Rabu, 12 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi era modern


Brigata Curva Sud (BCS) adalahsalah satu komunitas supporter penyokong PSS Sleman yang tersebar di sekian banyak  wilayah tidak melulu Sleman dan sekitarnya, namun pun seluruh Indonesia.

BCS yang pada tadinya muncul sebagai Ultras PSS, identik dengan atribut serba hitam serta menduduki tribun unsur selatan Stadion Maguwoharjo. Sejak mula keterbentukannya sebagai ultras, BCS tidak cukup begitu dikenal. Hal ini disebabkan BCS melulu mempunyai sedikit anggota saja,diperbanyak dengan kesebelasan yang didukung juga saat tersebut dapatdisebutkan ‘nyaris bangkrut’.

Namun, demi harapan mewujudkan mimpi guna lebih berkontribusi pada PSS, BCS perlahan bangkit. Dengan motivasi ultras dan kreativitas yang mereka miliki, mereka masih solid dan konsisten.

BCS perlahan behasil mengkonversi asumsi negatif tentang ultras yang kalatersebut santer tersiar menjadi support dan simpati. Seiring denganmeningkatnya anggota, BCS terus berinovasi, berkreasi, dan padakesudahannya diterima di hati masyarakat berkat kreatifitasnya di atas tribun.


Teknologi Informasi - Pada akhirnya, kumpulan supporter tribun unsur selatan Stadion Maguwoharjo, BCS semakin berkembang, loyal dan total dalam menyokong PSS Sleman dengan slogannya, “Ora Muntir!”.

Kini, sesudah delapan tahun berdiri, BCS sudah mempunyai lebih dari 250 komunitas. Mereka semakin berkembang dan mempunyai tempat tersendiri di kancah supporter sepak bola Indonesia. Tribun unsur selatan yang berkapasitas selama 8-10 ribu orang juga selalu diisi BCS masing-masing PSS Sleman berlaga di Stadion Maguwoharjo. Bahkan, terdapat yang terpaksa menduduki tribun timur sebab penuh sesaknya tribun selatan.

Tak melulu di Indonesia, nama Brigata Curva Sud bahkan dikenal hingga ke mancanegara. Hal ini diperlihatkan dengan dinobatkannya BCS sebagai The Best Ultras in Asia oleh media internasional Copa90 pada tahun 2017.

Dinobatkannya BCS di posisi puncak susunan ultras terbaik versi Copa90 tidak luput dari peran media official yang dikelola secara profesional oleh BCS. BCS sebagai wadah komunitas mempunyai sekian banyak  akun media sosial resmi laksana YouTube, Twitter, Instagram, dan laman situsweb.

Media bertujuan guna lebih mendekatkan BCS dengan sesama penyokong PSS Sleman melewati pemanfaatan teknologi, di mana pada masa kini ini teknologi adalahhal esensial nyaris di sekian banyak  bidang tergolong informasi dan komunikasi. Di beda hal, BCS bermunculan dan berkembang diketika yang tepat yakni di ketika era Revolusi Industri 4.0.


Baca juga: BCA Imbau Nasabah Tak Pakai VPN Gratis Akses Mobile Banking

Apa tersebut Revolusi Industri 4.0?
Prof. Schwab, seorang ekonom familiar dunia asal Jerman, pendiri sekaligus Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF), ialah tokoh yang menginisiasi konsep Revolusi Industri 4.0.

Dalam bukunya yang berjudul “The Fourth Industrial Revolution”, Prof. Schwab (2017) menyatakan bahwa revolusi industri 4.0 telah mengolah hidup dan kerja insan secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-4 ini mempunyai skala, ruang lingkup, dan kompleksitas yang lebih luas.

Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologis telah memprovokasi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, dan pemerintah.

Bidang-bidang yang merasakan terobosoan berkat peradaban teknologiteranyar di antaranya (1) robot kecerdasan produksi (artificial intelligence robotic), (2) teknologi nano, (3) bioteknologi, (4) teknologi komputer kuantum, (5) blockchain (seperti bitcoin), (6) teknologi berbasis internet, dan (7) printer 3D.


Baca juga: Bolt Tutup, TV dan Internet First Media Tak Terpengaruh

Apa hubungannya dengan BCS?
Di era Revolusi Industri 4.0 ini, BCS sudah memanfaatkan teknologi berbasis internet sebagai sarana untuk mengenalkan sebuah term, “Iki lho PSS!” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Ini lho PSS!” ke semua penjuru dunia.

Dalam media official-nya, BCS pun mempunyai wadah guna berbagi ide, ilmu, dan pergerakan (movement) yang nantinya bakal bermuara untukperadaban PSS Sleman.

Media official yang dipakai oleh BCS ini memiliki pengaruh yang besar terhadap PSS Sleman. Contohnya, BCS memakai Youtube sebagai sarana guna berbagi video dokumenter yang tidak jarang mereka sebut sebagai “Match Ambience”.

