Rabu, 17 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam pembelajaran


Di Era Industri 4.0 seperti ketika ini, tidak dapat terlepas dari pemakaian teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula di lingkungan perkuliahan.

Satu dari sejumlah cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di Perguruan Tinggi diantaranya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mengoptimalkan Kuliah During maupun E-learning.

Sistem PJJ Jadi Alternatif Pembelajaran di Era 4.0

Teknologi Informasi - Untuk itu, Universitas Amikom Yogyakarta berkolaborasi dengan Aptikom (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) mengadakan seminar dan workshop guna mengoptimalkan Kuliah Daring serta pemanfaatan E-learning pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dalam Kerangka Sistem PJJ di Hotel Grand Keisha.

• Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual


Uwes Anis Chaeruman, Direktorat Pembelajaran Kemenristek Dikti yang menjadi penceramah dalam pekerjaan ini menyampaikan, di era industri 4.0, Perguruan Tinggi tidak saja sekedar menghasilkan mahasiswa yang siap berlomba saja, tapi pun proses pembelajaran pun harus menggambarkan pembelajaran di era 4.0.

Menurutnya, dengan adanya teknologi yang spektakuler seperti ketika ini dan dari segi mahasiswa sudah tak asing dengan urusan itu itu, kampus pun harus dapat menangkap urusan itu dan dapat memanfaatkan teknologi.

"Sekarang tersebut mau tidak mau, ICT ialah suatu keniscayaan. Sehingga bila kita tidak merealisasikan ICT dalam pembelajaran maka bakal tergilas oleh distruption technology," terangnya pada Tribunjogja.com.



Uwes menerangkan, pihaknya paling menyambut baik inisiatif dari Aptikom serta sekian banyak  Perguruan Tinggi yang bergabung dalam Aptikom, tergolong diantaranya Amikom untuk dapat menjalankan PJJ.

• Amikom Business Park Menjadi Tuan Rumah ASEAN Digital Innovation Programme

"E-learning, atau Kuliah During dapat dijadikan sebagai wahana kredit transfer, dimana mata kuliah itu tidak saja diikuti mahasiswa dari AMIKOM, tapi pun mahasiswa beda dari kumpulan Aptikom, seperti Universitas Telkom, sampai-sampai dia dapat memperoleh kredit dan memindahkan kreditnya ke Perguruan Tinggi lain," ungkapnya.

Menurutnya, andai hal tersebut dapat berjalan, maka bakal menjadi model dan dapat diikuti oleh Perguruan-perguruan beda dalam kumpulan rumpun program studi yang berbeda.

Rektor Amikom, M Suyanto menyampaikan, ketika ini telah masuk di industri 4.0, oleh karenanya Amikom bertekad untuk dapat menjadi Universitas Generasi ke 4.

Yang mana ketika ini mayoritas Perguruan Tinggi masih tidak sedikit yang menjadi Universitas Generasi ke 2.


"Salah satu yang didapatkan lulusan Universitas Generasi ke 2 ialah profesional dan scientist, generasi ketiga mulai yang didapatkan profesional, scientist dan enterpreneur. Generasi ke empat yang didapatkan profesional, scientist, entrepreneur dan artis," terangnya.

• 3 Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta Ciptakan Gablind, Kacamata Navigasi guna Tuna Netra


Selain tersebut dari Amikom juga hendak menjadi universitas yang senantiasa berinovasi, yang dapat membangun atau mensejahterakan masyarakat sekitarnya.

"Jadi riset dapat dikomersialsikan. Saat ini penelitian Amikom dapat tembus pasar Hollywood, China dan anda berharap, penelitian kita pun akan tembus di sekian banyak  penjuru dunia," terangnya

Sementara itu, Ahmad Tri Hanuranto Ketua Badan Otonom Aptikom menuliskan saat ini yang diperlukan ialah Perguruan Tinggi busa maju bareng serta bekerjasama untuk mencetak SDM yang unggul.

PJJ menurutnya dapat dijadikan wadah berbagi kelebihan yang dipunyai masing-masing Perguruan Tinggi.


"Bagaimana anda share kelebihan yang terdapat di Perguruan Tinggi dan dapat dirasakan oleh semua Indonesia. Kan tidak barangkali kapasitas Perguruan Tinggi dapat ratusan ribu. Jalan yang mungkin ialah di share kolaboratif. Tentunya kualitas mesti jadi jaminan. Kalau anggota Aptikom sudah menjangkau 900 dengan prodi 4000-5000. Pendekatan laksana ini ialah pendekatan untuk bareng maju dan berbagi, sampai-sampai paguyuban dapat menjadi lembaga yang dapat berbagi sejumlah mungkin," terangnya.


0 komentar:

Posting Komentar