Selasa, 14 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam perbankan

Teknologi Informasi | Disrupsi Fintech di Era Digital Perbankan, Tantangan Tingkatkan "Customer Value"

     Perkembangan teknologi informasi di era masa sekarang tumbuh dengan paling pesat. Teknologi mempunyai peranan yang sangat urgen dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Salah satu sektor yang memegang peranan urgen dalam pertumbuhan ekonomi yang sustainable pada era digital ialah sektor finansial dimana salah satunya ialah industri perbankan. Peranan perbankan dirasakan penting sebab perannya dalam mengembangkan ekonomi melewati aktivitasnya dalam menghimpun serta mengalirkan dana di masyarakat supaya iklim usaha dan iklim investasi bisa meningkat.

Sektor keuangan pun adalahsalah satu sektor yang terpengaruh oleh berkembangnya teknologi. Terlihat jelas bahwa strategi yang dipungut oleh banyak sekali pelaku industri perbankan telah mulai berpindah ke strategi digital sebagai strategi yang diimplementasikan pada tingkat strategi korporasi di Indonesia.


     Teknologi Informasi  - Berdasarkan keterangan dari data dari Bank Indonesia, tercatat perkembangan jumlah nominal transaksi duit elektronik bertambah sebesar tidak cukup lebih 290% atau 29 kali lipat semenjak 2012sampai akhir 2018 yang lalu. Hal ini terjadi tidak lepas dari kecenderungan nasabah yangtelah mulai merasakan layanan perbankan berbasis elektronik yang dapat disaksikan daribertambahnya jumlah transaksi elektronik yang dilaksanakan oleh semua nasabah perbankan di Indonesia Berdasarkan keterangan dari Survey Price Water Cooper, sejumlah 44% narasumber dari industri perbankan menuliskan bahwa digital strategy mempunyai tujuan utama guna dapat memperkaya empiris nasabah dan karyawan dalam mengemban proses perbankan yang lebih baik. Diharapkan nasabah serta karyawan bisa melaksanakanpekerjaan perbankan dengan lebih gampang karena ditolong dengan teknologi yang telah berkembang pesat.

Digitalisasi Perbankan

Di samping merevolusi pendekatan yang dipungut oleh semua industri perbankan, berkembang pesatnya teknologi pun merubah gaya hidup masyarakat khususnya dalam memenuhi keperluan keuangannya. Hal ini dominan  pada timbulnya usaha-usaha baru di bidang pelayanan finansial yang berbasis teknologi. Perusahaan-perusahaan pelayanan finansial ini kerap anda kenal dengan sebutan perusahaan fintech. Bank Indonesia mendefinisikan financial technology sebagai hasil campuran antara layanan finansial dan teknologi yang pada akhirnya mengolah model bisnis yang konvensional menjadi moderat, yang dari awalnya bilamana nasabah hendak melakukan transaksi mesti bertatap mukasekarang dapat dilaksanakan secara jarak jauh dengan mengerjakan pembayaran.

Baca Juga : HTC Ungkap Android 9 Pie di Tiga Ponsel

Masyarakat dan pelaku usaha sekarang mempunyai akses ke layanan finansial lebihgampang dari sebelumnya. Fintech memungkinkan pemakainya mendapatkan pelayananfinansial yang lebih mudah sebab menggunakan basis teknologi sampai-sampai pelayananfinansial dapat diakses 24 jam. Perbankan sendiri dapat menyuruh Fintech untuk bekerjasama dalam menyajikan pelayanan keuangan. Proses yang lebih mudah,cepat, dan nyaman menjadikan hal-hal tersebut kelebihan dari perusahaan Fintech dikomparasikan dengan perbankan sebagai perusahaan penyedia layanan keuangan. Oleh sebab itu, Fintech berpotensi menjadi ancaman untuk kelangsungan industri perbankan bilamana industri perbankan tidak beradaptasi guna dapat mengalahkan fintech dan butuh adanya upaya dari industri perbankan untuk bekerjasama dengan perusahaan Fintech. Perbankan sendiri telah mulai beradaptasi dan memanfaatkan peradaban teknologi dan mulai mencoba bekerjasama dengan perusahaan fintech, sebagai contoh format kerja sama di antara bank swasta yang masuk dalam kelompok bank besar dalam perihal penyediaan virtual account guna perusahaan-perusahaan yang mempunyai layanan keuangan isi kantong elektronik sebagaipenyelesaian konsumen dalam memenuhi ulang saldo isi kantong elektronik mereka.

Berdasarkan keterangan dari Survey Price Water Cooper (2018), disrupsi dari fintechmenempati peringkat kedua sesudah resiko teknologi dan ketenteraman yang menantangsemua pelaku industri perbankan guna mengkaji ulang strategi serta reaksi pelaku perbankan dalam menghadapi resiko tersebut. Oleh karena tersebut perbankan mestimempunyai suatu tahapan strategi yang menciptakan perusahaan bisa bertahan di tengah munculnya tidak sedikit perusahaan fintech dan resiko ketenteraman teknologi tersebut..

Loyalitas dan Customer Experience

Salah satu dari teknik memenangkan kompetisi dan memperoleh kelebihan kompetitif padasituasi era digital ialah adalah dengan teknik mempertahankan nasabah yaitu melewati membuat nasabah setia terhadap perusahaan. Digital Banking telah menjadi di antara strategi yang urgen dari semua pelaku industri perbankan dalam mengemban usahanya. Berbeda dengan traditional banking dimana bank-bank masih berfokus pada kelebihan produk yang dijual, digital banking lebih mengedepankan pada mindset berbasis nasabah dalammembuat nilai tambah untuk nasabah. Penyediaan layanan yang berbobot | berbobot | berkualitas dengan praktik digital banking akan menciptakan nasabah menemukan layanan yang dikustomisasi cocok kebutuhannya masing-masing. Proses ini disebut dengan Co-Creation dimana pelanggan pun ikut berkontribusi dalam pelayanan yang dinikmatinya.

Baca Juga : Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen Cegah Radikalisme

Manfaat dari proses ini ialah value yang dibuat oleh penyedia jasa dapat sesuai dengan apa yang ingin diperoleh dari konsumen sebab konsumen pun mempunyai ambil unsur dalam proses penyediaan jasa. Apabila konsumen menemukan apa yang diinginkannya maka iabakal merasa puas dan mempunyai pengalaman yang baik terhadap bank yang melayaninya. Pengalaman-pengalaman baik atau customer experience itu yang seharusnya menjadikonsentrasi utama dari semua pelaku perbankan guna dapat menambah pelayanannyasampai-sampai nasabah menjadi loyal dan terikat/engaged pada bank sampai-sampai bank dapat menjaga posisinya menjadi yang terbaik dalam meluangkan pelayanan di era digitalketika ini.

0 komentar:

Posting Komentar