Jumat, 28 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi sektor publik


PT Envy Technologies Indonesia, Tbk, (Envy), perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, akan mengerjakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 600 juta saham biasa.

Termasuk pengamalan Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 18 juta saham biasa. Serta semua saham biasa atas nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 1,2 miliar saham biasa.

Teknologi Informasi | teknologi informasi sektor publik

Teknologi Informasi - ''Dengan demikian, jumlah saham yang bakal dicatatkan oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ialah sebesar 1,8 miliar saham biasa atas nama dari modal ditempatkan dan disetor sarat setelah Penawaran Umum Perdana,'' ujar Direktur Utama Envy Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi di Jakarta,

Dari pelepasan saham ini, Envy diduga meraih dana selama Rp240 miliar sampai Rp360 miliar. Dia mengatakan, pihaknya sudah mengerjakan mini expose di BEI dan perkiraaan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2019.

Dengan demikian, diduga listing atau pendaftaran perdana di BEI pada Senin (8/7) mendatang. Senior Vice President PT Erdikha Elit Sekuritas Toto Sosiawanto mengatakan, sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek mengatakan, rencana pemakaian dana hasil IPO sesudah dikurangi biaya-biaya emisi ialah 31,40 persen akan dipakai Perseroan untuk pekerjaan usaha Sistem Integrasi Informatika.



Sebanyak 24,56 persen akan dipakai Perseroan untuk pekerjaan usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi. Sementara 2,11 persen akan dipakai Perseroan guna Penelitian dan pengembangan diantaranya guna Future Product Development dan Existing Product Development.

''Sedangkan Rp 48 miliar akan dipakai untuk pembayaran beberapa utang Perseroan. Sisanya akan dipakai Perseroan sebagai modal kerja,'' katanya.

Dari sisi kinerja, Envy membukukan penghasilan sebesar Rp80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami eskalasi sebesar Rp77,16 miliar atau setara dengan 2,424,90 persen dikomparasikan pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp3,18 miliar. Kenaikan ini terutama diakibatkan oleh penghasilan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar.

Di samping itu, terjadi peningkatan penghasilan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp10,27 miliar atau naik sejumlah 4.272,50 persen, setara Rp10,51 miliar hingga akhir tahun 2018 dikomparasikan dengan akhir tahun 2017 dengan nilai penghasilan Rp240 juta. ''Strategi di tahun ini, Perseroan mengincar penguatan posisi sebagai pelaksana layanan jasa ketenteraman informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai partner para perusahaan,'' paparnya.


Dia melanjutkan, sampai akhir tahun ini, manajemen optimistis pendapatan dapat mencapai Rp102,76 miliar dan tahun depan targetnya dipatok sebesar Rp105,40 miliar. Laba bersih pun diproyeksikan menjangkau Rp7,27 miliar pada tahun ini, sementara tahun depan sebesar Rp23,79 miliar.


0 komentar:

Posting Komentar