Sabtu, 13 Juli 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi modern


Teknologi informasi di zaman canggih memberikan sekian banyak  kemudahan untuk manusia guna melakukan sekian banyak  macam kegiatan termasuk beribadah. Aksi Cepat Tanggap (ACT) memanfaatkan tenologi untuk mempermudah pelaksanaan ibadah qurban.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) melewati program Global Qurban (GQ) menyerahkan solusi umat Islam yang hendak berkurban tetapi terkendala dengan kegiatan sehingga tidak sempat menyaksikan atau memilih domba secara langsung. “Pilihan program dari Global Qurban sejatinya bisa meringankan para pemurah menunaikan ibadah qurban masing-masing tahunnya,” kata Vice President ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran Program Global Qurban 2019 di Desa Sambong, Blora.


Teknologi Informasi - Program Global Qurban 2019 mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia”, sebab ACT mempercayai Indonesia masih diisi oleh masyarakat yang mempunyai jiwa dermawan. Berdasarkan keterangan dari Ibnu, tuntutan dan pertumbuhan zaman dalam menghadirkan fasilitas bertransaksi menjadi ikhtiar utama yang dijalankan dalam program ini.

“Sehingga GQ membuka sejumlah layanan Qurban yang bisa memudahkan penyumbang di antaranya melewati marketplace, crowdfunding, dan website web globalqurban.com,” paparnya.

Global Qurban pun terus menambah jejaring kemitraan sehingga meningkatkan opsi fasilitas berkurban. Bertambahnya jejaring lokal dan jejaring luar negeri, mempermudah kolaborasi guna mensukseskan perayaan akbar lebaran kurban.


“Insya Allah di tahun ini, kami niatkan untuk mengalirkan 100.000 kurban setara domba yang bakal menyasar pulang 34 provinsi di Indonesia dan mencapai 50 negara, serta menyapa 7.500.000 penerima guna warga prasejahtera, distrik konflik, dan bencana,” ujar Ibnu.

“Setiap unsur masyarakat memiliki peluang yang sama untuk membayar ibadah sekaligus menebarkan kebaikan. Insya Allah, pahala kurbannya bisa pahala wakafnya pun mengalir terus-menerus dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara, Presiden Global Qurban Hafit T. Mas’ud menuliskan peluncuran program Global Qurban yang dilakukan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Sambong, Blora, ini membawa suasana yang berbeda. Sebab, para pemurah diajak untuk menikmati langsung empiris sebelum dan ketika berqurban. Mereka ikut terjun memahami setiap proses persiapan implementasi kurban, menyaksikan kualitas ternak, dan kesiapan Global Qurban.

Hafit menegaskan ibadah kurban bukan sekadar kegiatan penyembelihan hewan. “Lebih dari itu, kurban mempunyai dimensi kegiatan ritual ibadah, syiar dakwah islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian fauna kurban,” pungkasnya.


0 komentar:

Posting Komentar