Selasa, 28 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi berbasis internet



TEKNOLOGI  adalah ilmu pengetahuan terapan yang bisa berupa cara ilmiah untuk menjangkau tujuan praktis tergolong di dalamnya borongan sarana untuk menolong pemenuhan keperluan manusia demi kelangsungan dan kenyamanan hidup.

Di abad milenial ini, pertumbuhan teknologi terkini telah mengantarkanuntuk suatu gerbang revolusi industri tingkat lanjut, yaitu revolusi industri 4.0. Dimana mekanisme teknologi ketika ini dikendalikan danbisa dimonitor proses kerjanya secara realtime dengan Computer-Based Algorithm serta pemakai teknologi bisa terintegrasi dengan jaringan internet atau Internet of things (Iot).


Teknologi Informasi - Istilah Revolusi Industri 4.0 ini dipopulerkan di Jerman dan lantas bergema di dunia. Era industri 4.0 terus didiskusikan di Indonesia, terutama berhubungan penerapan dan dampaknya pada masyarakat Indonesia secara luas. Bahkan ketika ini, telah ada peta jalan dan strategi Indonesia untuk merealisasikan revolusi industri jilid 4, yang diberi nama Making Indonesia 4.0. Tentu ini ialah suatu terobosan strategis yangpaling tepat untuk menyerahkan arah untuk pergerakan Industri nasional di masa depan.

Para praktisi teknologi domestik pun mesti bersiap menyambut terobosan ini supaya dapat beriringan mengarah ke pendayagunaan teknologi nasional yang semakin baik. Salah satu format partsipasi dalam program making Indonesia 4.0 yakni ialah secara berkelanjutan menelurkan sekian banyak  produk teknologi paten pribumi Indonesia yang dapat dialami manfaatnya secara global.

Salah satu produk paten teknologi nasional yang ketika ini sedang ramaiialah teknologi software software balancing in-situ turbomachinery equipment yang khusus dibuat untuk semua praktisi Industri. Baik industri hulu laksana industri di sektor energi minyak, gas & batubara, maupun industri hilir laksana industri kimia, industri pembangkit dan industri semen, yaitu “Field Balancing Premium”.

Dengan berhasilnya menemukan surat pendaftaran ciptaan berupa Hak atas Kekayaan Intelektual oleh Direktur Jendral Kekayaan Intelektual dari Kementrian hukum dan Hak Asasi Manusia, maka teknologi “field balancing premium” telah berkontribusi meningkatkan jumlah raihan produk paten yang dikeluarkan di Indonesia.

Baca : Guru di Aceh Didorong Melek Teknologi Informasi

Kita bisa berbangga sebab di Regional Asia Tenggara, Indonesia sukses menghasilkan produk paten terbanyak dengan capaian 2842 paten di tahun 2018, selain tersebut Indonesia sedang di peringkat 45 menurut indeks kekayaan intelektual U.S chamber. Tentu ini adalahmodal yang baik untukmenyokong program making indonesia 4.0 .

Penemuan software Field Balancing Premium sendiri bisa adalahbagian dari adanya upaya pengembangan Start Up Indonesia dan memegang peranan yang lumayan baik dalam arus bagian sejumlah langkah prioritas program making Indonesia 4.0.

Seperti: redesign industrial zone, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM), dalam penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur digital Indonesia, unsur dari ekosistem inovasi danmenyerahkan insentif inovasi teknologi.

Penemuan teknologi Field Balancing Premium bermanfaat sebagai perangkat corrective maintenenance persoalan unbalance pada turbomachinery equipment yang telah disertai dengan visualisasi polar graph dan report form terintegrasi. Yang menjadi istimewa ialah bahwa persoalan unbalance yang dapat ditamatkan tidak melulu untuk ketidakseimbangan pada satu bidang, namun pun pada

ketidakseimbangan di dua bidang sampai-sampai turbomachinery equipmentlaksana turbine, pump, compressor, fan dan blower yang mempunyai jumlah impeller lebih dari 1 (multistage) pun dapatdiselesaikan perhitungansolusi unbalance fault nya.

Teknologi yang sukses dikembangkankesatu kali sebagai produk HKI dari Kota Bontang, Indonesia ini dapat dipakai secara mobile dari smartphone dan hasil pengolahan datanya bisa dikirim melewati internet, cable dan bluetooth keperangkat telpon pintar atau komputer secara cepat.

Kemampuan dalam mengubah input data vibrasi yang dimasukan secaraberdikari dan lantas menghasilkan perintah untuk user guna memasangkan correction weight dengan tempat dan berat tertentu guna menghilangkanpersoalan ketidakseimbangan menjadi konsentrasi fungsi dalam algoritma komputer yang tertanam di dalamnya.

