Jumat, 28 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi semester 1


Minimnya talenta digital di Indonesia tidak saja jadi perhatian pemerintah, tapi pun pelaku bisnis e-commerce. CEO Blibli Kusumo Martanto mengakui andai Indonesia ketika ini minim sumber daya insan di ranah digital.

"Kami akui talenta digital di Indonesia masih paling kurang. Buat kami, kami pun kesulitan, kami mohon ke pak Rudi (Menkominfo) 1000 (talenta digital) boleh. Karena kami sendiri kesulitan," aku Kusumo dalam acara talkshow KopiTalkIndonesia, di Hotel All Season, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Teknologi Informasi | teknologi informasi semester 1


Teknologi Informasi - Untuk mendorong situasi ini, Kemenkominfo menyiapkan beasiswa pelatihan intensif digital untuk anak muda Indonesia. Ditargetkan terdapat 1.000 alumni yang siap menghadapi dunia digital pada tahun kemudian dan 20 ribu alumni di tahun 2019.

Kusumo menuliskan pihaknya pun mengirimkan sejumlah talenta Indonesia ke pusat pelatihan teknisi digital di Bangalore, India. Dengan begitu, talenta yang dikirimkan dapat mentransfer pengetahuan saat kembali ke Indonesia.

"Kami pun ada kerja sama di Bangaloe dan kirim orang-orang Indonesia guna belajar supaya mereka menikmati belajar di internasional. Bawa ilmu sebanyak-banyaknya kemudian ajari adik-adiknya dan tersebut terus kami lakukan," imbuhnya.

Dalam pelatihan talenta digital, Kusumo menuliskan pihaknya pun menggandeng sejumlah universitas di Indonesia. Ia melafalkan pihaknya menyiapkan beasiswa untuk mahasiswa mulai dari semester 5 untuk diserahkan kesempatan ke Bangalore.

"Kami menyerahkan intensif anda kerja sama Universitas jadi istilahnya dari mulai semester 5 ya anda pilih segala macam terus lantas Kalau sesudah mereka ini bergabung dengan kami tersebut kami berikan peluang untuk belajar tidak saja di domestik tapi pun keluar negeri," kata Kusumo.



Kusumo menuliskan para alumni universitas bidang teknologi informasi di Indonesia bahkan tidak sedikit yang tidak siap masuk dunia kerja. Ia menyebut kesiapan pakai semua lulusan guna bekerja di bidang e-commerce.

"Saya bukannya inginkan mengkritik ya tetapi tidak sedikit sekali mahasiswa yang lulus terdapat ijazahnya namun belum siap di dunia realnya. Harusnya terdapat pelatihan tertentu supaya saat lulus tidak saja modal ijazah tapi telah langsung siap pakai," ucap Kusumo.




0 komentar:

Posting Komentar