Kamis, 18 Juli 2019

Teknologi Informasi | informasi teknologi robot


Keterangan foto tidak tersedia.

SEKOLAH ROBOT INDONESIA - Industri 4.0 dan tantangannya adalah sebuah revolusi yg tidak dapat dihindarkan pada 2020. Kesempatan dan beberapa proyek besar membutuhkan org yg TEPAT utk sukses bersama.

Pembukaan center pelatihan Industri 4.0 melibatkan pemerintah, dunia industri , dan kerjasama internasional..kita membutuhkan ANAK BANGSA yg mau bekerjasama dan berkembang bersama dan menciptakan bersama inovasi bagi bangsa ..oleh krn itu...
Kami membuka Job Vacancy untuk penempatan di INDUSTRY 4.0 TRAINING CENTER
Apakah anda INGIN BERGABUNG ?
Segera kirim ke email kami CV dan lamaran anda pada alamat di bawah SEBELUM 20 MARET 2019.

===============================

Teknologi Informsasi - Peneliti dari University of Oxford ini menyampaikan cerminan yang muram di pusat industri Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Ikat Pinggang Karat - kota-kota laksana Flint, Detroit dan Cleveland yang sebelumnya menjadi ujung tombak perkembangan berdasar sektor manufaktur.
Dr Frey menuliskan para buruh di kota-kota ini diungguli robot. Jadi apa yang bakal terjadi andai mesin menggantikan kita?

Robot Sophia di Toronto, Kanada

Keuntungan
Jika semua buruh kehilangan pekerjaan, mereka tidak akan menunaikan pajak dan di banyak sekali negara barat mereka bakal dapat mengklaim tunjangan pengangguran. Ini sangat memberi beban pada negara bagian.

Di AS, 48% pemasukan federal berasal dari pajak pemasukan perseorangan, dan 35% berasal dari pajak asuransi sosial - melulu 9% yang berasal dari pajak perusahaan.

Untuk menutupi kelemahan pemasukan dari pajak penghasilan, tidak sedikit pihak menyokong pengenaan pajak pada robot.

Teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak jarang kali untuk membantu, disamping pun sebagai pengacau.
Revolusi industri kesatu menolong kita meninggalkan pemakaian tenaga binatang, revolusi industri kedua membuat peningkatan besar-besaran pemakaian listrik dan buatan massal. Zaman komputer menunjukkan peningkatan efisiensi dan semakin cepatnya difusi informasi.

Revolusi industri keempat - berhubungan dengan kecerdasan produksi (AI) dan robot - diduga akan mendasari evolusi keseluruhan sistem produksi, manajemen dan kepemerintahan.

Jangkauan, kecepatan dan kedalaman sekian banyak  perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Perlawanan
Pada tahun 2013, Dr Frey memperkirakan nyaris 50% kegiatan di AS menghadapi risiko dalam 30 tahun ke depan sebab kemajuan AI dan robot.

Di antaranya ialah pekerjaan sektor industri, administrasi hukum dan pengemudi truk.

"Kita akan menonton perlawanan terhadap otomatisasi, laksana yang anda lihat berhubungan dengan globalisasi. Pengemudi truk tidak dapat dialihkan ke China, tetapi kegiatan ini bisa digantikan mesin," kata Frey.

Pajak
Dua tahun lalu, miliarder, filantropis dan pendiri Microsoft, Bill Gates mengajukan gagasan pajak robot dalam suatu wawancara dengan majalah Quartz.
"Sudah tentu ada pajak berhubungan dengan otomatisasi. Saat ini, buruh insan yang berpemasukan US$50.000 atau Rp717 juta di pabrik bakal dikenakan pajak penghasilan, pajak tunjangan sosial, seluruh hal itu. Jika robot mengerjakan hal yang sama, kita akan beranggapan kita bakal memajaki robot pada tingkat yang sama," kata Gates.

Miliarder teknologi, Elon Musk pun mendukung pemajakan robot.

Dasarnya sederhana: robot dipajaki dan uangnya digunakan untuk mengongkosi perawatan kesehatan dan pendidikan, atau bahkan penyediaan pendapatan dasar untuk semua orang.

Sasaran bisnis
Tetapi bagaimana kita memajaki robot?
"Anda tidak butuh secara jasmani menemukan robot. kita dapat merealisasikan pajak otomatisasi. Bisnis yang melulu sedikit pegawainya mesti diperhatikan. Pada ketika yang sama pemerintah seharusnya meminimalisir pajak buruh," kata Ryan Abbott, profesor hukum dan layanan kesehatan University of Surrey, Inggris.

Dia menggagas pajak terhadap robot serupa insan - Abbott mengacu untuk semakin meluasnya pemakaian AI.

Pendukung pengenaan pajak menuliskan tambahan pemasukan ini dapat menolong pendanaan progran kemampuan dan mengurangi bisa jadi masalah kemasyarakatan sebab pengangguran.
Kebijakan
Tahun 2017, Korea Selatan menjadi negara kesatu yang mengenalkan pemangkasan pemotongan pajak pada otomatisasi untuk menolong perlambatan pemakaian teknologi yang memprovokasi lapangan pekerjaan.
Di Uni Eropa, usulan mengenalkan pajak robot baru-baru ini diungguli di Parlemen Eropa.

Di AS, urusan ini mendapatkan sokongan politik lewat pengenaan pajak pada otomatisasi guna mendanai pemberian pendapatan dasar guna semua.

Ide yang buruk
Tetapi tidak seluruh orang menyetujuinya.
"Memajaki robot bukanlah sebuah solusi karena perusahaan besar akan mengalihkan industrinya. Hanya perusahaan kecil dan menengah yang bakal menderita," kata Dr Janet Bastiman dari perusahaan TI, Story Stream.

Ulrich Spiesshofer, mantan pimpinan perusahaan Swiss, ABB pun tidak menyokong pajak robot.

"Jika kita menyaksikan ekonomi dengan tingkat pengangguran terendah di dunia dan menghubungkannya dengan robot: Jerman, Jepang, Korea Selatan mempunyai tingkat robot tertinggi, 300 robot per 10.000 buruh, namun tingkat pengangguran mereka yang terendah."

Robot di pabrik SGMW, China.

Kehilangan pekerjaan
Tetapi hilangnya kegiatan skala besar masih belum terjadi dan masa mendatang sebenarnya tidak sesuram itu.
Meskipun Carl Frey tetap menyokong perkiraaan tahun 2013-nya, proyek yang diciptakan PwC tahun lalu mengindikasikan di Inggris, kehilangan pekerjaan sebab otomatisasi bisa digantikan dengan penciptaan kegiatan baru.

Cabang olah raga kriket dan sepak bola sekarang memakai teknologi berhubungan dengan keputusan urgen yang sebelumnya dilaksanakan pada wasit.

Penggunaan teknologi menolong perbaikan kualitas pemungutan keputusan.

Tetapi ini tidak menciptakan para wasit menjadi mubazir, sebab terciptanya tambahan kegiatan teknisi.

Meskipun demikian hilangnya kegiatan di pabrik ialah sebuah permasalahan yang berbeda.

Memang belum terjangkau konsensus politik berhubungan pajak robot, tetapi semua politisi semakin mempertimbangkannya sebagai teknik untuk menanggulangi perubahan sebab kemajuan teknologi .

0 komentar:

Posting Komentar