Sabtu, 01 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dan komunikasi kelas 4


Huawei Nova 4 ialah salah satu smartphone langka ketika ini, lagipula di ruang belajar menengah atas yang menjadi incarannya. Itu sebab ia mengangkat lubang kamera yang tertanam di layar. Smartphone semacam ini memang masih dapat dihitung dengan jari, salah satunya seri flagship Galaxy S10 yang telah dijual di Indonesia.

Nova 4 rilis di China pada Desember 2018 dan belum diketahui kapan akan dijual di Tanah Air. detikINET berpeluang menjajal Nova 4 edisi khusus, guna merayakan terjualnya 200 juta unit smartphone mereka di tahun 2018 silam sebagai vendor terbesar kedua di dunia. Berikut sekelumit kesan kesatunya.


Teknologi Informasi - Nova 4 mengangkat material dari kaca dan lumayan besar, namun masih tak terlampau merepotkan dipegang dengan satu tangan. Lain bila untuk mengoperasikan, agaknya nyaris selalu pemakai memerlukan kedua tangannya.

Desainnya sendiri khas Huawei dengan tepian melengkung serta warna gradien berkilauan. Di edisi eksklusif ini, terdapat perbedaan di mana warnanya merah kinclong dan di unsur belakang ada artikel '200 milion Huawei mobile' dengan emblem 2 bintang.

Yang unik perhatian pasti lubang guna kamera depannya yang sedang di sisi kiri atas. Berkat inovasi ini, layarnya tampak lebih penuh dikomparasikan jika menggunakan notch. Huawei mengaku rasio layar ke bodi Nova 4 menjangkau 86,3% sebab adanya lubang kamera.

Mungkin pemakai bakal sering menyimak lubang yang menjadi teknik baru menampung kamera depan ini, namun lama-lama agaknya terbiasa dan lebih tidak mengganggu dikomparasikan notch. Bagi nonton video dengan layar penuh, lubang tersebut juga tidak menjadi kendala.

Nova 4 punya layar IPS LCD lebar seluas 6,4 inch resolusi 1.080 x 2.310 pixel dan kepadatan pixel 398 ppi. Layat tersebut tampak bening dan lapang. Ia sudah menggunakan sistem operasi Android 9.0 atau Pie alias yang sangat mutakhir. Dipadukan dengan user interface khas Huawei, EMUI 9.

Adapun dapur balap ditenagai prosesor Kirin 970 yang merupakan ruang belajar flagship edisi tahun lalu. Diduetkan dengan RAM 8 GB serta kenangan internal 128 GB yang sayangnya tidak dapat diekspansi. Tapi agaknya sudah lumayan besar andai tak dipakai berlebihan dalam menyimpan file.

BACA : Anak Muda, Teknologi, dan Perubahan

Spek yang cukup tinggi tersebut membuat performa Nova 4 mulus-mulus saja. Iakelihatannya masuk ponsel flagship yang nanggung sebab prosesor meskipun powerfulialah keluaran tahun silam, bukan Kirin 980 yang jadi tumpuan Huawei tahun ini.

Kameranya terdapat tiga buah. Versi ini mengangkat kamera utama 48 megapixel, 16 megapixel dan 2 megapixel guna depth sensor. Hasilnya saat diusahakan sekilas, dapat dibilang bagus di sekian banyak  kondisi, walaupun memang dapat dilihat bukan berasal dari smartphone ruang belajar flagship. Berikut sedikit misal hasil potret Nova 4.

Baterai ukuran 3.750 mAh menjadi sumber tenaga Nova 4 yang menyokong isi ulang cepat. Tidak paling besar, namun sudah lumayan untuk menunjang operasi ponsel seharian.

Dari kesan kesatu ini, Nova 4 dapat dibilang sebagai ponsel ruang belajar menengah yang premium. Speknya tidak yang sangat atas, namun lebih tinggi dari sejumlah smartphone mid end. Ditunjang dengan lubang kamera yang merupakan peradaban dari notch, Nova 4 agaknya cocok untuk peminat smartphone yang tidak paling mahal tetapi terasa papan atas.

Di China, Huawei membanderol Nova 4 dengan harga 3.399 yuan atau di kisaran Rp 7,2 juta. Sayang, belum ada firasat ia akan tiba ke negara-negara lainnya.

BACA : Eksploitasi Tubuh Wanita di Era 4.0

0 komentar:

Posting Komentar