Sabtu, 01 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam revolusi industri 4.0


Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong pengembangan Internet of Things (IoT) untuk memperkuat struktur teknologi digital dalam upaya mengarah ke implementasi revolusi industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan bertransformasi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai sebesar Rp 444 triliun pada tahun 2022.

Peluang Indonesia menjadi ekosistem IoT paling besar. Potensi ini jugadapat dilihat dari jumlah pemakai internet di Tanah Air yang lebih dari 140 juta orang. "Intinya, transformasi industri 4.0 ialah kunci berhasil pembangunan Indonesia pada masa mendatang," kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemperin, R Janu Suryanto dalam penjelasan resminya, Senin (6/5).


Teknologi Informasi - Janu menyampaikan, implementasi industri 4.0 pun dinilai bakal mendoron gpenambahan investasi oleh perusahaan, khususnya yang berhubungan dengan pemakaian teknologi terkini laksana IoT. Langkah tersebut dipercayai mendukung penambahan pada produktivitas dan daya saing di sektor manufaktur serta dapat membuat ekosistem inovasi.

Untuk tersebut ia mengatakan, Indonesia jangan melulu menjadi pasar dari ekonomi digital, melainkan pun memanfaatkan pengembangan ekonomi digital tersebut sampai-sampai industrinya semakin tumbuh dan berdaya saing.

Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0,yakni IoT, artificial intelligence (AI), humanmachine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing.

Janu menambahkan, penerapan industri 4.0 adalahupaya untuk mengerjakan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai bertambahnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melewati teknologi informasi dan komunikasi.

Digitalisasi di sektor industri akan membawa perubahan terhadap sistem manufaktur, dengan diprovokasi oleh gelombang teknologi baru, jelasnya. Dalam urusan ini, misalnya, bagian buatan akan merasakan transformasi yang didorong oleh teknologi berorientasi pelanggan. Di samping itu, teknologi tersebut pun menyediakan kesempatan untuk sistem buatan dan model bisnis baru yang fleksibel.

Guna memaksimalkan pemanfaatan teknologi terkini, butuh mengidentifikasi kemampuan baru yang dibutuhkan. "Untuk itu, penting mengerjakan upaya peningkatan keterampilan sumber daya insan (SDM) industri. Pada era transformasi ini, pemerintah telah berjuang keras menyiapkan SDM yang mumpuni dalam menyongsong industri 4.0," tuturnya.

Janu menuliskan, guna mendorong pengembangan SDM industri yang dapat kompeten dalam era digital, Kemenperin terus mendukung sekian banyak  kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat di bidang teknologi.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendukung persaingan pengembanganpenyelesaian IoT bertema “Bosch IoT Hackathon 2019” yang diinisiasi oleh penyedia layanan dan teknologi global asal Jerman, Bosch, yang rencananyadilangsungkan pada bulan Oktober.

"Harapannya, persaingan tersebut menimbulkan ide-ide baru yang kemudiandapat diwujudkan dalam prototipe produk yang siap dipasarkan. Sehingga, event tersebut akan mendorong terciptanya produk-produk dengan kandungan lokal yang lebih besar," paparnya.

Bosch IoT Hackathon 2019 bertujuan menumbuhkan kreativitas dan motivasi inovasi di kalangan digital natives (pemakai perlengkapan teknologi) di Indonesia. Format persaingan ini menantang peserta di ranah IoT guna secara berkelompok saling berpacu merangkai dan mengembangkan gagasan sampai ke model bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar