Selasa, 11 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dikelompokkan menjadi 6


Pemanfaatan transformasi digital kini ini telah semakin luas. Seperti halnya transportasi swakendara, pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas produksi (AR), konsep lokasi tinggal digital, dan industri 4.0 berbasis IoT (internet of things).

Berdasarkan keterangan dari ICT Strategy and Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi pemanfaatan itu mempunyai tantangan yang mesti dihadapi. Pasalnya ketika ini sekian banyak  negara di dunia sedang menjalankan transformasi digital untuk menyokong terwujudnya dunia serba cerdas itu.




Teknologi Informasi - Mengutip Laporan Global Connectivity Index Huawei 2018, masing-masing negara dikelompokkan dalam tiga kelompok yang menilai ciri khas transformasi digital yakni pemula (starters), pengadopsi (adopters) dan pemimpin (front runners).

Negara yang masuk dalam kumpulan pemula laksana Indonesia, India, Vietnam, dan Maroko dihadapkan pada permasalahan fundamental dalam transformasi digital yakni infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi(TIK) yang belum memadai.

“Negara pemula ini bakal berfokus untuk menyerahkan akses terhadap Ekonomi Digital yang lebih luas untuk rakyat, sedangkan negara pemimpintelah mulai berkata tentang empiris pemakai, pemanfaatan Big Data dan IoT untuk menyusun masyarakat yang maju dan efisien," kata Rosidi.

Berdasarkan keterangan dari Rosidi, dibutuhkan upaya kolaboratif ekosistem digital dari pemerintah, industri dan masyarakat di negara-negara pemula dalam urusan akselerasi pembangunan infrastruktur yangbakal menjadi basis dalam perwujudan masyarakat digital yang tepat guna dan cerdas.

BACA JUGA : Inggris Terapkan 5G Komersial Awal Juli, Indonesia Masih Belum Siap 

0 komentar:

Posting Komentar