Jumat, 19 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam perbankan


PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebagai di antara bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah siap dalam mengimplementasikan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang ditargetkan mulai pada paruh kedua 2019 ini.

Himbara ketika ini mempunyai platform bareng untuk transaksi berbasis QR code yaitu LinkAja. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi mengatakan, tidak ada tantangan yang yang berarti dalam persiapan implemntasi standarisasi QR code tersebut.

Sejumlah perbankan sudah sIap untuk implementasikan QRIS

Teknologi Informasi -"LinkAja telah siap ikuti aturan BI. Adapun EDC BNI telah siap dan telah terimplementasi QRIS didalamnya, dimana ketika ini telah terpasang dibeberapa merchant," kata Dadang.

BNI tercatat sudah mempunyai sekitar 40.000 mesin Electronic Data Capture (EDC) ketika ini dan telah memiliki sekitar 35.000 QR static dengan memakai stiker. Sebagai bagian dari memperkuat persiapan implementasi QRIS, kata Dadang, BNI akan terus bekerja secara agresif dalam akuisisi komersial untuk meningkatkan penerimaan dan layanan pelanggan.

PT Bank Mandiri Tbk pun terus mengerjakan persiapan penerimaan transaksi LinkAja pada mesin EDC perseroan sebab LinkAja sudah mengekor standar QRIS. Sehubungan LinkAja sudah cocok QRIS maka mesin EDC Bank Mandiri sudah dapat menerima transaksi QRIS ketika standasisasi QR code tersebut resmi dikenalkan nantinya.


SEVP Transaction Banking and Retail Sales PT Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, tidak ada tantangan yang berarti dihadapai perseroan dalam persiapan implementasi standarisasi itu." Saat ini yang kami fokuskan ialah pada proses roll out peningkatan fitur QR pada EDC Bank Mandiri," cerah Thomas.

Baca Juga: BNI bareng Himbara telah siap implementasikan QR Code Indonesia Standard (QRIS)

Bank Mandiri secara bertahap ketika ini tengah mengerjakan penambahan fitur QR pada 250.00 mesin EDC yang telah disebardi merchant Bank Mandiri. Di samping itu, perseroan pun terus mengerjakan persiapan teknis dan evolusi bisnis model dimana ketika ini tengah disiapkan rencana kerjasama dengan merchant baru.

Thomas dan Dadang mengakui ada duit yang disiapkan setiap bank dalam mengisi aturan standarisasi QR code. Namun, lebih kepada ongkos operasional guna implementasi pada mesin-mesin EDC merchant saja.

Tak ketinggalan dari Himbara, PT Bank CMB Niaga Tbk pun sudah siap mengimplementasikan QRIS secara penuh. Bagi mengoptimalkan potensi bisnisnya, peningkatan merchant pun turut dilaksanakan perseroan.


"Saat ini memiliki 100.000 EDC, yang siap menerapkan QRIS, ada 60.000 EDC, kami akan berkolaborasi dengan bagian lain dari 40.000 EDC, asalkan kebijakan mereka ada di dalamnya," kata Kepala Perbankan Digital, Branchless, dan CIMB Association Bambang Karsono Adi Kontan.co.id baru-baru ini.

Di samping mengandalkan merchant perseroan, CIMB pun terus menambah kerjasamanya dengan sekian banyak  pihak. Salah satu pihak yang digandeng perseroan ialah Bukalapak.

Saat ini perseroan telah berkolaborasi dengan 2.000 merchant offline Bukalapak untuk meluangkan stiker QR Code dan dalam masa-masa dekat akan diperbanyak hingga menjangkau 10.000 merchant.

Upaya mengakuisisi merchant dilaksanakan CIMB lantaran dalam QRIS membuat interkoneksi dan interoperabilitas. Singkatnya, merchant CIMB yang berstandar QRIS kini dapat juga dipakai bertransaksi oleh platform QR Code lain, contohnya LinkAja, Go Pay, OVO.

Bambang bilang ini membuat potensi bisnis baru, lantaran empunya merchant dapat mendapatkan komisi dari transaksi oleh platform CIMB Niaga yakni Go Mobile. Seperti transaksi off us dalam transaksi kartu debit.

Namun, belum dapat memprediksi seberapa besar potensi tambahan pendapatan dari transaksi berbasis QRIS karena Bank Indonesia masih menyusun aturan.



0 komentar:

Posting Komentar