Jumat, 28 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi secara umum


Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi menegaskan, menginjak era revolusi industri 4.0, guru mesti menguasai perlengkapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK berperan paling strategis dalam proses pekerjaan belajar melatih di dalam dan luar kelas. TIK pun akan sangat menolong guru dalam melatih secara efektif.

Teknologi Informasi | teknologi informasi secara umum

Teknologi Informasi - Ia menuturkan, dalam era canggih seperti sekarang, peran guru di dalam ruang belajar telah berubah. Guru tidak lagi satu-satunya sumber pengetahuan untuk siswa. Penetrasi internet dan pesatnya peradaban TIK sangat memprovokasi pengetahuan siswa. Dengan demikian, kompetensi guru juga harus dapat mengimbangi situasi tersebut.

“Kalau dulu semboyannya ialah when the classroom door close, theacher is the king. Ketika pintu ruang belajar ditutup, guru ialah raja. Maka nanti yang jadi rajanya tersebut di samping guru ada pun TIK. Karena anak-anak telah bawa TIK semua, anak-anak membawa gawai, yang tersebut sebetulnya dapat menggantikan bila gurunya melulu biasa-biasa saja,” kata Didik di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.

Ia mengatakan, Kemendikbud melewati Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) terus berupaya menambah mutu guru di bidang TIK. Di antaranya melewati pelatihan secara berjenjang. Guru mata latihan TIK dan kepala sekolah secara bergantian mengekor pelatihan tersebut.


“Kehadiran lokasi tinggal belajar dan pendidikan yang sedang di bawah Pustekkom Kemendikbud mesti sungguh-sungguh dimanfaatkan. Terutama oleh seluruh kepala sekolah dan guru di sekolah. Semua guru mesti menyambut ini bersama-sama sebab gratis, tidak ada ongkos sedikit pun,” ujar Didik.

Ia menegaskan, kemudahan gratis yang diserahkan Kemendikbud itu untuk meminimalisir beban guru atau sekolah yang hendak belajar TIK. Ini karena, tidak sedikit software TIK yang paling mahal dan berbayar.

Kepala Pustekom Kemendikbud Gogot Suharwoto menambahkan, kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran dengan manfaatkan TIK adalahkunci dari paradigma evolusi pendidikan. Bagi itu, pelatihan secara rutin dan berjenjang paling penting supaya pendidik TIK mempunyai kompetensi dalam mengemban pembelajaran.

“Melalui jaringan ini kami bercita-cita bapak dan ibu guru serta kepala sekolah yang hadir dapat memanfaatkan lokasi tinggal belajar dan TV Edukasi. Melalui jaringan ini, kami bercita-cita bapak ibu guru dan kepala sekolah dapat memanfaatkan dan mengimplementasi lokasi tinggal belajar dan TV Edukasi di sekolah bapak Ibu masing-masing,” kata Gogot.


Ia menuturkan, pelatihan tersingkap untuk umum yang mau berkolaborasi denan Pustekkom. Pada pekan ini, Pustekkom mengandeng Dharma Wanita Pertiwi (Persatuan istri prajurit TNI) melangsungkan pelatihan pemanfaatan TIK guna guru dan kepala sekolah.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, di pelatihan ini pun akan menggunakan software yang sudah diciptakan oleh Pustekkom. Seperti lokasi tinggal belajar, bank soal, ruang belajar maya, dan TV Edukasi.

"Dalam era milenial ketika ini dan penguasaan TIK bakal sangat menolong dalam pembelajaran peserta didik di sekolah-sekolah dibanding masa lampau. Kecepatan dan cakupan kegiatan pembelajaran bakal sangat barangkali jauh melompat maju dengan penguasaan TIK,” kata Nanny.

Ia menuturkan, dengan pelatihan pemanfaatan TIK ini, diinginkan dapat menolong guru-guru menguasai TIK dan menyerahkan motivasi guna terus memperdalam pengetahuan TIK supaya tidak kalah oleh murid-muridnya yang memang telah terbiasa dengan teknologi.






0 komentar:

Posting Komentar