Kamis, 23 Mei 2019

Teknologi Informasi | peralatan teknologi informasi zaman modern

Teknologi Informasi | Petani Indonesia Bakal Bergaya 
Modern Berkat Teknologi Kekinian

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengerjakan pendampingan untuk petani di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, dalam menggunakan software analisis data berbasis Internet of Things (IoT) dan Geographic Information System (GIS).

Melalui software yang terhubung dengan perangkat sensor tanah dan cuaca, Nizam Waham selaku Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika berharap supaya para petani dapat meningkatkan hasil produksinya.


Teknologi Informasi - "Targetnya dapat menambah produktivitas petani. Meski dalam implementasi ada kendala kecukupan luas lahan area pertanian guna pertanian presisi,keterampilan petani dan penyuluh guna menginput data pertanian presisi, serta pembiayaan investasi infrastruktur pertanian presisi,” ungkap Nizam melalui penjelasan resminya pada Senin (28/1/2019).
Alat sensor tanah dan cuaca yang sudah diserahterimakan akhir Desember tahun kemudian itu diinginkan mampu menyerahkan rekomendasiberhubungan proses buatan pertanian. Mulai dari masa-masa pemupukan atau pengairan yang tepat, jenis pupuk yang dibutuhkan, sampai memprediksi bisa jadi terjadinya serangan hama ketika terjadi penurunan suhu atau pergantian musim.

Acara bertema Pendampingan Penggunaan Alat Sensor Tanah dan Cuacatersebut sendiri dihadiri oleh 11 kepala dukuh/kepala desa, Penyuluh BPP Kecamatan Ponjong, serta petani dan Gapoktan di distrik tersebut.

Kemkominfo menemani dan mengajar para peserta supaya bisa menyimak dan menindaklanjuti hasil rekomendasi dari perangkat tersebut melewati ponsel berbasis Android.

Sementara itu, sokongan yang diserahkan Kemkominfo ini adalahbagian dari upaya pemerintah dalam merealisasikan inisiatif digitalisasi pada sektor pertanian. Petani dapat memanfaatkan software yang dikembangkan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) tersebut melalui ponsel.

Bahkan, melalui software RiTX Bertani yang bakal diluncurkan Maret 2019, petani dapat memanfaatkan fitur tanya jawab pertanian seputarpersoalan hama dan penyakit melalui software chatbot.


Baca Juga : Huawei Masuk Daftar Hitam AS, Musibah untuk Rantai Pasokan Global

0 komentar:

Posting Komentar