Sabtu, 15 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jadi apa


Perbankan menyatakan telah menyerap sebanyak modal melakukan pembelian barang yang dianggarkan untuk pengembangan digital kendati dinilai masih sedikit.

Direktur IT & Operation PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Andi Nirwoto menuliskan sampai Juni perseroan baru memperhitungkan 17 persen dari Rp500 miliar melakukan pembelian barang modal guna teknologi dan informasi atau TI.


Teknologi Informasi - Menurutnya, dana sebesar Rp85 miliar tersebut telah dipakai untuk inovasi software digital dan kapasitas penyokong digital. Sementara sisanya, pun masih direncanakan guna pengembangan produk digital baru yang rencananya bakal diluncurkan pada Semester II/2019 nanti.
“Kami terdapat perencanaan produk digital yang ketika ini masih dalam proses, sebab ini butuh rancangan yang berbeda. Produknya pasti untukmenyokong bisnis BTN dan diinginkan rilis semester II nanti,”
Sisi lain, perseroan pun masih menyiapkan pembentukan perusahaan venturaguna keikutsertaan dalam produk LinkAja kepunyaan PT Finarya. Saat ini, Andi menyebut, perseroan masih konsentrasi memperkaya merchant ataupartner kerja sama.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans pun menuliskan saat ini serapan melakukan pembelian barang modal TI perseroan masih cocok peruntukannya. Sayangnya dia tak mau merinci jumlah yang sudah diserap.

Sebagai gambaran, pada tahun ini, Bank Mandiri memiliki perkiraan belanja modal IT selama Rp2 triliun.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menulis penyerapanmelakukan pembelian barang untuk pengembangan teknologi dan informasi sebesar 15 persen per Maret 2019.
Tahun ini BNI memiliki perkiraan untuk teknologi dan informasi atau TI sebesar Rp900 miliar. Artinya, selama Rp225 miliar sudah teralokasikan sepanjang tiga bulan kesatu tahun ini.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dadang Setiabudi menuliskan sampai akhir tahun melakukan pembelian barang modal guna TI sudah dan bakal difokuskan pada empat hal.

Baca Juga : Samsung Galaxy A70 Layar Luas Tanpa Bongsor 

Pertama, peremajaan infrastruktur TI. Kedua, penambahan aspek security TI. Ketiga, ekspansi akses e-channel. Keempat, sebagai penyelesaian guna menyokong bisnis digital perseroan baik yang telah berjalan dan yang masih direncanakan.
“Penyerapan kuartal I/2019 telah 15 persen dan masih bakal berlanjut ke depan,” katanya untuk Bisnis belum lama ini.
Dadang menyampaikan di samping pengembangan digital secara internal, perseroan pun masih konsentrasi menggandeng kerja sama dengan perusahaan tekfin. Saat ini selama 600 perusahaan tekfin sudah bermitra dengan perseroan khususnya untuk payment gateway melewati virtual account.
Tahun ini diinginkan jumlah itu masih bakal bertambah. Sementara itu,guna kerja sama dengan perusahaan pembiayaan atau P2P Lending, menurutketerangan dari Dadang, BNI sudah bermitra dengan 40 perusahaan.
Sisi lain, bulan ini perseroan dengan sandi saham BBNI ini masih bakal merampungkan pembentukan perusahaan ventura. Pasalnya, perseroan sudah memperhitungkan Rp250 miliar untuk menyerobot perusahaan tekfin.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menuliskan dalam mengakuisisi perusahaan tekfin, perseroan memerlukan kendaraan yaitu venture capital. Menurutnya, rencana perseroan ini sudah terbesitsemenjak tahun lalu.
Namun, menyaksikan urgensi pada tahun kemudian belum begitu powerful perseroan juga kembali berniat mengimplementasikan pada tahun ini. Apalagi BNI bakal menjadi 20 persen empunya PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) di bawah bendera Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Rencananya kami bakal akuisisi satu fintech dulu, bila melihat timeline pada kuartal II/2019 ini,” katanya.
Anggoro menyampaikan kriteria perusahaan tekfin yang dipilih yaitu harusdapat menjadi pelengkap lini bisnis perseroan yang telah berjalansekitar ini. Dengan demikian, dia tidak memungkiri opsi antara tekfin bidang pembayaran atau pendanaan.

Baca Juga : Mozilla Luncurkan Layanan Browser Berbayar Dengan Fitur Premium, Seperti Apa?

Bagi Anggoro, pengalaman berkolaborasi dengan perusahaan P2P sekitar inipun telah memberi sedikit tidak sedikit gambaran pada perseroan bersangkutan teknik kerja dan sistem bisnis tekfin ketika ini.
Bahkan, dia mengakui tidak sedikit perusahaan tekfin di Indonesia yang mempunyai potensi guna besar di lantas hari sebab model kerja yang diterapkan paling baik.
“Jadi untuk kami tekfin itu dapat jadi new distribution channel yang harapannya bakal meperkuat bisnis terutama segmen konsumer kami,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar