Jumat, 17 Mei 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Donald Trump

Donald Trump Deklarasikan Darurat Nasional Ancaman Teknologi Informasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendeklarasikan terpaksa nasional untuk mengayomi jaringan komputer AS dari 'musuh-musuh luar'. Dia menandatangani perintah eksekutif yang secara efektif merintangi perusahaan AS memakai produk telekomunikasi yang dipercayai dapat mengancam Iketenteraman nasional.

Donald Trump Deklarasikan Darurat Nasional Ancaman Teknologi Informasi

Teknologi Informasi - Dilansir dari BBC, Kamis (16/5), dalam perintah tersebut tak dilafalkan nama perusahaan yang mengancam ketenteraman nasional, tapi dipercayai perintah tersebut menargetkan perusahaan asal China, Huawei. Perusahaan teknologi raksasa tersebut menyampaikan pembatasan atas bisnisnya di AS melulu akan membuat kecewa konsumen dan perusahaan-perusahaan AS.

Sejumlah negara, dipimpin AS, dalam sejumlah bulan terakhir menambah perhatiannya terhadap produk Huawei yang bisa dimanfaatkan China untuk pekerjaan mata-mata. AS pun menekan sekutunya guna menghindari jaringan 5G generasi berikutnya dari Huawei

Departemen Perdangan AS sudah memasukkan Huawei dalam 'daftar entitas', sebuah kepandaian yang tidak mengizinkan perusahaan memakai teknologi dari perusahaan-perusahaan tanpa persetujuan pemerintah.

Langkah ini diduga dapat menambah ketegangan antara AS dan China, yang bertambah dalam pekan ini sebab pemberlakukan eskalasi tarif dalam perang dagang. Huawei menjadi episentrum perebutan kekuataan AS-China yang mendominasi politik global dalam satu tahun terakhir.


Berdasarkan keterangan dari pernyataan Gedung Putih, perintah Trump tersebut bertujuan untuk mengayomi AS dari musuh-musuh luar yang aktif dan semakin gencar membuat serta mengeksploitasi kekurangan infrastruktur dan layanan teknologi informasi dan komunikasi. Perintah ini pun memberikan kewenangan untuk Menteri Perdagangan untuk tidak mengizinkan transaksi yang bisa mengancam ketenteraman nasional.

Langkah ini disambut baik Kepala Komisi Komunikasi Federal, Ajit Pai. Ajit mengatakan, ini merupakan tahapan signifikan untuk mengayomi jaringan Amerika. AS pun membatasi pemerintah federal memakai produk Huawei dan menyuruh sekutunya guna tak memakai Huawei.

Huawei menyangkal tudingan AS dan mengaku teknologinya tak berisi ancaman dan independen dari pemerintah China.

"Membatasi Huawei mengerjakan bisnisnya di AS tak akan menciptakan AS lebih aman dan kuat," kata Huawei dalam pernyataannya yang diterbitkan pada Kamis.

"Sebaliknya, ini melulu akan memberi batas AS ke pilihan yang lebih rendah tetapi lebih mahal, meninggalkan AS terbelakang dalam penyebaran 5G, dan kesudahannya merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS," lanjut pengakuan tersebut.


Pernyataan tersebut juga menuliskan pembatasan tak masuk akal pada Huawei memunculkan masalah hukum serius lainnya. Huawei dengan keras menyangkal tuduhan itu.

Pada hari Selasa, Pimpinan Huawei, Liang Hua menuliskan pihaknya mau menandatangani perjanjian tanpa mata-mata dengan pemerintah sekitar pertemuan di London, sebab kekhawatiran atas ketenteraman produk-produknya yang dipakai dalam jaringan seluler 5G generasi berikutnya terus bermunculan. [pan]

0 komentar:

Posting Komentar