Jumat, 19 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi 2017


Huawei menjalankan di antara program Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan memberi pelatihan untuk lulusan SMK dalam menciptakan infrastruktur telekomunikasi.

Huawei Indonesia menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam pengembangan dan penambahan kompetensi dengan memberika pelatihan instalasi perlengkapan Base Transceiver Station (BTS) dan Microwave serta sertifikasi untuk 1.000 pencari kerja.

Tingkatkan Kompetensi SMK, Huawei Beri Pelatihan Instalasi BTS

Teknologi Informasi - Target peserta program pelatihan itu adalahpara pencari kerja alumni dari tingkat SD, SMK, sampai S1 yang sedang di bawah binaan Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Kemenaker.

Program kolaborasi yang menjadi unsur dari program SmartGen tersebut, adalahtindak lanjut atas MoU yang disepakati pada 2018 lalu.


“Program Smart Generation (SmartGen) ini adalahkomitmen Huawei dalam mengembangkan SDM terampil Indonesia guna menambah kompetensi dan daya saing mereka dalam menghadapi ketatnya kompetisi pasar tenaga kerja di industri TIK,” kata CEO Huawei CNBG Indonesia Andy Ma Hui, Kamis, di Jakarta.

Diketahui semenjak 2009 Huawei Indonesia konsisten dalam mengerjakan pengembangan sumber daya insan di sektor TIK. Hingga 2018, sebanyak program Huawei dalam pengembangan kapasitas SDM Indonesia sudah menyentuh sedikitnya 12,000 insinyur dan 5,000 siswa/mahasiswa di bidang TIK.

Di samping itu, Huawei pun menggelar pelatihan untuk sedikitnya 1,000 tenaga profesional dari partner industri masing-masing tahun.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (BINALATTAS), Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satrio Lelono menyambut baik kerja sama strategis ini.


Bambang berharap, dengan model kemitraan tersebut Balai Latihan Kerja Kemenaker dapat menjadi wadah guna proses pembuatan lapangan kerja yang lebih luas, terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kemitraan dengan pelaku industri laksana Huawei adalahsolusi dalam menjembatani kompetensi semua pencari kerja dengan keperluan industri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Huawei juga menerima Zero Accident Award 2019 Zero Accident dari Kementerian Sumber Daya Manusia (Kemenaker) Republik Indonesia.

Huawei Indonesia sudah tiga tahun beruntun menerima anugerah penghargaan semenjak 2017.

Penghargaan Kecelakaan Nihil atau Zero Accident Award 2019 di berikan langsung oleh, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Sugeng Priyanto Kemenaker RI, untuk Ma Hui, CEO of Huawei CNBG Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar