Rabu, 08 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi

Teknologi Informasi | Ponsel Berfitur GPS Cegah 
Kecelakaan Akibat Swafoto


Teknologi Informasi - Sebagian orang barangkali senang mengabadikan potret diri atau selfie di tempat-tempat tinggi atau berbahaya. Muncul pertanyaan, bagaimana menangkal kematian dampak kecelakaan ketika berswafoto?

Ironisnya, ponsel tersebut sendiri dapat jadi penangkal kematian dampak swafoto, kata dua orang pakar kedokteran.
Ratusan orang telah kehilangan nyawa sebab kecelakaan ketika berswafoto demi unik perhatian semua pengikut atau follower media sosial. Namun teknologi ponsel yang menggunakan tempat global positioning system (GPS) atau mengukur ketinggian, dapat dimanfaatkan untuk menangkal kejadian nahas tersebut, menurut keterangan dari dua pakar itu, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Dalam surat yang diterbitkan dalam jurnal “Wilderness & Environmental Medicine” Dr Gerard Flaherty dan Michael Smith, dua-duanya dari Universitas Nasional Ireland Galway,membicarakan bagaimana ponsel dapat digunakan untuk mengantarkan peringatan keselamatan untuk para pemakai yang berkeinginan berswafoto di lokasi-lokasi yang berbahaya. Misalnya, di ujung tebing.

“Berdasarkan tempat GPS atau elevasi si turis, kami dapat menyarankan barangkali ada ruang untuk menyerahkan pesan-pesan verbal untuk pemakai ketika ponsel mereka dalam posisi kamera, dan memperingatkan mereka bahwa mereka sudah nyaris jatuh,” kata Flaherty dan Smith dalam artikel mereka.

Baca Juga : Potensi Industri 4.0, IndikaEnergy Bangun Bisnis Konsultasi Teknologi

“Dalam kasus-kasus demikian, faedah kamera dapat dinonaktifkan hingga pemakaiberalih dari zona riskan yang dilarang berswafoto,” papar kedua pakar itu.

Berdasarkan keterangan dari penelitian, India ialah negara nomor satu di dunia dengan tingkat kematian tertinggi dampak swafoto. Diikuti oleh Rusia dan AS. Kebanyakan korbanialah para pemuda berusia dua puluh tahunan.

Teknologi ponsel masih terbilang baru untuk mayoritas masyarakat India. Ditambah dengan internet murah, makin tidak sedikit orang India yang mengunggah foto-foto mereka supaya mendapat pernyataan dari rekan-rekannya. Dan ini menjadi salah satu dalil dibalik swafoto yang beresiko, papar Ponnurangam Kumaraguru, lektor madya di Institut Teknologi Informasi Indraprasta di New Delhi.

Kumaraguru dan timnya sedang mengembangkan penyelesaian teknologi untuk menanggulangi masalah tersebut, tergolong Saftie, sebuah software yang menemukan data urun daya darisemua pemakainya yang menandai lokasi-lokasi yang mereka anggap berbahaya.

Dia percaya intervensi-intervensi semacam ini bisa jadi besar dapat efektif. Apalagiandai data yang terkumpul dimanfaatkan oleh software populer laksana Google Maps.

Baca Juga : Kaum Milenial Dobrak Budaya Industri 4.0

0 komentar:

Posting Komentar