Jumat, 21 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi ngapain


Pengamat ketenteraman siber Alfons Tanujaya mengingatkan soal bahaya yang mengintai andai pemakai nekat memakai VPN. Penggunaan VPN tengah marak dilaksanakan pemakai internet di Indonesia untuk mencatut aturan pembatasan akses media sosial oleh pemerintah.


Teknologi Informasi - Berikut tiga bahaya yang mengintai pemakai andai menggunakan VPN untuk mempermudah akses layanan media sosial laksana WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Twitter.

1. Pencurian data

Alfons menyebut pemakaian layanan VPN untuk menjebol pembatasan akses pemerintah berpotensi terjadi pencopetan data pemakai yang terdapat di ponsel. Terutama andai layanan VPN yang dipakai tidak terpercaya.


Lihat juga:Pengguna WhatsApp Keluhkan Sulit Telepon dan Video Call
Sebab, saat ponsel terhubung dengan server penyedia VPN, empunya server sejatinya dapat melihat semua isi kemudian lintas data pada ponsel yang terhubung.

"Pada prinsipnya kerja (VPN) sama kayak proxy server. Apapun yang lewat proxy server dapat diliat oleh empunya proxy," jelasnya, ketika dihubungi via sambungan telepon, Rabu (22/5).

Data yang diambil dapat berupa data yang ditransmisi sekitar ponsel terhubung, laksana mengekstrak komunikasi, menculik data username (nama pemakai), password (kata kunci), data finansial, dan data urgen lain.

2. Disusupi malware

Perangkat ponsel yang terhubung ke sembarang VPN pun berisiko disuntikkan malware.

"Disusupi malware dapat dilakukan dengan menyelipkannya ditengah jalan. Kalau (ponsel) telah disisipi malware, dia dapat ngapain aja, jadi resikonya lumayan tinggi," lanjutya.
Lihat juga:Pembatasan Akses Media Sosial Disebut Sesuai UU ITE

3. Membuat profil pemakai

Alfons menyatakan proses menciptakan profil pemakai ini kasusnya serupa dengan Cambridge Analytica yang menciptakan profil pemakai dari data Facebook.

Lewat profiling ini, menurut keterangan dari Alfons penjahat siber dapat membuat peta kelaziman kita dan dimanfaatkan untuk menunjukkan opini si pemakai.

"Kalau (VPN) digunakan dalam jangka masa-masa lama profil kita dapat ketahuan. Misal ketahuan anda suka otomotif, opsi politik laksana apa, dapat disalahgunakan kayak permasalahan Cambridge Analytica," tandasnya.

Lihat juga:  Techsauce Global Summit 2019: Startup Indonesia Jaring Networking

Pemerintah mengaku telah memberi batas akses sosial media dan layanan pesan instan laksana WhatsApp dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Hal itu dilaksanakan karena kelima operator telekomunikasi di Indonesia tidak dapat langsung menerapkan pembatasan akses sekaligus sebab besarnya jumlah pemakai ponsel di Indonesia.

Pembatasan akses media sosial dilaksanakan dengan meminimalisir kecepatan pemakai dalam mengunggah dan mendownload konten seperti potret dan video. Hal ini dilaksanakan untuk menangkal penyebaran informasi hoaks berhubungan kerusuhan 22 Mei.



Pertunjukkan dalam “Make, Innovate, and Robotize in Industry 4.0."dapat dinikmati oleh semua pengunjung termasuk guru pendamping. Untuk show robot, kami menyiapkan 6 (enam) pilihan pertunjukan yang dapat dinikmati secara bersama-sama :

Meet & Greet Robot :  Setiap pengunjung dapat berinteraksi dan mengambil foto bersama tokoh robot dan aksinya

Robopark Story : Setiap pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan pertarungan robot melawan dinosaurus. Dalam pertunjukkan ini, narator akan membacakan sebuah alur cerita yang akan membuat setiap peserta penasaran hingga terbawa suasana.

Meet & Greet Dinosaurus : Setiap pengunjung dapat berinteraksi dan mengambil foto bersama tokoh Dinosaurus Rexy dan Rosi.

Dancing Robot : Pertunjukkan dancing ini pasti akan membuat semua pengunjung turut berpartisipasi. Robot dancing ini  bisa bernyanyi, bercerita, dan kungfu. Setiap peserta akan terdorong secara otomatis untuk mengikuti gerakan robot.

Robot Restoran : Pengunjung dapat menikmati snack / lunch serta  menyaksikan pertunjukkan dari robot yang menyediakan makanan dan minuman untuk pengunjung.

Robot Music Show : Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan music show yang dilakukan oleh manusia dan robot.

0 komentar:

Posting Komentar