Jumat, 28 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi sistem informasi


Pemerintah Rusia menuliskan para peretas berupaya menculik informasi rahasia di bidang industri pertahanan dan energi atom miliknya. Meskipun tak menyinggung dari mana semua peretas tersebut berasal, namun Moskow memandang Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman utama.

Teknologi Informasi | teknologi informasi sistem informasi

Teknologi informasi: "Analisis informasi dari GosSOPKA (identifikasi, peringatan, dan penghapusan dampak serangan dunia maya pada sumber daya teknologi informasi Rusia) menunjukkan bahwa sebagian besar serangan ditujukan untuk membajak informasi.Pertama dan terutama semua peretas konsentrasi pada teknologi Rusia di isndustri pertahanan dan industri nuklir, energi dan pembangunan rudal, serta informasi dari sistem administrasi publik,” kata Wakil Direktur Pusat Koordinasi Nasional guna Insiden Komputer Rusia Nikolai Murashov pada Kamis (27/6), dilansir laman kantor berita Rusia, TASS.


Rata-rata, satu dari tiga serangan pusat mengungkapkan target perbankan dan organisasi keungan (38 persen), 35 persen serangan terhadap badan-badan negara. Tujuh persen terhadap kemudahan industri edukasi dan pertahanan, empat persen terhadap ruang dan industri roket, dan tiga persen terhadap perawatan kesehatan.

Murashov menyinggung bahwa AS masih menjadi sumber utama ancaman, sebagaimana dikonfirmasi oleh data dari perusahaan Webster (AS), Ruixing (Cina), Comodo Security Solutions (AS), dan NTT Security (Jepang). Dia menuliskan serangan siber dilaksanakan melalui sekian banyak  metode penyebaran malware, misalnya melewati email.

Berdasarkan keterangan dari statistik, pada 2018, 63 persen sampai 71 persen serangan siber melewati sumber daya website terhadap Rusia dilaksanakan dari distrik AS, lima sampai 10 persen dari Cina, dan tiga persen dari domestik Rusia sendiri. AS menjadi nomor satu dalam hal seluruh jenis serangan dengan persentase 27 persen. Cina sedang di urutan kedua dengan persentase 10 persen, Belanda dan Prancis urutan ketiga dengan persentase setiap sebanyak empat persen, dan Jerman dengan persentase tiga persen.



0 komentar:

Posting Komentar