Beberapa pertolongan teknis untuk praktisi industri diantaranya ialah bantuan fitur help mengandung informasi teknik pemakaian aplikasi aplikasi, pertolongan visualisasi berupa polar graph untuk mempermudah user dalam mencerminkan posisi ketidakseimbangan, posisi pengukuran vibrasi, posisi dan besar correction weight mesti di tempatkan. Selaintersebut tersedia juga pertolongan fitur konversi untuk mengolah satuansejumlah besaran yang umum dipakai dalam proses balancing in-situ.

Baca : Perusahaan Kudu Kreatif Pakai Teknologi Digital

Umumnya, kegiatan balancing in-situ turbomachinery dilaksanakan denganongkos sangat mahal melibatkan pertolongan services company sebab pekerjaan tersebut memakai alat berteknologi tinggi yang paling mahal, serta semua pekerja yang melakukannya pun harus tersertifikasi dan berpengalaman. Dengan dikembangkannya software mobile field balancing premium, cara dapat pulang menjadi jauh lebih praktis, insinyur yang bekerja di industri bisa secara mudah mengerjakan perhitungan balancing in-situ melulu menggunakan smartphone atau komputer yang telah terinstalsoftware android ini secara mandiri.

Peralatan yang perlu dilaksanakan balancing tidak perlu dialihkan darilokasi alat itu dioperasikan. Aplikasi ini bisa menjadi pendahuluan teknologi yang berbasis pada revolusi industri 4.0 di bidang turbomachinery engineering di Indonesia sebab sifatnya yang interoperabilitas, transparansi informasi, memiliki pertolongan teknisuntuk user dan memiliki keterampilan mandiri dalam solusi permasalahan unbalance.

Lebih lanjut teknologi ini berbasis android platform yang datanya dapat disimpan dan dikirim lewat jaringan internet, Bluetooth atau kabel. Teknologi yang dikembangkan oleh Nosal Nugroho Pratama adalahsebuah rintisan mula pengantar teknologi yang dapat menyokong usaha praktisi industri nasional dalam penerapan teknologi berbasis ke arah revolusi industri 4.0. Sampai ketika ini sudah didownload lebih dari 1400+ pemakai dari sekian banyak  negara dengan beberapa besar pemakainya berasal dari Amerika Serikat sejumlah 30%, Indonesia 26%, Kanada 6,1 % India 6,1%, Inggris 3,3% dan Jerman 2,2 % serta mendapat apresiasi positif dengan menjaga 5 (Five) stars app category di google play store selama1 (satu) tahun peluncuran perdana.

Aplikasi field balancing premium menjadi software android kesatu di Indonesia untuk pemakaian di smartphone, untuk menolong penyelesaian single plane dan two plane balancing in-situ yang disertai dengan visualisasi polar graph. Dengan kelebihan algoritma solusi balancing in-situ yang telah disederhanakan, software software field balancing premium bakal dapat memberikan pertolongan sebagai “pocket engineering tools” mesti (a must have app) yang perlu dipunyai oleh masing-masing Maintenance Engineer, Plant Engineer, Reliability Engineer, Rotating Equipment Engineer, Machinery Diagnostic Engineer, Experience Mechanic Technician dan semua praktisi industri berhubungan lainnya dengan added value to price ratio yang tinggi.

Sebagai penutup, yang perlu diamati dari gejala ini ialah bahwa revolusi industri 4.0 tidak tidak jarang kali bergantung inovasinya dari luar negeri. Indonesia yang ketika ini sedang panen surplus demografis pemuda paling berpotensi guna menghasilkan teknologi yang mandiri, teknologi yang mengakar powerful dari kebiasaan bangsa.

Dalam bidang turbomachinery engineering juga harus ada motivasi partisipasi inovasi paten dari Indonesia, bukan hanya mengandalkan produk paten dari negara luar. Pemerintah sudah menciptakan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045, ini dibentuk untuk menyelaraskankeperluan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasionalberhubungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi itu, diharapakanseluruh lapisan, khususnya praktisi Industri nasional butuh berinisiatif guna menghasilkan teknologi nasional yang bernilai tambah tinggi.

Alur buatan industri nasional yang sebelumnya masih konvensional lantas secara bertahap dan berkesinambungan perlu dilaksanakan pembaharuansupaya lebih tepat guna dan berbobot | berbobot | berkualitas dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai teknik untuk lebih meningkatkanketerampilan pengendalian dan pantauan mutu kinerja proses produksi, pemeliharaan dan perancangan supaya pada akhirnya bisa lebihmempermudah pekerjaan manusia.


Baca Juga : Microsoft Umumkan Kematian 'Password' di Windows 10

0 komentar:

Posting Komentar