekuatan mereka sendiri, apa yang menghalangi dari persoalan yang mereka hadapi laksana apa yang mereka harapkan.

Bimbingan dan konseling adalahdua istilah yang tidak jarang dirangkai laksana kata majemuk. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kegiatan tuntunan kadang-kadang dilanjutkan dengan pekerjaan konseling. Beberapa berpengalaman menyatakan bahwa konseling adalahinti atau jantung hati dari pekerjaan bimbingan. Banyak rumusan-rumusan yang berkaitan dengan mengenai pengertian tuntunan dan konseling yang dapat ditemukan dalam sekian banyak  literature. Akan lebih baik bila definisi dari setiap kata dipaparkan sebagai berikut.

a. Pengertian Bimbingan

Istlah tuntunan dan konseling sebagaimana dipakai literature professional di Indonesia, adalahterjemahan dari kata Guidance and Counseling dalam bahasa Inggris. Dalam kamus bahasa inggris guidance dikait dengan kata asal guide yang ditafsirkan menunjukkan jalan (sowing a way), memimpin (leading), membimbing (conducting), memberi tuntunan (giving instruction), menata (regulation), menunjukkan (governing), dan menyerahkan nasihat (giving advice).

Adapun dalam bahasa ini istilah guidancedigunakan guna paengertian bimbingan. Pengertian tuntunan menurut keterangan dari istilah bakal dijelaskan inilah ini menurut keterangan dari beberapa berpengalaman diantaranya ialah sebagai inilah :

➢Berdasarkan keterangan dari Donsmoor dan Miller

“Bimingan membantu pribadi untuk mengetahui dan memakai secara luas kesempatan-kesempatan pendidik, jabatan, dan individu yang mereka miliki atau bisa mereka kembangkan dan sebagai satu format yang sistematik melewati peserta didik ditolong untuk mendapat  penyesuaian yang baik terhadap sekolah dan terhadap kehidupan.

➢Berdasarkan keterangan dari Rachman Natawidjaja

“Bimbingan ialah proses pemberian pertolongan kepada pribadi yang diserahkan secara berkesinambungan supaya pribadi tersebut dapat mengetahui dirinya, sampai-sampai dia sanggup menunjukkan diri dan beraksi wajar, cocok dengan tuntutan dan suasana keluarga dan masyarakat dengan begitu ia dapat menyerahkan sumbangan-sumbangan yang berarti.

➢Berdasarkan keterangan dari Artur J. Jones

“Bimbingan sebagai pertolonganyang diserahkan oleh seseorang untuk orang beda dalam hal pertolongan pilihan-pilihan penyesuaian diri dan solusi problem-problem. Tujuan tuntunan ialah menolong orang itu untuk tumbuh dalam urusan kaemandirian dan keterampilan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Berdasarkan deskripsi yang diajukan oleh sejumlah ahli, maka dapat diputuskan bahwa bimbingan ialah proses pemberian pertolongan yang diserahkan oleh seseorang yang mempunyai kemahiran (konselor/guru bimbingan) untuk seseorang atau sekelompok orang dalam menciptakan pilihan-pilihan secara bijaksanadan dalam menyelenggarakan penyesuaian diri terhadap tuntutan hidup kemanfaatan sosial.

b. Pengertian Konseling

Secara etimologi istilah konseling berasal dari bahasa latin, yakni conseliumyang dengan kata lain dengan atau bareng yang dirangkai dengan menerima atau memahami. Adapun dalam bahasa Anglo saxon, istilah konseling dari sellanyang berarti memberikan atau menyampaikan.

Secara terminology para berpengalaman berbeda pendapat dalam mendefinisikan makna konseling, diantaranya :

➢Berdasarkan keterangan dari Willianson

“Konseling ditafsirkan sebagai sebuah proses personalisasi dan individualisasi guna membentu seseorang dalam mempelajari mata latihan di sekolah, ciri-ciri perilaku sebagai penduduk Negara dan nilai-nilai individu dan sosial serta sikap, dan keyakinan yang dapat menolong dirinya selaku makhluk yang bisa menyesuaikan diri secara normal.

➢Berdasarkan keterangan dari Sri Mulyani Martaniah

“Konseling ialah suatu proses yang menghasilkan suatu evolusi dalam kurun masa-masa tertentu, dalam usaha menjangkau suatu tujuan.

➢Berdasarkan keterangan dari Prayitno

“Konseling yakni proses pemberian pertolongan yang dilaksanakan melalui wawancara konseling oleh seorang berpengalaman (disebut konselor) kepada pribadi yang sedang merasakan sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.

Dari sejumlah para berpengalaman yang sudah dipaparkan dapat diputuskan bahwa proses konseling ialah wawancara tatap muka aau sebuah hubungan kebersangkutanan antara seorang (konselor) orang yang berpengalaman (yang memberi bantuan). Dalam urusan ini dua-duanya saling berinteraksi berkomunikasi secara professional berkaitan dengan masalah individu klien.

