Selasa, 23 Juli 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Belajar Apa


Instruktur adalah titik sentral dari pengamalan pelatihan. Bagi itu, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong BLK dan instruktur BLK supaya lebih tak asing mengoperasikan teknologi dan infromasi. Tujuannya, BLK dan instruktur BLK bisa mengembangkan cara pelatihan yang lebih berbobot | berbobot | berkualitas dan aksesibel.

"Ini menjadi kendala kita bersama. Bagaimana orang dapat belajar dari mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu," kata Staf Ahli Menaker Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Suhartono, ketika membuka Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VII Tahun 2019 tingkat Regional Jawa Barat di Bandung, 

Tono menyebut, masyarakat Indonesia ketika ini, terutama generasi milenial semakin melek teknologi. Seperti hasil polling Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada April 2019, yang melafalkan bahwa 171,17 juta jiwa atau selama 64% warga Indonesia telah terhubung ke internet.



Teknologi Informasi - Dengan banyaknya pemakai internet, ia bercita-cita BLK dan instruktur BLK dapat membuat inovasi cara pelatihan. Agar, upaya percepatan penambahan kompetensi SDM Indonesia bisa tercapai.

"Belajar dan berlatih secara konsisten terhadap evolusi yang terjadi ketika ini ialah suatu urusan yang mutlak mesti dilaksanakan," kata Tono.

Secara khusus, Tono menilai instruktur adalahujung tombak dalam menambah kualitas pelatihan. Oleh sebab itu, pembinaan terhadap Instruktur perlu dinaikkan guna mewujudkan instruktur yang kompeten, profesional, dan dapat menghasilkan tenaga kerja siap kerja.


Adapun, di antara metode yang efektif untuk menambah kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan kreativitas instruktur BLK ialah kompetisi antar instruktur.

"Kompetisi pun akan memotivasi instruktur dalam menambah kompetensinya, baik secara pribadi maupun kedinasan, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja secara nasional," ujarnya.



Sementara itu, Plt. Kepala BBPLK Bandung, Tuti Haryanti, menjelaskan, KKIN VII Tahun 2019 tingkat Regional Jawa Barat dibuntuti 86 instruktur BLK UPTP Kemnaker, UPTD, LPK swasta, dan training centre industri se-Jawa Barat. Kompetisi dilangsungkan dari tanggal 21-25 Juli 2019.

Bidang yang dikompetisikan mencakup 9 bidang kompetisi. Yaitu Pengelasan (Welding), Otomotif Kendaraan Ringan (Automobile Technology), Instalasi Listrik (Electrical Installation), Tata Busana (Fashion Technology), Pendingin dan Tata Udara (Refrigeration and AC), Elektronika (Electronics), Desain Grafis (Graphic Design Technology), Perancangan Rekayasa Mekanik CAD (Mechanical Engineering
Design CAD), dan Solusi Perangkat Lunak Teknologi informasi guna Bisnis (IT Software Solution for Business).

Ia menyebut, persaingan ini bertujuan guna memberikan peluang dan motivasi untuk instruktur untuk bersaing secara positif dan konstruktif, serta mengukur kompetensi instruktur cocok bidangnya.

"Serta menambah kebersamaan antar instruktur, terutama di distrik Jawa Barat," pungkasnya.


0 komentar:

Posting Komentar