Senin, 22 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi adalah brainly

Teknologi Informasi | Mahasiswa Harus Bersiap 
Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu mesti bersiap menghadapi kendala besar yang terjadi era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi ketika ini. Perubahan pola baru ini membawa akibat terciptanya jabatan dan kemampuan kerja baru dan hilangnya sejumlah jabatan lama.

Tantangan tersebut mesti dihadapi cocok pola kerja baru yang terbuat dalam revolusi 4.0. Satu hal yang penting ialah ketrampilan dan kompetensi yang mesti tetap secara konsisten ditingkatkan,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Maruli Hasoloan mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri ketika membuka IKA Unpad Job Expo

Mahasiswa harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0
Teknologi Informasi

Teknologi Inforamasi - Dirjen Maruli menuliskan revolusi industri 4.0 adalahintegrasi pemanfaatan internet dengan lini buatan di dunia industri. Perubahan juga terjadi dalam dunia industri dewasa ini yang ditandai berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif sebab perkembangan teknologi informasi.

Oleh sebab itu. katanya, lembaga edukasi dan pelatihan Indonesia mesti dapat menghasilkan alumni yang mempunyai nilai tambah sesuai keperluan pasar kerja. "Lembaga edukasi harus dapat menghasilkan alumni yang berkarakter, kompeten, dan inovatif," jelas Maruli.

"Dunia industri pun harus bisa mengembangkan strategi transformasi dengan mempertimbangkan pertumbuhan sektor ketenagakerjaan sebab transformasi industri akan sukses dengan adanya tenaga kerja yang kompeten" papar Maruli.


Di sisi lain, Direktur Pendidikan Universitas Padjajaran Wawan Hermawan menegaskan, menjadi generasi yang hidup di era industri 4.0 mesti mamiliki daya saing yang tinggi.

"Di samping unggul di bidang akademik, generasi ketika ini pun harus berdaya saing tinggi. Persaingan di luar dana paling ketat, lagipula sekarang sudah menginjak era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," jelas Wawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Ferry Sofyan Arif mengatakan, sejumlah 30% dari 22 juta angkatan kerja di Jawa Barat ialah lulusan SMA/SMK.

"Kegiatan jobfair semacam ini ialah kegiatan yang paling bagus guna penyerapan angkatan kerja. Di samping itu, kedepannya kita pun akan menunjukkan angkatan kerja guna menjadi wirausaha," kata Sofyan.

0 komentar:

Posting Komentar