Selasa, 28 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi belajar apa


Sebanyak 32 guru SMA/SMK di Aceh dibekali penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekitar tiga hari. Para guru dan tenaga kependidikan di Aceh itu didorong guna menguasai teknologi informasi seiringpertumbuhan TIK di era revolusi industri 4.0.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, Syarbaini, di hadapan semua guru peserta pekerjaan finalisasi guru terampil TIK di Banda Aceh menyatakan, semua guru dan tenaga kependidikan di erasekarang harus memiliki kebiasaan dan kompetensi TIK antar sesama guru.


Teknologi Informasi - “Tanpa punya tersebut (kompetensi TIK), maka siap-siap anda akan ketinggalan. Oleh karenanya, guru mesti melek IT. Masih tidak sedikit guru yang belum maksimal dalam memakai TIK dalam pembelajaran,” ucapnya mewakili Kepada Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin. Ke-32 guru tersebut berasal dari 10 sekolah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Mereka dibekali TIK dalam pekerjaan yang diadakan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh. Selama tiga hari, Selasa-Kamis (14-16/5), semua guru itu diajar oleh tiga pemateri dari Pustekkom Kemdikbud beserta Duta Rumah Belajar Provinsi Aceh 2019, Qutshalani.


          Syarbaini menuliskan, pertumbuhan TIK yang paling pesat ketika ini menjadikan perangkat-perangkat TIK laksana telepon seluler, tablet, laptop, dan komputer sebagai unsur dari sehari-hari anak-anak. “Dengan meleknya anak-anak terhadap TIK ketika ini, secara tidak langsung berimbas pada proses belajar melatih di sekolah. Hal ini pun meningkatkan frekuensi pemakaian perangkat TIK pada ketika jam pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan TIK dan perubahan kebiasaan masyarakat bisa dijadikan perangkat introspeksi guru dalam pemanfaatan TIK guna pembelajaran, sampai-sampai guru bisa termotivasi untuk mengerjakan pembelajaran yang lebih baik ke depannya.
Kepala Sub Bidang Perancangan dan Produksi Bidang Pengembang Teknologi Pembelajaran Pustekkom Kemdikbud, Abdul Majid menuliskan pekerjaan tersebut untuk menambah kapasitas guru dalam memanfaatkan TIK berbasis radio, televisi, dan film guna pembelajaran.
“Guru diajar membuat video untuk dipakai dalam pembelajaran. Kita pun mengenalkan sejumlah video pembelajaran yang dapat menolong guru dalammerangkai bahan ajar, semuanya terdapat di TV Edukasi,” ujarnya.
          Abdul menyatakan bahwa guru dapat menciptakan video pembelajaran denganteknik merekam suaranya melewati telepon seluler pada ketika mengajar,lantas siswa merekam video guru melatih di depan kelas. Video itu diedit dengan menggabungkan suara yang direkam dan bakal menjadi konten mata pelajaran,
“Sebagai contoh, menggali bahan ekstra materi pembelajaran melewati internet, atau menggali metode proses pembelajaran yang benar. Guru pun dapat menciptakan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) melaluikemudahan internet dan telepon seluler,” sebut Abdul.
Untuk menambah kompetensi guru terampil TIK, kata Abdul, ketika ini Pustekkom Kemdikbud sudah membuat software yang dapat dipakai di sekolah seperti lokasi tinggal belajar (belajar.kemdikbud.go.id) mengandung bahan belajar interaktif, televisi pendidikan (tve.kemdikbud.go.id), dan radio pendidikan (radioedukasi.kemdikbud.go.id).

0 komentar:

Posting Komentar