Sabtu, 11 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jaringan

Teknologi Informasi | Facebook, Jaringan Sosial 
Media Dapat Sorotan Tajam


Salah seorang pendiri Facebook dan mantan rekan asrama Mark Zuckerberg, Chris Hughes, menyerukan pemisahan perusahaan jaringan media sosial terbesar di dunia tersebut dalam satu tulisan opini di surat kabar New York Times, Kamis (9/5). Hughes menyokong sejumlah anggota Kongres yang pun memimpin sikap anti-trust atau anti-monopoli guna memecah perusahaan teknologi raksasa tersebut dan ketentuan privasi federal.



Teknologi Informasi - Facebook sudah menjadi sorotan otorita berwenang pembuat undang-undang di semua duniasebab praktik berbagi data atau 'data sharing,' pernyataan-pernyataan bernada kebencian dan misinformasi di jaringan itu.

“Kita ialah bangsa dengan mengendalikan monopoli, tidak pelu seberap baik niat semua pemimpin perusahaan ini. Kekuasaan Mark tidak pernah terdapat yang seluas ini sebelumnya dan tidak Amerika,” tulis Hughes dalam tulisan opini di New York Times hari Kamis (9/5).

Jaringan media sosial Facebook mempunyai lebih dari dua miliar pemakai di semua dunia. Facebook pun mengendalikan WhatsApp, Messenger dan Instagram; yang masing-masing haridipakai oleh lebih dari satu miliar orang. Facebook melakukan pembelian Instagram tahun 2012 dan WhatsApp tahun 2014.

Kandidat calon presiden Partai Demokrat, Senator Elizabeth Warren, Maret kemudian bertekad guna memecah atau membagi Facebook, Amazon.com Inc. dan Google andai terpilih menjadi presiden nanti, untuk mempromosikan persaingan di sektor teknologi.

“Saat ini perusahaan-perusahaan teknologi raksasa memiliki dominasi yang terlampau besar atas ekonomi, masyarakat, pemakaian privasi kita guna profit, merugikan usaha kecil dan menciptakan inovasi stagnan. Saatnya #BreakUpBigTech,” cuit Warren di Twitter.

Baca Juga : Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen Cegah Radikalisme

Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya sudah menyerukan pembentukan perusahaan-perusahaan media sosial “yang lebih tidak sedikit dan lebih adil” untuk menanggapi diskriminasi yang dilaksanakan Twitter, yang menurutnya diperkirakan karena ia seorang Republikan.

Hughes ikut menegakkan Facebook tahun 2004 di Harvard bareng CEO perusahaan itu, Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz. Ia mengundurkan diri dari Facebook tahun 2007 dan dalam sebuah pengakuan di LinkedIn menuliskan ia sudah mempunyai setengah miliar dolar dalam masa-masa tiga tahun saja.

Facebook belum menanggapi permohonan media guna menanggapi pengakuan Hughes ini.

Dalam di antara dari serangkaian skandal ketenteraman dan privasi yang menghantam perusahaan itu, Facebook dituduh sudah membagi informasi 87 juta pemakainya secara tidak pantas dengan perusahaan konsultasi politik Inggris yang sekarang sudah dibekukan, Cambridge Analytica.

Perusahaan tersebut telah mengerjakan pembicaraan dengan Komisi Perdagangan Federal Amerika FTC guna menyudahi penyelidikan tersebut dan bulan lalu menuliskan mereka memperkirakan akan menerbitkan antara tiga sampai lima miliar dolar untuk menunaikan denda.

Senator-senator faksi Republik dan Demokrat hari Senin (6/5) mengkritisi laporan rencanasolusi masalah di luar hukum itu, dan menyerukan FTC guna mengenakan denda yang lebih banyak dan pembatasan yang lebih ketat terhadap praktik bisnis Facebook. (em)

Baca Juga : Menghadapi Era 4.0, UMY Gelar Business Summit 2019

0 komentar:

Posting Komentar