Sabtu, 15 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jember


Kalangan pengusaha teknologi dan informasi (TI) di Jawa Timur optimistis bisnisnya tahun ini bisa tumbuh 15% - 20% seiring dengan tren pengembangan sistem smart city oleh sebanyak pemerintah kabupaten di Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Jatim, Okky Tri Hutomo mengatakan untuk pengusaha TI, momen pemilu tahun ini malah membawa optimisme untuk menambah penjualan khususnya di segmen instansi pemerintahan.


Teknologi Informasi - "Biasanya dengan adanya kepemimpinan baru, ada kepandaian baru yang mengarah pada pertumbuhan yang positif, laksana ada upaya mengarah ke smart city dengan mengerjakan pengadaan perlengkapan komputer, sampai sistemnya laksana e-catalogue," ujarnya,

Dia menyatakan selama ini pasar tersebar guna produk hardware atau komputer sampai software ialah instansi pemerintah dan swasta yaitu sekitar 60% - 70% sementara sisanya 30% - 40% adalah pasar ritel atau end user.


Baca Juga : India Bersiap Luncurkan Pesawat Luar Angkasa ke Bulan, Susul China dan AS

"Nah, sebab besarnya segmen instansi ini, kami yakin, suka tidak suka, mereka bakal memanfaatkan teknologi sebagai program kerja pemerintahan,sebab teknologi ini masih paling seksi menjadi trigger suatu pembangunan," katanya.

Adapun wilayah kabupaten di Jatim yang paling berpotensi untukdikerjakan oleh pengusaha TI yaitu Kediri, Madiun, Ponorogo, Tuban dan Lamongan yang sedang mengarah ke sistem e-government.

"Sedangkan Jember, Malang dan Banyuwangi telah lebih dulu mengembangkan layanan-layanan IT nya," imbuhnya.

Baca Juga : Survei: 86 Persen Pengguna Internet Jadi Korban Hoaks

Okky mengakui, pada tahun lalu, penjualan barang teknologi di Jatimmerasakan penurunan 20% - 30%. Misalnya, satu toko seringkali mampumemasarkan 1.000 unit perlengkapan komputer maupun laptop, namun tahun lalu melulu mampu memasarkan 700 unit.

"Penurunan penjualan ini terjadi sebab menurunya permintaan dari proyek-proyek instansi pemerintahan, khususnya instansi swasta sangatmenyeluruh penurunannya," katanya.

Sedangkan segmen ritel, penurunananya lebih tajam sebab setiap pribadi tidak jarang mengubah atau melakukan pembelian perangkat komputer atau laptop yang baru.

"Kalau pribadi kan tidak tidak jarang kali ganti perlengkapan setiap tahun jadi memang pasarnya paling kecil sekali untuk para pengusaha TI," imbuhnya.

0 komentar:

Posting Komentar