Sabtu, 15 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jogja


Sebanyak 34 advokat dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) dipungut sumpahnya di Pengadilan Tinggi (PT) . Pengambilan sumpah dipimpin Ketua PT Jateng, Dr Hj Sri Sutatiek SH MHum.

Ikut dipungut sumpah advokat dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradin), sampai-sampai total yang dipungut sumpah 95 orang.


Teknologi Informasi - Dalam sambutannya Ketua PT Jateng mengingatkan peran urgen advokat dalam penegakan hukum. Berdasarkan keterangan dari Sri Sutatiek, advokat mesti senantiasa up date pengetahuan dan keterampilan penguasaan teknologi informasi.

"Teknologi informasi berkembang paling cepat, sampai-sampai seorang advokat mesti dapat mengantisipasinya. Bahkan dalam perkembangannya buat surat gugatan dapat lewat aplikasi," ujarnya memberi contoh.

Baca Juga : RI Kejar Pajak Perusahaan Teknologi

Lebih dari itu, Sri Sutatiek mengingatkan tugas dan tanggung jawab seorang advokat yang tidak ringan, yaitu mendirikan keadilan, menjunjung supremasi hukum dan menjunjung kode etik profesi.

"Untuk itulah advokat mesti disumpah supaya tetap mengawal integritas moral dan marwah profesi," ujarnya sambil menambahkan seorang advokatmesti mengimplementasikan isi sumpahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun membandingkan advokat kini dengan zaman dulu. "Dulu tak dapat langsung jadi advokat dan beracara di semua Indonesia, tapi melewati proses pokrol bambu dulu. Berbeda dengan kini yang langsung dapat beracara di semua Indonesia," jelas Sri Sutatiek.

Hal ini dibetulkan Ketua DPD KAI Jateng Theo Wahyu Winarto SH MH CIL yang menuliskan, setelah semua advokat tersebut disumpah maka dapat beracara di pengadilan semua Indonesia. ()

0 komentar:

Posting Komentar