Sabtu, 20 Juli 2019

Teknologi Informasi | prinsip teknologi informasi high tech high touch


Banyak hal dapat dilakukan berkat pertolongan perangkat ini, mulai dari sekadar memutar musik, menyaksikan video, berkirim email sampai menyetelnya sebagai hotspot portabel.

Namun tahukah kita bahwa smartphone dibekali sekian banyak  sensor dengan kegunaannya masing-masing? Bagi itu, sebagai berikut ulasan tentang macam-macam sensor yang terdapat di smartphone, sebagaimana dihimpun dari Phone Arena,

Ilustrasi Smartphone Diputar

Teknologi Informasi - Akselerometer Mari anda mulai dengan satu sensor yang sangat umum digunakan, yaitu akselerometer. Sensor ini dipakai untuk mendeteksi orientasi perangkat.

Contoh riil pemakaian akselerometer ialah ketika Anda mengolah modus layar, dari tegak (portrait) ke mendatar (landscape), atau saat Anda memainkan permainan pacuan yang dikemudikan dengan teknik memiringkan perlengkapan Anda (tilt).

Giroskop

Giroskop adalahsensor yang pun dapat menyerahkan informasi orientasi dari suatu perangkat, serupa dengan akselerometer, namun dengan lebih presisi, yang menurut pada prinsip momentum sudut.

Bedanya, akselerometer diprovokasi gravitasi, sementara giroskop tidak. Bukan melulu itu, giroskop pun menambahkan dimensi ekstra untuk informasi yang diserahkan oleh akselerometer dengan melacak rotasi atau perputaran perangkat.

Magnetometer

Sensor berikutnya yang pun cukup tidak sedikit ditemukan di smartphone ialah magnetometer. Dari namanya, dapat ditebak bahwa sensor ini dapat mendeteksi medan magnet.



Magnetometer adalahsalah satu sensor yang digunakan software kompas di smartphone guna mengarah pada kutub unsur utara bumi. Aplikasi yang diciptakan untuk mendeteksi logam pun menggunakan sensor ini.

Proximity


Selanjutnya ialah sensor proximity, yang terdiri dari LED inframerah dan detektor cahaya inframerah. Cara kerjanya ialah dengan memancarkan secercah cahaya inframerah yang tidak tampak oleh manusia, yang dipantulkan dari objek terdekat dan dijemput oleh detektor inframerah.

Sensor ini seringkali ditempatkan di sekitar lubang suara suatu smartphone, dan ini bukanlah tanpa alasan. Misalnya, saat Anda menanam smartphone ke telinga Anda, sensor memungkinkan sistem untuk memahami bahwa kita sangat barangkali sedang menelepon, sampai-sampai layar mesti dimatikan.

Sensor cahaya

Berkat sensor ini, smartphone secara otomatis bisa menyesuaikan kecerahan layar menurut cahaya di sekitarnya. Ketika cahaya di dekat berlimpah, maka kecerahan layar ditambah, dan saat cahaya di dekat minim, maka kecerahan layar berkurang.

Dengan menyetel kecerahan layar secara otomatis, maka daya tahan baterai akan tidak banyak lebih panjang sebab layar smartphone kita memang tidak mesti tidak jarang kali menyala terang.

Barometer

Adapun barometer seringkali disematkan pada ponsel high-end. Sensor ini bisa mengukur desakan atmosfer. Data yang diukur oleh barometer dipakai untuk menilai seberapa tinggi perlengkapan ada di atas permukaan laut, yang pada gilirannya menghasilkan penambahan akurasi GPS.

Motorola XOOM dan Samsung Galaxy Nexus adalahperangkat Android kesatu yang mempunyai sensor ini.

Termometer


Beberapa dari kita pun ingat bahwa Samsung Galaxy S4 'menyombongkan diri' dengan termometer guna mengukur suhu lingkungan. Namun, kali ini termometer terdapat di tidak sedikit smartphone, dan sejumlah di antaranya bahkan barangkali mempunyai lebih dari satu termometer.


Perbedaannya, terdapat termometer yang dipakai untuk mengawasi suhu di dalam perlengkapan dan baterai. Jika komponen terdeteksi akan terlampau panas (overheat), sistem bakal mati dengan sendirinya untuk menangkal terjadinya kerusakan.

Sensor kelembapan udara

Samsung Galaxy S4 memelopori pemakaian sensor kelembapan udara di smartphone. Data yang diserahkan oleh sensor ini dipakai dalam software S Health guna memberi tahu apakah pemakai sedang di suhu udara dan kelembapan udara yang optimal atau tidak.

Pedometer

Pedometer adalahsensor yang dipakai untuk menghitung jumlah tahapan pemakai. Data itu memang seringkali juga dapat didapatkan oleh akselerometer, tetapi suatu pedometer eksklusif jauh lebih akurat dan irit daya. Google Nexus 5 ialah di antara sejumlah smartphone yang mempunyai pedometer secara utuh.

Sensor denyut jantung


Tak menyeluruh rasanya andai kita tidak melafalkan sensor denyut jantung, laksana yang terdapat pada Galaxy S5. Sensor ini dipakai untuk mengukur denyut nadi seseorang, dengan teknik mendeteksi denyutan per menit dari pembuluh darah di dalam jari seseorang.

Sensor sidik jari

Tidak lupa, ketika ini telah cukup tidak sedikit smartphone yang dibekali oleh sensor sidik jari, laksana iPhone 5s, Samsung Galaxy S5, HTC One Max, dan Sony Xperia Z5.




Sensor sidik jari sangat sering dipakai sebagai lapisan ketenteraman tambahan, antara beda mengubah kata sandi guna membuka atau mengunci layar.

Sensor radiasi berbahaya

Sensor ini mempunyai keterampilan untuk mendeteksi radiasi berbahaya. Smartphone yang sudah mengangkat sensor tersebut ialah Sharp Pantone 5, yang melulu hanya diluncurkan di Jepang.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk



SEKOLAH ROBOT INDONESIA - Robopark adalah Tempat Lembaga Manajemen Talenta Inovasi Bangsa Indonesia. Berdiri sejak 2013 dan telah melakukan tour dari medan hingga Surabaya dan kini menetap di Baywalk Mall Pluit Jakarta Utara. Robopark adalah markas inkubasi para Inovator Robot dan Teknologi Indonesia yang didirikan oleh SARI TEKNOLOGI. Hari ini kami telah merampungkan Kurikulum Nasional Industry 4.0 dan telah memvalidasi Kurikulum Aplikasi Robotika dalam Industri Manufacturing bersama rekan rekan akademisi.. rekan rekan Industri.. dan Kemdikbud.
Kami siap menjadi corong dan alat dan jembatan dari Visi Bapak Presiden Joko Widodo 2019 -2024

0 komentar:

Posting Komentar