Rabu, 29 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi cerdas


     Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan pemerintah pusat bakal segera menyiapkan satu kemudahan penyimpanan data-data strategis dan aplikasi-aplikasi yang sifatnya umum guna membantu wilayah dalam membina smart city.
"Pemerintah pusat akan meluangkan masterplan pembangunan smart city guna pemerintah daerah," ungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan dalam acara Opening Ceremony Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, belum lama ini.
Dijelaskannya, tahapan ini dilakukan supaya pemerintah wilayah tidak terbebani dalam menyiapkan infrastruktur teknologi yang dipakai untukmerealisasikan smart city (kota pintar) di daerahnya


Teknologi Informasi - "Teknologi ialah enabler jadi bukan satu-satunya penyelesaian untukmenuntaskan atau membina smart city," kata Semuel.
Dikatakannya, Kominfo sudah menyediakan sekian banyak  infrastruktur untuk menolong pemerintah wilayah di distrik 3T supaya mendapatkan akses internet yang baik melewati Palapa Ring. "Palapa ring ialah suatu proyek pemerintah yang mana menyambungkan seluruh kota dan kabupaten dengan fiber optik. Sementara guna pulau-pulau yang terpencil, akandikenalkan satelit pada tahun 2022," jelasnya.
Menurutnya, urusan terpenting dalam membina smart city ialah mengganti pola pikir. "Mindset ialah yang kesatu bahwa kita hendak merubahteknik kita melayani masyarakat, teknik kita memerintah. Pembenahan sistem perizinan di daerah. Proses-proses yg bertele-tele tersebut harus dihapuskan," katanya.

Baca : Peran Teknologi Paten Asli Bontang di Kancah Era Industri 4.0

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menginginkan inisiatif Kota Cerdas dapat mencapai seluruh isu persoalan kota dan keperluan masyarakat.
Guna mengantisipasi dinamika isu dan mengembangkan solusi persoalan perkotaan, Pemerintah mengembangkan Gerakan Menuju 100 Smart City. "Pemerintah telah memutuskan visi pembangunan Kota Cerdas guna menghasilkan lingkungan perkotaan yang memiliki keawetan lingkungan dandapat menghadapi bencana, secara beriringan dilaksanakan penguatan standar pelayanan kota untuk menyokong kehidupan masyarakat," jelasnya.
Dikatakannya, ketika ini Pemerintah terus mendorong terlaksananya pengembangan Kota Cerdas dengan merealisasikan empat strategi.
Pertama, mendorong pengembangan penerapan sistem informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan wilayah baik dari segi perencanaan maupun penganggaran. Kedua, penyusunan Perda Dokumen Rencana Pembangunan Daerah dengan terlebih dahulu merangkai dokumen KLHS Perencanaan Pembangunan Daerah.
Ketiga, mendorong perencanaan pembangunan dilaksanakan komprehensif dan berbasis pada data dan informasi yang update dan akuntabel. Keempat, mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengerjakan percepatan solusi Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Daerah dalam rangka menyokong pengembangan Kota Cerdas berbasis tata ruang.
Pemerintah telah memutuskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 - 2019. Melalui Perpres, pengembangan kota cerdas ditujukan supaya mempunyai daya saing, berbasis teknologi dan kebiasaan lokal.
Tahapan untuk membina Kota Cerdas dibuka dengan pengembangan perekonomian dengan membina pencitraan kota (city branding) yangmenyokong pencitraan bangsa (nation branding). Kedua, meluangkan infrastruktur dan pelayanan publik melewati pemakaian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ketiga, membina kapasitas masyarakat yang inovatif, kreatif dan produktif.

Baca : Ponsel Canggih Harus Punya Segudang Kemampuan, Ini Contohnya

Pada masing-masing tahap akhir pembangunan Kota Cerdas diinginkan menjadi kesatuan Kota yang berdaya saing berbasis teknologi dengan didukung sinergi kerjasama antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan cocok PP No. 28 Tahun 2018 Tentang Kerjasama Daerah melalui: Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Masyarakat yang cerdas (Smart People), Pemerintahan yang Cerdas (Smart Government), Mobilitas yang Cerdas (Smart Mobility), Lingkungan yang cerdas (Smart Enviroment) dan Peningkatan Kualitas Hidup yang Cerdas (Smart Living).
Keenam aspek itu harus dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi dalam sistem pemberian layanan antara pemerintah, antar badan usaha dan antar instansi pemerintah dengan badan usaha sampai-sampai pemberian layanan yang dilaksanakan untuk masyarakat dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Gerakan mengarah ke 100 Smart City, telah dilakukan secara bertahap dari tahun 2017 dan tahun 2018 yang telah dilakukan pada 75 Kabupaten/Kotamelewati pendampingan penyusunan masterplan smart city. Saat ini, dilanjutkan berpulang kepada tahun 2019 dengan sudah terpilihnya 25 Kabupaten/Kota yang menjadi target Gerakan Menuju 100 Smart City pada tahun 2019.(wn)

0 komentar:

Posting Komentar