Kamis, 27 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi rumah sakit


Prinsip Blockchain kesatu kali diterapkan di dunia finan­sial sebagai teknologi untuk menyokong operasi Bitcoin. Namun sekarang, revolusinya menciptakan bitcoin sukses masuk ke tidak sedikit in­dustri lain, tergolong dunia kesehatan.

Meskipun baru permulaan, studi yang dilaksanakan IBM mengejar bahwa 56 persen profesional layanan kesehatan yang disurvei mempunyai rencana untuk merealisasikan blockchain secara komersil pada 2020. Saat ini, in­dustri kesehatan dan inovator teknologi sedang menggali solusi guna menerap­kan blockchain di masa depan.

Teknologi Informasi | teknologi informasi rumah sakit


Teknologi Informasi - Sektor kesehatan ketika ini meman­faatkan tidak sedikit platform, laksana sistem daftar kesehatan elektronik (EHR) atau gudang data. Data ini seringkali disalin dalam format bertolak belakang yang me­nyulitkan dalam berbagi informasi di sekian banyak  platform. Bukan melulu tenaga kesehatan yang barangkali terganggu secara emosi, tetapi pun menimbulkan risiko ketenteraman yang besar untuk jutaan orang.

John Halamka, Chief Information Officer di Pusat Medis Beth Israel Deaconess yang berpusat di Boston, memercayai bahwa masalah ini hanya dapat dipecahkan blockchain.

“Sekarang barangkali saat yang tepat dalam sejarah anda untuk memungut pendekatan baru dalam berbagi data dalam perawatan kesehatan,” katanya.

Alasan utama orang menggagas blockchain ialah ia menawarkan perlindungan privasi yang lebih powerful dengan sejumlah server, sampai-sampai membuatnya tidak cukup rentan terhadap serangan. Selain meluangkan akses data yang lebih sederhana, pun me­mungkinkan pasien mempunyai kontrol atas daftar mereka sendiri.


Halamka dan peneliti di Massachu­setts Institute of Technology Lab Media sudah mengembangkan prototipe sistem yang dinamakan MedRec memakai blockchain guna mengelola data me­dis. Melalui prototipe ini, daftar medis elektronik (EMR) bisa diperbarui, dan daftar pasien dapat dipungut dengan aman oleh seluruh tenaga kesehatan – tanpa perlu menguras waktu, duit dan pengulangan dalam prosedurnya.

Dalam permasalahan di mana pasien men­gizinkan peneliti menggunakan daftar medis pribadi, data mereka bakal di­berikan secara anonim, sampai-sampai dapat mempercepat penemuan terobosan medis.

Bagi Bryant Joseph Gilot, berpengalaman bedah yang berpindah ke bidang kesehatan block­chain, ketidakberdayaan dalam block­chain ialah kunci guna mempercepat uji jajaki obat klinis tradisional. Saat ini bareng pengembang di Blockchain Health, ia sedang membangun software yang memproteksi data sensitif dalam uji jajaki klinis obat.

“Data dalam kedokteran klinis san­gatlah sensitif. Kami mesti benar-benar memproteksinya. Dengan demikian, software kriptografi di atas blockchain barangkali akan menjadi menarik,” katanya.



Meski tidak sedikit pujian telah diserahkan kepada blockchain, tetapi potensi jebakan masih mesti diperhatikan.

Misalnya, tenaga kesehatan dan sistem perawatan kesehatan agak lambat dalam penyerapan data. Hingga ketika ini, melulu 9 persen tenaga kesehatan dan sistem yang berencana guna mengim­plementasikan blockchain tahun ini. Banyak yang masih mempertimbangkan rencananya, dan ada pun yang memu­tuskan guna tidak menggunakannya dampak masalah biaya. gma/R-1

Penerapan di Indonesia

Dengan layanan kesehatan berbasis blockchain kesatu di Indonesia, Batam siap menjadi pemimpin dunia dalam penerapan teknologi kesehatan yang komprehensif. MOU kerjasama antara Rumah Sakit (RS) BP Batam dengan dClinic International dan Deloitte South East serta JP Consulting yang akan menata manajemen proyek dan kemahiran tata kelola klinis sudah ditandatangani di RS Batam, pekan lalu.