Dengan pertolongan tersebuat pribadi atau sekelompok orang pada kesudahannya dapat menanggulangi sendiri masalah yang dihadapinya, baik kini maupun yang bakal datang, sehingga pribadi atau sekelompok masyarakat bisa menjadi lebih dapat dan berkembang dalam hal menanggulangi masalah dan keresahan-keresahan yang dihadapinya, sampai-sampai orang yang memberikan pertolongan (konselor sekolah/guru pembimbing) eranggapan bahwa individu/sekelompok masyarakat dapat menemukan dirinya sendiri.

c. Peran Guru Bimbingan Konseling (BK)

Berdasarkan keterangan dari bahasa peranan ialah sesuatu yang menjadi unsur atau memegang pimpinan khususnya dalam terjadinya sesuatu urusan atau peristiwa. Peranan ialah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”, peran memiliki makna seperangkat tingkat yang diinginkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dimasyarakat. Sedangkan peranan ialah bagian dari tugas utama yang mesti dilaksanakan.

Sedangkan guru pemandu atau konselor di sekolah mesti memiliki sifat jati diri yang baik atau berakhlak mulia guna menunjang keberhasilan dalam melakukan sekian banyak  tugas dan kegiatan yang berhubungan dengan tuntunan dan konseling di sekolah atau madrasah.

Sardiman (2001:142) mengaku bahwa terdapat Sembilan peran guru dalam kegiatan tuntunan konseling ialah sebagai berikut:

• Informator

Guru diinginkan sebagai pelaksana teknik mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi pekerjaan akademik maupun umum.

• Organisator

Guru BK mendesain kegiatan-kegiatan guna siswa, supaya siswa bisa menyesuaikan diri dengan teknik mendekatkan diri murid dengan guru BK , rekan sebaya, sosial sekolah, lingkungan jasmani dan mata pelajaran.

• Motivator

Guru mesti dapat merangsang dan memberikan desakan serta semangat untuk menumbuhkan kegiatan dan kreativitas siswa. Peranan guru BK dalam menyerahkan motivasi guna mendinamiskan potensi yang dipunyai siswa dan murid dapat berkembang cocok dengan asa dan cita-cita.

• Director

Guru BK menunjukkan siswa berhubungan manajemen diri, kebiasaan, tugas-tugas, dan perilaku yang diinginkan dan cocok dengan destinasi yang di cita-citakan. Pemberian arahan oleh guru BK dilaksanakan pada ketika konseling individu, konseling kelompok, dan tuntunan kelompok.

• Inisiator

Guru memiliki ide-ide kreatif, gagasan yang diaplikasikan oleh guru BK dalam proses belajar mengajar.

• Transmitter

Guru beraksi sebagai penyabar, dengan menyerahkan perhatian untuk siswa dalam proses bimbingan. Sehingga murid dapat menikmati kedekatan dengan guru BK.

• Fasilitator

Guru memberikan fasilitas kepada murid untuk berkonsultasi, memberikan kemudahan suasana yang mengasyikkan pada saat pekerjaan bimbingan dilangsungkan secara efektif.

• Mediator

Guru sebagai penengah diantara murid yang berselisih dan guru BK menjadi penyedia media dalam pekerjaan bimbingan.

• Evaluator

Guru memiliki otoritas untuk menyerahkan penilaian untuk sisiwa terhadap perkembangan jati diri prilaku siswa, baik saat proses pembelajaran dan sehari-hari siswa saat berada di lingkungan sekolah. menentuan bagaimana anak didiknya sukses atau tidak.

Peranan guru dalam tuntunan dan konseling. pertumbuhan ilmu dan teknologi mengakibatkan peranan guru menjadi bertambah dari sebagai pengajar menjadi sebagai pemandu yaitu :

• Guru sebagai perancang pengajaran

Guru dituntut guna merancang pekerjaan belajar secara efektif dan efisien.

• Guru sebagai pengelola pengajaran

Guru dituntut memiliki keterampilan untuk mengelola semua proses pekerjaan belajar melatih dengan menciptakan situasi belajar sedemikian rupa, sampai-sampai setiap murid bisa belajar dengan efektif dan efisien.

• Guru sebagai pembimbing

Guru dituntut untuk mengerjakan pendekatan, tidak hanya melalui pendekatan instruksional tetapi dibarengi pendekatan yang mempunyai sifat pribadi dalam masing-masing proses belajar melatih berlangsung.

