Jumat, 21 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi menggantikan peran manusia


Di era 4.0 ketika ini, administrasi publik menghadapi pelbagai tantangan dan butuh bereformasi. Tantangan tersebut tergolong lahirnya era digital yang mendorong ekspektasi bakal keterbukaan, kecepatan dan akurasi layanan publik yang diserahkan pemerintah.


Teknologi Informasi - Dekan FIA UI, Eko Prasojo mengaku tantangan lain tergolong kontrol komunitas yang semakin besar di mana pemerintah tidak dapat meng-cover seluruh informasi untuk menciptakan pengambilan keputusan. Juga lahirnya pelbagai teknologi laksana bioteknologi, nanoteknologi, robotik dan IT yang dapat menggantikan peran administratif yang sekitar ini dijalankan oleh manusia.

"Harus kemanakah anda pergi sesudah ini? yakni bagaimana anda menyeimbangkan demokrasi dengan meritokrasi, menggali titik tengah antara administrasi publik Barat dengan non-Barat untuk menjangkau demokrasi yang berorientasi untuk hasil, serta membina administrasi yang mempunyai sifat trans-nasional," kata dia belum lama ini.

Baca Juga: Sosialisasi Program Unggulan Kadis Perindustrian Sulawasi Selatan di Fajar

Menurutnya, reformasi administrasi publik berperan penting, stratejik, dan bahkan adalahprasyarat dalam memperkuat kualitas demokrasi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, administrasi publik adalahenabling factor dalam pembangunan bangsa dan negara.

"Kita mesti memungut sisi positif dari Western dan Asian Values guna menghadapi kendala governansi global di era yang serba 4.0 ini," tambah dia.

Eko Prasojo pun menerima penghargaan The Braibant Award 2019 dan terdaftar sebagai orang ketiga di Asia yang mendapat  penghargaan serupa, sesudah Akira Nakamura (2010) dan Pan Suk Kim (2016).


Baca Juga: Teknologi Kecerdasan Buatan Bawa SMAN 1 Salatiga Menang Lomba di Korea Selatan

Braibant Award adalah penghargaan sangat bergengsi yang diserahkan oleh International Institute of Administrative Science (IIAS) untuk individu yang menyerahkan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu administrasi di kancah nasional dan global, reformasi praktek governansi publik dan pengembangan profesi administrasi publik.

Nama The Braibant Lecture dipungut dari Guy Braibant, mantan presiden IIAS dan tokoh urgen dalam pertumbuhan Ilmu Administrasi Publik
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mekanisme entrance (memasuki) area Robopark adalah :


a. Mekanisme Registrasi :
Registrasi harus sesuai dengan data pengunjung yang didaftarkan
Pengunjung yang terdaftar menerima kartu akses masuk (Tap in Card)
Pengunjung harus menggunakan atribut Robopark selama berada dalam area Robopark
Pengunjung harus menyimpan seluruh barang bawaan di loker yang disediakan

b. Peraturan Aktivitas di dalam area Robopark :
Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar
Dilarang membuang sampah sembarangan
Dilarang membawa senjata tajam
Dilarang menyentuh tanpa arahan
Wajib berjalan di atas jalur yang telah ditentukan
Wajib mengikuti arahan guide
Wajib menjaga sopan santun

c. Mekanisme keluar dari area Robopark :
Mengantri di jalur keluar dan akan dilakukan pengecekan
Mengembalikan semua property dan atribut yang digunakan
Mengambil seluruh barang bawaan pribadi dari loker penitipan
Menerima goodie bag melalui guru yang akan dibagikan di meeting point (titik kumpul)
Pengunjung keluar area dengan menggunakan kartu akses (Tap out card)


Baca Juga : Sekolah Robot Wajib Dimiliki Indonesia Untuk Hadapi Era Industri 4.0 

0 komentar:

Posting Komentar