Kamis, 13 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi hotel


PT Hotel Fitra International Tbk sah menjadi emiten ke-13 yang mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Saat kesatu kali dicatatkan, saham Hotel Fitra International melesat 69,61 persen.

Emiten berkode FITT mencungkil 220 juta eksemplar saham atau setara 36,67 persen dari modal ditempatkan dan menawarkan harga Rp 102 per eksemplar saham. Dengan nilai itu, perusahaan pengelola hotel di Majalengka Jawa Barat dapat meraup dana Rp 22,4 miliar.


Teknologi Informasi - Direktur Utama Hotel Fitra International Joni Rizal mengatakan, sejumlah 49 persen dana pendapatan IPO ini akan dipakai untuk mengakuisisi landbank oleh anak usaha PT Bumi Majalengka Permai. Sementara, 30 persen akan dipakai untuk membina convention hall dan sisanya sebagai modal kerja Bumi Majalengka Permai.

“Pencatatan saham ini merupakan tahapan besar, menjadi pilihan investasi untuk investor dan menjadi pendorong perusahaan guna menjadi GCG,” ujarnya usai IPO Hotel Fitra International di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (11/6).

Berdasarkan keterangan dari dia, pembangunan convention hall berkapasitas 500 orang (theatre) dan 1.000 (standing). Adapun target pembangunan dibuka pada Juli 2019.

“Target operasional pada Oktober 2019 dan ketika ini langkah finalisasi desain dan penunjukkan kontraktor,” ucapnya.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia IGD N Yetna Setia menambahkan keputusan IPO ini merupakan tahapan tepat untuk perusahaam. “Kami yakin (listing) menciptakan perusahaan tumbuh, menyerahkan kontribusi tidak saja investor tapi pun perekonomian di Majalengka,” ucapnya.


Direktur Operasional Hotel Fitra International Tomi Tris menambahkan perusahaan tengah menjajaki kerja sama dengan sebanyak hotel di Majalengka. Langkah ini guna menambah kinerja perusahaan.

“Kami bakal melakukan perluasan dengan membina hotel sejenis, memungut alih atau akuisisi (take over) hotel yang tidak jalan, serta mengelola hotel pada sebanyak hotel di Majalengka,” ucapnya.

Tomi menyatakan ada lima hotel ruang belajar melati di Majalengka yang mempunyai kamar di bawah 50. Ke depan, perusahaan bakal membuka kesempatan menjadi operator hotel-hotel tersebut melewati kerja sama manajemen hotel.

“Kita siapkan administrasi dan pengembangan informasi teknologi. Mereka bangun hotel, anda yang kelola,” ungkapnya.

Di samping kerja sama, perusahaan pun berencana membina hotel sejenis di wilayah berkembang. “Kita mengincar kabupaten yang berkembang pariwisatanya, jadi bukan perluasan ke kota besar,” ucapnya.

PT Hotel Fitra International didirikan pada 2014 mulai mengoperasikan Hotel Fitra International pada 2017 dengan 113 kamar. Pada tahun lalu, perusahaan sah mengakuisisi PT Bumi Majalengka Permai dan PT Fitra Amanah Wisata pada bisnis tour dan travel.

Pada tahun ini, PT Hotel Fitra International Tbk menargetkan penghasilan meningkat 112 persen menjadi Rp 17 miliar dikomparasikan 2018 sebesar Rp 8,07 miliar. Adapun pendapatan sampai April 2019 menjangkau Rp 2,7 miliar, atau naik 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menyusul sebanyak penerbangan di Bandara International Kertajati. 

Di samping Kertajati, prospek di Majalengka lumayan bagus sebab adanya Tol Cipali dan akses kereta api dari Jakarta-Cirebon.

0 komentar:

Posting Komentar