Kamis, 16 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi yang dipengaruhi oleh globalisasi adalah




Teknologi Informasi - Pengembangan penelitian yang sekitar ini tersebar di sejumlah institusi dinilai tidak efektif. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sudah mengusulkan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya memusatkan penelitian dalam satu institusi.

Saat ini pengembangan penelitian masih menyebar di sejumlah kementerian dan lembaga sehingga mengakibatkan penelitian yang diciptakan tidak fokus. "Saya sudah ucapkan ke presiden. Riset yang sekitar ini menyebar di kementerian dan lembaga itu dapat di-centralize (sentralisasi)," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir seusai Kongres Teknologi Nasional di Jakarta kemarin.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyampaikan, badan penelitian yang dimaksud bukan berarti mesti membentukan badan baru. Bisa saja penelitian dipusatkan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atau di berikan pengembangannya untuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Nantinya badan itu yang akan menyalurkan riset apa yang mesti dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga lain. "Tidak lagi seperti ketika ini, di mana risetdilaksanakan sendiri-sendiri dan oleh peneliti yang itu-itu saja,’’ ujarnya.

Baca Juga : 3 Manfaat Teknologi Dalam Pekerjaan

Nasir menjelaskan, teknologi yang didapatkan para inovator mesti dapat dimanfaatkan oleh dunia industri. Pemerintah tidak mengharapkan riset yang didapatkan penelitimelulu menjadi koleksi semua peneliti. Sebab, penelitian yang dilaksanakan para periset tersebut sudah diongkosi oleh negara.

Pemerintah tidak memberi batas apakah penelitian tersebut guna kepentingan komersialisasi maupun nonkomersial sebab mau digunakan oleh negara. "Kita maupenelitian ini mempunyai dampak untuk masyarakat. Maka mesti terdapat kongres teknologi supaya inovasi yang telah menjadi teknologi ini dapat dimanfaatkan industri," ucapnya.

Nasir menjelaskan, perlu pun dibangun teaching industry di perguruan tinggi. Sebab, katanya, dengan teaching industry maka industri dapat terlibat bersama-sama dengan kampus guna mengembangkan riset dengan technology readiness level 6 mengarah ke tingkat 7 dan 8. Di sisi lain, semua peneliti diminta tidak memblokir diri dengan ilmu pengetahuan baru. Melainkan terbuka sampai-sampai ada inovasi-inovasi baru yang tercipta.

Di samping itu, Menristekdikti mengimbau semua akademisi guna mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sampai-sampai bermanfaat untuk masyarakat luas. Apalagi Indonesia mempunyai lebih dari 5.400 penelitian yang sudah dipublikasikan. Jumlah ini terus bertambah per Juli lalu. "Riset yang bermanfaat ialah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Mari anda dorong supaya jangan sampaipenelitian berhenti hingga publikasi. Harus inovasi menjadi output,” katanya.

Baca Juga : Disrupsi Fintech di Era Digital Perbankan, Tantangan Tingkatkan "Customer Value"

Kepala BPPT Unggul Priyanto memaparkan, pertumbuhan dunia diprovokasi oleh empat penggerak yaitu populasi, teknologi, globalisasi, dan perubahan-iklim yang semakinmerangsang tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan. Kondisi perekonomian dunia ketika ini mesti menghadapi sekian banyak  ketidakpastian. Di samping adanyasekian banyak  isu geopolitik, pertumbuhan teknologi pun turut memberikan akibat padaevolusi sosial dan ekonomi.
Menanggapi rencana memfokuskan riset di satu badan, pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan menyarankan supaya pemerintah usahakantidak menyusun badan baru. "Memaksimalkan saja peran LIPI, BPPT dan pun Kemenristek Dikti," ujarnya. Said mengatakan, adanya lembaga tunggal justeru tidak dibutuhkan karena bakal menghambat pekerjaan riset yang sudah berjalan. Justru yang pentingdilaksanakan saat ini ialah pengembangan penelitian yang terdapat di perguruan tinggi.

Riset baru dapat berkembang andai terjadi penganekaragaman atau menurut kemahiran peneliti dan minatnya. Dia menjelaskan, biarkan perguruan tinggi yang mengorganisasikan sendiri riset sebab perguruan tinggi memiliki keharusan menegakkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya ialah penelitian.

"Mungkin penelitian di luar perguruan tinggi bisa dikoordinasikan di BPPT dan LIPI tapipenelitian di perguruan tinggi jangan. Biarkan kampus yang mengorganisasikannya," urainya. (Neneng Zubaidah)

0 komentar:

Posting Komentar