Teknologi berbasis blockchain (Public Healthcare Blockchain) yang ditawarkan dClinic ini adalahrangkaian sistem ter­padu dalam penyimpanan dan pemungutan data yang aman dari konsumen atau pasien (EHR).

Beberapa perusahaan yang tergabung dalam sistem ini adalah BP Batam, melewati Rumah Sakit BP Batam, dClinic, dan Blockchain Layanan Kesehatan Masyarakat (PHB) dClinic juga akan menggunakan peralatan analisis data yang disediakan oleh Oracle. Implementasi proyek ini adalah dalam bentuk rantai blok layanan kesehatan swasta di lokasi Batam yang ditempatkan di pusat data yang aman dioperasikan oleh Otoritas BP Batam.

“Dengan mempersatukan perusahaan melewati sistem blockhain diinginkan dapat menyerahkan pelayanan kesehatan maksimal dan proaktif untuk konsumen di semua In­donesia,” ungkap Richard Satur, CEO dClinic.


Penerapan layanan kesehatan berbasis blockchain di Rumah Sakit BP Batam bertujuan untuk menjadi model bagi manajemen rumah sakit di seluruh Indonesia dalam penyediaan layanan kesehatan yang komprehensif.

Pemerintah pun akan memantau penuh pengamalan sistem ini sehingga dapat optimal. “Pemerintah Indonesia memantau penuh pengamalan proyek ini supaya semua berlangsung lancar,” ungkap Edi Prio Pambudi Irawadi, Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pem­bayaran, Kemenko Perekonomian.

Edi menambahkan, dClinic bakal mener­apkan PHB-nya untuk memperlihatkan keefek­tifan PHB itu dalam meluangkan Rekam Kesehatan Elektronik Longitudinal yang aman, tepercaya dan fleksibel untuk para pasien dan konsumen. Setelah PHB itu terbukti efektif di Batam, dClinic siap beker­jasama dengan pemerintahan dan organisasi lainnya guna mengeksplor penerapan PHB di distrik lain di Indonesia dan dunia.

“Kami yakin penyelesaian dClinic, dikombinasi­kan dengan kemahiran dan kemudahan yang dise­diakan Otoritas BP Batam dan RS BP Batam, bisa mempercepat pengamalan pelayanan kesehatan yang efektif guna pasien tidak saja di Batam saja, tetapi pun seluruh Indonesia,” tutur Sigit Riyarto, Direktur RS BP Batam.

Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indone­sia (BIFZA), Edy Putra Irawadi mengapresiasi sarat kerjasama tersebut sebab selaras dengan visi Batam sebagai “Show Case” untuk Ekonomi Digital Indonesia.

“dClinic akan membawa PHB Kesehatan Publik kesatu di Indonesia ke Premier Data Center BP Batam untuk menyokong tercip­tanya Zona Ekonomi Digital, Zona Medis Khusus, Pusat Logistik, dan Zona Pendidikan Khusus 4.0 di Batam,” ungkap Edy.

Edy menambahkan, dClinic, BIFZA, dan RS BP Batam akan menyerahkan update in­formasi proyek secara teratur sampai-sampai setiap pertumbuhan dapat diketahui bersama.

Dalam prosesnya ke depan, dClinic sepenuhnya menyokong perluasan Pusat Data yang ada, tergolong peremajaan teknologi, fasilitas, manajemen, dan tenaga kerja, untuk membuat infrastruktur dan layanan Teknologi, Informasi dan Komunikasi digital yang dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan sektor jasa.







ROBOPARK adalah tempat sekolah robot dan digital marketing. Siapa sih yang tidak berkeinginan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi setelah tingkat SMA/SMK, Tentunya semua mau apa lagi dengan biaya yang sangat murah dan dengan kualitas belajar yang sangat efektif. ROBOPARK Indonesian Technology merupakan tempat dimana mahasiswanya dituntun untuk berpenghasilan dan mahir dibidang komputer terutama dibidang bisnis dan administrasinya juga bidang desainer. lulusannya merupakan lulusan yang tidak sedikit ditelusuri oleh perusahaan perusahaan ternama di indonesia, jadi tunggu apalagi yuk daftarkan diri anda.

0 komentar:

Posting Komentar