Perekaman video guna match ambience tersebut dilaksanakan selama pertandingan dilangsungkan dan diunggah di YouTube setelah melalui fase pengeditan dan filtering. Nantinya, match ambiences tersebut diinginkan dapat menciptakan warganet tertarik untuk menyaksikan aksi BCS di dalam stadion, dan secara tidak langsung memotivasi mereka guna dapatmenyaksikan langsung pertandingan PSS Sleman di stadion.


Baca juga: Coba Deh Penguat Sinyal Wifi yang Bikin Internet Lari Kenceng

Setali tiga uang, urusan ini bisa menyokong finansial PSS Sleman dari hasil penjualan tiket pertandingan. Begitu pula dengan Twitter, Instagram, dan laman situsweb sah BCS yang dimanfaatkan guna berbagi gagasan sesama penyokong PSS Sleman.

Revolusi Industri 4.0 ini membuka kesempatan yang luas untuk BCS guna maju ke arah yang lebih baik melewati pergerakan yang positif. Teknologi informasi yang semakin gampang diakses sampai ke semua penjuru duniamengakibatkan masyarakat bisa terhubung di dalam suatu jejaring sosial.

Dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut, pastinya kreativitas dan pergerakan yang dilaksanakan BCS pun terdengar ke masyarakat luas. Sekali lagi, BCS pada masa kini ini telah mengolah stigma masyarakattentang pendukung sepak bola yang rusuh, rasis, dan negatif.

Kreativitas dan pergerakan yang dilaksanakan BCS ini terbukti sukses untuk memicu masyarakat guna datang ke stadion, pada terutama Stadion Maguwoharjo sebagai homebase dari PSS Sleman. Teknologi informasi di beda sisi pun memberi akibat positif untuk Sleman fans yang berdomisili di luar kabupaten Sleman. Sebagai contoh, dapat anda lihat dari pengakuan teman-teman Sleman Fans Pacitan:

Setidaknya teknologi informasi sudah menyerahkan ruang guna fans mengakses informasi kesebelasan yang dicintainya (baca: PSS Sleman). Hal ini senada dengan tagline BCSxPSS yakni menyebarkan virus PSS ke semua dunia.

Revolusi Industri 4.0 membawa pengaruh yang lumayan masif dalam tubuh BCS sendiri. Di antaranya, yang teranyar di tahun 2019 ialah adanyapengumpulan ulang komunitas BCS yang dilaksanakan secara online. Tujuan dari pengumpulan ulang tersebut sendiri ialah untuk membereskan keanggotaan BCS dan pembaruan jumlah anggota sah serta komunitas yang tidak aktif maupun yang baru bergabung.

Ticketing pun menjadi sasaran pengumpulan dan verifikasi supaya anngota resmi bisa mendapatkan tiket tribun unsur selatan secara online dan pre-sale.


Baca juga: Indonesia Rencanakan Kerja Sama dengan Iran Terkait Vaksin Halal

Beberapa kriteria-syarat pengumpulan ulang BCS sendiri di antaranyaialah mampu memanfaatkan teknologi informasi, yakni dengan cara: mempunyai e-mail komunitas, mempunyai akun Twitter komunitas, danmemenuhi Google Forms untuk yang telah lolos verifikasi.

Syarat pengumpulan dan verifikasi ulang BCS tersebut ialah implikasiperadaban teknologi yang didorong oleh Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 telah tidak sedikit mengganti nilai-nilai dalam sepak bola dan segala urusan yang mengekor sepak bola. Hampir seluruh aspek dalam sepak bola merasakan makeover dampak hadirnya revolusi industri 4.0 mulai dari klub, suporter, dan bisnis dalam sepak bola.

Meskipun di Eropa tidak sedikit istilah against canggih football yangberjuang menolak peradaban dalam revolusi sepak bola, namun dalamprakteknya sepak bola dan segala urusan yang mengikutinya tidak dapat lepas dari revolusi industri.

Dalam sepak bola, anda mengenal adanya Goal-Line Technologi dan VAR (Video Asisstant Referee) yang mencoba menolong kinerja wasit dan mengurangi kekeliruan dalam sepak bola.

Dari sudut pandang suporter, revolusi industri membawa akibat yang berbeda, di antaranya ialah menciptakan tata kelola dalam suportersupaya lebih efektif dan efisien. BCS sendiri ialah dampak nyata dariperadaban supporter di era revolusi industri 4.0.

Contoh nyata laksana yang sudah disebutkan ialah mempermudah verifikasi dan pendataan, menolong mengenalkan program, dan menunjang sekian banyak  informasi secara real time serta dalam urusan ticketing. Semua akibat revolusi industri 4.0 telah membawa BCS menjadi supporter yang adaptif dengan evolusi zaman.

0 komentar:

Posting Komentar