Jumat, 21 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi pada zaman sekarang


Kemajuan teknologi informasi, kepintaran buatan, teknologi tanpa awak, media sosial dan sekian banyak  perubahan sosial, menjadi kendala yang mesti diantisipasi.


Teknologi Informasi - TNI AL, sebagai di antara penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta mengerjakan kajian-kajin guna mendapatkan usulan dan ide-ide berkilauan tentang teknologi alutsista modern, dalam menghadapi kendala dan ancaman yang semakin perumahan tersebut.

Pakar penerbangan dari Institut Teknologi Bandung, Djoko Sardjadi mengungkapkan, keinginan TNI AL untuk membalas tantangan-tantangan itu sudah paling besar. Apalagi ketika ini anak bangsa sudah dapat membuat sebanyak alutsista sendiri laksana kapal selam, roket, pesawat terbang dan pesawat terbang tanpa awak yang sangat unggul dikawasan Asia Tenggara, dan Asia Timur.

Baca Juga: XL Axiata Optimalkan Serat Optik 5G guna XL Home

"Jangan sampai anda tergantung untuk bangsa-bangsa beda persenjataan kita. Kita mesti bikin sendiri," katanya disela-sela Seminar Nasional bertema "Konsep Teknologi Alutsista Modern TNI AL Guna Menghadapi Tantangan Masa Depan", di AAL Surabaya, Selasa (18/6).

Ia berharap, TNI berperan tidak saja sebagai operator tapi pun motivator dan pelaku pengembangan teknologi tersebut. "Kita sudah paling mampu. Tinggal bagaimana koordinasi dalam level tinggi guna mengintegrasikan seluruh potensi ini. Puter kunci kontak dan kita dapat jalan," tegasnya.

Dalam peluang yang sama, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Wisnu Jatmiko menjelaskan, pertumbuhan teknologi yang pesat menuntut pihak militer guna beradaptasi secara cepat dan mengerjakan perubahan besar.

"Pada zaman dahulu, pihak dengan jumlah pasukan lebih tidak sedikit mempunyai peluang lebih tinggi guna memenangkan sebuah pertempuran. Namun pada zaman kini ini, perbedaan jumlah pasukan di pihak lawan bisa dinetralisir atau bahkan diantisipasi dengan teknologi peperangan yang lebih canggih," katanya.

Teknologi canggih, lanjut Wisnu, turut menyerahkan andil untuk menambah strategi pertempuran supaya semakin efektif. "Pertempuran bisa dimenangkan secara tepat guna dan berpotensi meminimalisir korban jiwa," ujarnya.

Dosen Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) ini menilai, ketika ini wibawa sebuah negara disaksikan dari kecanggihan teknologi yang dimiliki. Menurutnya, meskipun untuk sejumlah hal Indonesia masih terbelakang dalam bidang teknologi, tetapi ketertinggalan itu masih dapat diakselerasi.

"Karena dalam pertempuran untuk yang utama perlu kecepatan. Namun dalam skala paling tidak standart TNI sudah lumayan siap, meskipun masih ada sejumlah yang mesti diperbaiki," tandasnya.

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, membubuhkan harapan besar pada TNI AL supaya dapat menghadapi seluruh tantangan dan ancaman yang hadir di masa depan.

"Harapan besar sedang di pundak anda semua, untuk membawa Angkatan Laut anda menjadi lebih tangguh dalam menghadapi seluruh tantangan dan ancaman yang hadir di masa yang penuh dengan kecanggihan teknologi ini," kata Kasal dalam keynote speech-nya yang diucapkan oleh Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (Koorsahli Kasal) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali.

Baca Juga : Pertunjukan Video Mapping & Water Screen Akan Meriahkan HUT Jakarta

Sementara itu, melewati amanat yang diucapkan oleh Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, Gubernur Akademi Angkatan Laut (Gubernur AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto menuturkan, negara Republik Indonesia mempunyai posisi yang paling strategis, ditinjau dari aspek geopolitik dan geostrategis serta menjadi center of gravity dunia.

"Oleh sebab itu, kendala TNI AL kedepan yang semakin perumahan dan dinamis, sebagai akibat perubahan lingkungan strategis serta pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi keangkatan lautan. Di samping itu, diperlukan kemampuan Alutsista yang memadai, pun pentingnya pembangunan teknologi Alutsista moderen TNI AL," tuturnya.

Gubernur AAL menegaskan, TNI AL mesti dapat melindungi Sea Line of Trade (SLOT) dan dapat menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami berharap, acara seminar ini bisa membawa akibat positif untuk peserta seminar, untuk mendapatkan usulan dan ide berkilauan tentang teknologi Alutsista canggih TNI AL dalam menghadapi kendala masa depan," pungkasnya.

Seminar nasional yang diberikan panduan oleh moderator Maria Agustina Mamahit dan dibuntuti oleh mahasiswa dari sekian banyak  perguruan tinggi, Taruna dari Akmil, AAL, AAU dan Taruna Akpol tersebut dilangsungkan menarik dan mendapat tanggapan serius.

Baca Juga : Trimble Dukung Penggunaan Teknologi Di Perkebunan Kelapa Sawit





Pertunjukkan dalam “Make, Innovate, and Robotize in Industry 4.0."dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung tergolong guru pendamping. Bagi show robot, kami menyiapkan 6 (enam) pilihan peragaan yang bisa dinikmati secara bersama-sama :

Meet & Greet Robot : Setiap pengunjung bisa berinteraksi dan memungut foto bareng tokoh robot dan aksinya

Robopark Story : Setiap pengunjung dapat menonton pertunjukkan pertarungan robot melawan dinosaurus. Dalam pertunjukkan ini, narator bakal membacakan suatu alur kisah yang akan menciptakan setiap peserta penasaran sampai terbawa suasana.

Meet & Greet Dinosaurus : Setiap pengunjung bisa berinteraksi dan memungut foto bareng tokoh Dinosaurus Rexy dan Rosi.

Dancing Robot : Pertunjukkan dancing ini tentu akan menciptakan semua pengunjung turut berpartisipasi. Robot dancing ini dapat bernyanyi, bercerita, dan kungfu. Setiap peserta bakal terdorong secara otomatis untuk mengekor gerakan robot.

Robot Restoran : Pengunjung dapat merasakan snack / lunch serta menonton pertunjukkan dari robot yang meluangkan makanan dan minuman guna pengunjung.

Robot Music Show : Pengunjung dapat menonton pertunjukkan music show yang dilaksanakan oleh insan dan robot.


0 komentar:

Posting Komentar