Rabu, 08 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi ugm



Teknologi Informasi  - Kebutuhan sehari-hari sekarang dapat dicapai dengan gampang dengan adanya internet dan aplikasi, termasuk melakukan pembelian barang sayur. Hal ini dilirik sekolompok mahasiswa di Universitas Gadjah Mada guna kembangkan software OkeSayur.

Aplikasi ini dikembangkan Nindi bareng dengan Fadlan Hawali, Alvin Novandi, Silvia, Muhammad Fuad Husein dari DTETI FT, dan Donatus Yoga (Sekolah Vokasi), serta Losyiana Luh Jingga (FISIPOL)
Co-Founder OkeSayur, Nindi Kusuma Ningrum, menuliskan ide mula membangun software OkeSayur bermula dari keprihatiannya dengan kepopuleran pasar tradisional yang semakin melemah sebab perubahan gaya hidup modern.
Kebiasaan melakukan pembelian barang turut bergeser ke pasar-pasar modern. Aplikasi inikesudahannya dikembangkan sebagai upaya pelestarian pasar lokal.
“Oke sayur hadir tidak saja untuk menolong masyarakat dalam melakukan pembelian barang sayur dan keperluan dapur. Namun, pun turut mengawal kelestarian pasar-pasar tradisional,” jelasnya pada wartawan ketika Konferensi Pers di Kantor Humas UGM
Ia pun menuturkan sayuran dan sekian banyak  kebutuhan dapur yang ditawarkan dipungut dari pasar-pasar tradisional yang sedang di Yogyakarta dan Klaten. Untuk ketika ini mereka baru menggandeng selama 10 partner pedagang di pasar tradisional. Menyediakanselama 150 produk yang terdiri dari sayur, buah, seafood, daging, bumbu dapur, dan produk organik.

Baca Juga : Sisi Gelap Teknologi dan Informasi: Kurikulum STEM Saja Tidak Cukup

''Terdapat 64 macam sayuran, 39 buah, 40-an jenis seafood, 20-an jenis lauk pauk, sertasejumlah produk organik,'' cerah mahasiswi jurusan Teknologi Informasi Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik (DTETI FT) UGM ini.

Aplikasi yang diciptakan pada akhir tahun 2017 silam ini tadinya baru mencapai konsumen di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Namun ketika ini layanan sudah meluas di Yogyakarta, Sleman, Bantul, serta Kulon Progo.

Saat ini software OkeSayur telah dapat didownload di PlayStore, untuk yang hendak mencoba layanan melakukan pembelian barang sayur online ini. Selain tersebut itu pun dengan mendatangi website okesayur.com dan chatting WhatsApp. Ketika terdapat pesanan masuk, mereka bakal membelanjakan keperluan pelanggan di pasar tradisional lantas menghantarkannya ke konsumen.

''Batas pemesanan maksimal jam 8 pagi guna diantar hari tersebut juga. Apabila pesandilaksanakan setelahnya maka barang belanjaan bakal dikirim kesokan harinya.” tambahnya
Setiap pembeli dapat juga menunaikan belanjaan melewati sistem pembayaran transfer bank. Selain tersebut juga dapat menunaikan langsung ketika belanjaan tiba.

Baca Juga : Website Kecamatan Jangan Vakum, ini Tips Kadis Kominfo Banjar

Lewat software ini juga sukses menghantarkan mereka meraih juara 1 kelompok pengembangan bisnis teknologi informasi an komunikasi pada persaingan nasional Gemastik 2018 lalu.

Nantinya software ini bakal dikembangkan lagi dan memperluas layanan pelanggan tidakmelulu di distrik Yogyakarta dan Klaten saja. Namun pun akan mencapai pasar lokal di daerah-daerah pinggiran yang mampu dicapai konsumen di sekian banyak  daerah.

0 komentar:

Posting Komentar