Jumat, 31 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam rantai pasok


Induk usaha software TikTok, ByteDance sedang berencana merambah bisnis hardware dengan mengembangkan smartphone sendiri. Hal ini pihak yang memahami informasi ini, Financial Times (FT) mengadukan dan dikutip CNBC Indonesia

Bytedance mengenalkan smartphone sendiri karena hendak memperluas cakupan bisnis. Ponsel ini nantinya bakal berisi software buatan Bytedance termasuk software pengumpul berita, video pendek dan game.


Teknologi Informasi - Sumber FT menuliskan pendiri Bytedance Zhang Yiming telah lama berencana memproduksi smartphone sendiri. Ambisi ini telah mulai dikerjakan dengan mengakuisisi sejumlah paten kepunyaan Smartisan, produsen ponsel pintar asal China dan merekrut sebanyak staff yang memahami tentang jenis gadget tersebut.

Bytedance adalah salah satu startup bernilai di dunia. Saat ini valuasinya di atas US$75 miliar. Beberapa pihak meragukan rencana itu akan sukses. Pasalnya, tidak sedikit perusahaan teknologi yang tidak berhasil  berbisnis ponsel produksi sendiri.

Amazon pernah tidak berhasil  dengan ponsel Fire. Facebook tidak berhasil  pada 2013 walaupun menggandeng HTC dan Samsung dengan menawarkan ponsel yang menginstal software buatan sendiri.

Jia Mo, Analis Canalys menebak Bytedance tidak mempunyai celah berkembang di pasar massal sebab ponsel yang dikeluarkan bakal sama saja dengan yang ada ketika ini namun ada peluang dapat menggarap pasar tertentu.
"Mereka tidak mempunyai pengalaman dan kelebihan dalam rantai pasok. Kemungkinan mereka sukses paling rendah," jelasnya.

Wang Xi, Peneliti IDC China, menuliskan pasar perlengkapan keras dalam negeri sangat kompetitif berarti masing-masing pendatang baru mesti membujuk pemakai dengan harga rendah dan konten unik yang dimiliki.

"Jadi andai mereka benar-benar bakal menempuh jalan ini, saya pikir mereka barangkali akan membakar fulus pada tadinya dan mengupayakan untuk memperbaikinya melewati layanan nanti," katanya.

ByteDance menampik berkomentar tentang rumor ini.

BACA : Customer Relationship Management (CRM) Solusi Terbaik Bagi Industri Otomotif

0 komentar:

Posting Komentar