Jumat, 21 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi ojk



Sebanyak 8 perusahaan telah mengajukan aplikasi izin untuk OJK untuk beroperasi sebagai penyedia platform pembiayaan kolektif atau layanan penggalangan dana melalui penawaran saham berdasarkan teknologi informasi.




Teknologi informasi: Hoesen, Direktur Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menulis bahwa setelah peraturan tentang pembiayaan modal kolektif (ECF) dikeluarkan, perusahaan yang tertarik untuk menjadi layanan implementasi atau Penyedia platform ECF telah dapat mengirimkan aplikasi izin operasi ke OJK.



Baca juga: Sanksi Garuda Indonesia (GIAA) Diputuskan Akhir Juni

Saat ini, telah ada 8 perusahaan yang mengemukakan permohonan izin. Saat ini, kesebelasan OJK sedang melakukan penilaian dan review atas kelengkapan berkas permohonan izin yang dikemukakan kedelapan perusahaan tersebut.


“ECF ini yang dievaluasi oleh OJK ialah platform-nya, atau pihak yang menjadi penyelenggaranya. Nantinya, perusahaan yang inginkan berpartisipasi [menggalang modal] ditata oleh mereka [penyedia platform],” katanya dalam acara sosialiasi pasar modal di Bandung.






Hoesen tak mau mengunkapkan lebih jauh identitas dari perusahaan-perusahaan yang mengemukakan permohonan izin tersebut. Hal yang pasti, pihak yang dapat mengemukakan permohonan izin sebagai penyedia platform mestilah berupa perseroan terbatas atau koperasi dengan molda disetor paling tidak Rp2,5 miliar.



ECF adalahsesuatu yang baru di Indonesia, sampai-sampai belum ada misal sukses yang telah berjalan. Belum tentu seluruh perusahaan yang meminta izin itu akan dikabulkan permohonannya.



Adapun, landasan hukum untuk ECF telah terbit pada akhir tahun kemudian dan diharmonisasi pada mula tahun ini, yaitu POJK No. 37/POJK.04/2018. ECF menyerahkan ruang untuk perusahaan rintisan untuk mendapat  akses pendanaan dari investor publik.



Kedelapan perusahaan yang sekarang mengajukan permohonan izin nantinya bakal berperan sebagai platform lokasi bertemunya penerbit saham, yaitu perusahaan kecil yang memerlukan modal, dengan investor publik yang mempunyai dana guna diinvestasikan.



Platform itu berbasis sistem teknologi informasi atau software digital dan adalahbagian dari pekerjaan usaha jasa finansial di sektor pasar modal.



Kendati nantinya setelah mendapat  izin operasi dari OJK penyedia platform akan beraksi sebagai pelaksana ECF, tetapi peraturan pokok berhubungan dengan sistem penyelenggaran ECF sudah ditata oleh OJK.



Aktivitas urun dana melewati platform ini terbatas maksimal melulu Rp10 miliar guna tiap perusahaan penerbit (emiten) dalam periode penggalangan selam 12 bulan. Urun dana dilaksanakan melalui penerbitan saham oleh perusahaan penerbit.



Penerbit atau emiten mestilah bukan adalahperusahaan publik dengan jumlah pemegang saham tidak lebih dari 300 pihak, serta modal disetor tidak lebih dari Rp30 miliar.



Hoesen belum bisa meyakinkan seberapa lama proses perizinan bakal selesai sampai layanan ECF ini bisa mulai beroperasi. Namun, program ini adalahsalah satu program unggulan OJK guna mendorong percepatan perkembangan ekonomi.



0 komentar:

Posting Komentar