Adapun peranan guru pemandu atau konselor disekolah ialah sebagai inilah :

a) Peran guru pemandu dalam tuntunan dengan langkah-langkah inilah :

o Membuat daftar mengenai peserta didik guna dipelajari.

o Guru pemandu harus mendapat keyakinan dari pribadi yang bersangkutan.

o Guru pemandu harus menyatakan masalah-masalah yang dihadapinya terutama kendala di sekolah.

o Guru pemandu harus memimpin dan menyerahkan saran-saran solusi masalah yang positif.

o Guru pemandu memberikan tuntunan yang dibutuhkan sehingga pribadi dapat melaksanakan sekian banyak  kegiatan atau usaha yang cocok dengan keterampilan dan masalah yang dihadapinya.

b) Peran guru pemandu dalam pemantauan organisasi tuntunan dan konseling inilah ini :

o Harus memiliki keterampilan untuk mengetahui dan memahami sifat-sifat seseorang

o Seorang guru pemandu harus tidak sedikit punya empiris yang berliku-liku

o Seorang guru pemandu harus mempunyai jati diri yang sebanding dan kuat

o Seorang guru pemandu harus simpati dan mempunyai sifat objektif, mesti tajam perasaannya dan memancarkan cahaya yang dapat menciptakan seseorang selalu budiman dalam melayani orang lain.

2. Sekolah Dasar

a. Pengertian Sekolah Dasar

Sekolah dasar ialah bentuk satuan edukasi yang mengadakan program enam tahun. Bentuk satuan edukasi dasar yang mengadakan pendidikan program enam tahun. Sekolah dasar ialah tahapan pendidikan mula yang seringkali dimulai oleh anak yang berumur 6 atau 7 tahun. Sekolah dasar ditempuh dalam masa enam tahun, yakni mulai dari ruang belajar 1 sampai ruang belajar 6. Pada akhir ruang belajar 6, siswa sekolah dasar diharuskan melanjutkan edukasi ke jenjang sekolah menengah.

➢Tujuan edukasi di sekolah dasar inilah ini :

o Memiliki sifat-sifat dasar sebagai penduduk Negara yang baik

o Sehat fisik dan rohani

o Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang didapatkan untuk melanjutkan pelajaran, bekerja di masyarakat, dan mengembangkan diri cocok dengan asas edukasi seumur hidup.

Jadi jelas bahwa anak-anak yang belajar di sekolah dasar dipersiapkan tidak melulu untuk menjadi penduduk Negara yang baik, sehat fisik dan rohaninya saja, tetapi pun mengembangkan diri dalam kehidupan masyarakat, untuk menjangkau tujuan tersebut. Sekolah dasar memegang peranan penting, sebab edukasi untuk tingkat sekolah dasar adalahbekal dan fondasi yang kuat, oleh karenanya mesti benar-benar sekian banyak  landasan demi kelancaran edukasi ditingkat selanjutnya.

b. Kinerja Mengajar di Sekolah Dasar

Dalam kaitannya dengan kinerja mengajar, Wina Sanjaya (2006:50) menyampaikan bahwa guru ialah komponen yang paling menilai dalam implementasi sebuah strategi pembelajaran. Keberhasilan implementasi sebuah strategi pembelajaran bakal tergantung pada kepiawaian guru dalam memakai metode, teknik, dan taktik pembelajaran. Pendapat lain pun menyatakan pentingnya komponen guru dalam pendidikan, laksana yang diajukan oleh E. Mulyasa (2007: 19), bahwa peran dan faedah guru sangat dominan terhadap pelaksanaan edukasi di sekolah. Peran dan faedah tersebut inilah ini :

1. Sebagai edukasi dan pengajar: masing-masing guru secara otomatis ialah sebagai pendidik dan pengajar yang mesti mempunyai kestabilan emosi, cita-cita, dan kemauan untuk memajukan muridnya, bersikap realitas, jujur dan terbuka, serta peka terhadap perkembangan, khususnya inovasi pendidikan. Untuk menjangkau semua, guru mesti mempunyai pengetahuan yang luas, menguasai sekian banyak  jenis teori dan praktik pendidikan, serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran.

2. Sebagai anggota masyarakat: bahwa masing-masing guru mesti pandai bergaul dengan masyarakat. Bagi itu, mesti menguasai psiologi sosial, mempunyai pengetahuan mengenai hubungan antarmanusia, memiliki kemampuan mambina kelompok, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan menuntaskan tugas bareng dalam kelompok.

3. Sebagai pemimpin: masing-masing guru ialah pemimpin, yang mesti mempunyai kepribadian, menguasai ilmu kepemimpinan, prinsip hubungan antarmanusia, kiat berkomunikasi, serta menguasai sekian banyak  aspek pekerjaan organisasi sekolah.

4. Sebagai administrator: masing-masing guru bakal dihadapkan pada sekian banyak  tugas administrasi yang mesti digarap di sekolah, sampai-sampai harus mempunyai pribadi yang jujur, teliti, rajin, serta mengetahui strategi dan manajemen pendidikan.

5. Sebagai pengelola pembelajaran: bahwa masing-masing guru mesti dapat dan menguasai sekian banyak  metode pembelajaran dan mengetahui situasi belajar melatih di dalam maupun diluar kelas.

Demikian sejumlah tugas dan faedah guru pada umumnya, secara khusus faedah guru sebagaimana yang dirumuskan oleh Departemen Pendidikan Nasional yaitu bermanfaat sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, developer program, pengelola program, dan sebagai tenaga professional.

0 komentar:

Posting Komentar