Sabtu, 25 Mei 2019

Teknologi Informasi | s3 teknologi informasi gunadarma

Teknologi Informasi | Gunadarma pulang cetak ?
doktor di bidang teknologi informasi

Sidang tersingkap program Doktor Teknologi Informasi dilangsungkan di Auditorium Kampus D Gedung 4 lantai 6 Universitas Gunadarma (UG), Depok Jawa Barat, Rabu (12/7). Dalam sidang ini Relly Andayani ST,MM (99215011) menjaga disertasinya yang berjudul 'Pengembangan Algoritma Klasifikasi Kuat Tekanan dan Slump Beton pada Beton Segar.'.

Komite Pembimbing Dosen promotor dalam disertasi ini ialah Profesor Doktor Sarifuddin Mandenda dengan Ko-Promotornya Doktor Ery Prasetyo dan Ko-Promotor Doktor Ir H Muslikh. Kemudian guna Komite Penguji ialah Ketua Profesor Doktor Sarifuddin Madenda dan anggota Doktor Ery Prasetyo, Doktor Ir M Muslikh, Dr Ir Bambang Supriyadi, Prof Margianti, Prof Suryadi Harmanto, Prof Yuhara Sukra, Busono Soerowirdjo, Prof Dr Suryo Guritni, Dr Damrizal Damoerin dan Dr Prihandoko.


Teknologi Informasi - Dalam benang merah sidang calon Doktor Relly Andayani menuliskan bahwa dari ujijajaki terhadap sebanyak citra data visual gabungan beton dan analisi terhadap hasil proses komputer telah didapatkan sebagai berikut. Pertama, kata Relly fitur tekstur dapat dipakai untuk klasifikasi slump dan kuat desakan beton segar. Gabungan algoritma morfologi dan GLCM yang yang diusulkan bisa mengekstraksi fitur tekstur contrast, correlation, energi dan homogeniety dengan baik.

Kedua model pengukuran ciri khas tekstur secara global mengindikasikan hasil yang lebih baik dari model pengukuran lokal. Analisa pada fitur contrast mengindikasikan semakin tinggi powerful tekan, contrast kian kecil berarti tekstur citra beton kian halus. Fitur energy dapat dipakai untuk memisahkan slump pada beton dengan kuat desakan K-175, K-300 dan K-450. Fitur correlation dengan morfologi erosi merfologi dilasi dapatdipakai untuk memisahkan slump beton.

Baca : Pengaruh Internet dan media sosial terhadap usaha mikro wilayah di Indonesia

Ketiga, lanjut Relly cara klasifikasi KNN berbasis fitur tekstur bisa mengklasifikasikan kuat desakan dan slump. Klasifikasi powerful tekan terhadap 72 data citra beton segar menyerahkan akurasi sebesar 0,9444 atau 94,44 persen. Klasifikasi slump terhadap 72 data citra beton segar menyerahkan akurasi sebesar 0,9167 atau 91,67 persen.

Ke empat, kata Relly software program pada pengamalan di lapangan bakal didapat data secara real time dapat menghemat masa-masa pengujian powerful tekan yang seringkali dilakukan pada usia beton 3-28 hari.

Kelima lanjut Relly dengan software yang dihasilkan, tidak perlu diciptakan benda uji tekanan sampai-sampai menghemat material beton serta menghemat ongkos pengujian.


Untuk riset selanjutnya, Relly menganjurkan citra dipungut pada permukaan beton yang lebih luas. Semakin luas citra semakin mudah untuk komputer guna mendefinisikan pola tekstur setiap kuat desakan serta slump. Nilai kuat desakan beton paling bervariasi. Diperlukan data citra pada seluruh mutu beton supaya bisa dibuat software yang dapat digunakan guna mendeksi kuat desakan beton dari bobot yang sangat rendah hingga dengan beton dengan bobot yang sangat tinggi.

Berdasarkan keterangan dari Relly memungut judul disertasi itu adalahdi dunia teknikpaling baru dan belum terdapat yang meneliti.

"Dengan memungut disertasi tersebut saya pikir di dunia teknik tersebut sangat baru sekali belum terdapat yang menganalisis bahkan jadi saya harapkan software yangdidapatkan akan menjadi perintis dan digunakan luas di semua dunia," kata Relly usai sidang terbuka.

"Sidang ini berat namun menyenangkan, saya alumni ke 107 Doktor Teknologi Informasi," dia menambahkan.

Baca Juga : Kominfo Buka Beasiswa Pelatihan Teknologi untuk 1.000 Orang

0 komentar:

Posting Komentar