Selasa, 21 Mei 2019

Teknologi Informasi | jurnal teknologi informasi respati


     Sekelompok mahasiswa UGM yang terdiri dari Sekar Risdipta Savitarasmi, Meilisa Khoiriya, Raka Permana Adlin Putra dari Fakultas Kedokteran, Sri Wening Kurniajati dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Wahyu Setyaning Budi dari Fakultas Teknologi Pertanian mengaku merasa cemas perihal prevalensi obesitas di Indonesia yang termasuk tinggi. Mereka takbermukim diam. 


Teknologi Informasi - Kekhawatiran tersebut memotivasi pengembangan ‘Sukata’, produk susu kacang tanah yang menurut keterangan dari penelitian mereka bisa dikonsumsi sebagai pilihan penanganan obesitas. Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2013 menulis prevalensi obesitasmenjangkau 8,8 persen pada anak umur 5-12 tahun, 2,5 persen pada remajaumur 13-15 tahun, 1,6 persen pada remaja umur 16-18 tahun, dan 15,4 persen pada orang dewasa. Ini memprihatinkan. Sebab, obesitas dapat menjadi hal risiko timbulnya sebanyak penyakit laksana hipertensi, diabetes melitus tipe 2, serta masalah sosial dan psikologis. Berdasarkan keterangan dari pemaparan Desty Ervira Puspaningtyas, dosen ilmu gizi di Universitas Respati Yogyakarta, penambahan kadar glukosa darah (gula darah) yang mengakibatkan potensi obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus bisa ditekan dengan mengkonsumsi kacang tanah. “Keunggulan dari kacang tanah ialah rendahnya indeks glikemik sampai-sampai tidakmengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah,” 
     kata Desty untuk Tirto. Konsumsi kacang tanah secara reguler pun mampu mengontrol berat badan. Orang-orang yang memakai kacang tanah dalam terapi dietnya terbuktidapat meningkatkan konsumsi harian serat. Konsumsi serat secara lumayan (25-30 gram sehari) dapat menurunkan asupan energi harian. Kandungan protein pada kacang tanah menurut keterangan dari Desty pun berperan sebagai pengontrol berat badan. Ada proses termogenesis yang lebih tinggi dari protein dikomparasikan dari karbohidrat atau lemak.


      Di samping itu, kacang tanah adalah sumber protein nabati yang kaya bakal lemak tidakbosan ganda. Rasio asam lemak tak bosan ganda yang tinggi terhadap lemakbosan juga dapat meningkatkan efek termik makanan. Protein pun berperan dalam menambah rasa kenyang. Hal ini disepakati oleh Sekar Risdipta Savitarasmi, ketua developer Sukata. Ia menuliskan obesitas terjadidampak nafsu santap yang tidak terkendali. Hasrat atau kemauan makan tersebut ditata oleh otak, tepatnya pada nukleus arkuata unsur dari hipotalamus yang bakal menghasilkan hormon serotonin. Hormon serotonin ini memiliki faedah menurunkan nafsu santap dan penginduksi kepuasan makan. “Hormon serotonin diprekursori oleh asam amino triptofan. Sementara sumber asam amino triptofan ini gampang ditemukan pada kacang-kacangantergolong kacang tanah,” jelasnya, Rabu (12/7/2017) di UGM, laksana dikutip situsweb sah UGM. Hubungan serotonin dan obesitas iniditerangkan juga oleh Gregory Steinberg dari McMaster University's Michael G. DeGroote School of Medicine. 


     Ia mengaku ada dua jenis serotonin yang diketahui menata metabolisme tubuh manusia. Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di Natural Medicine, ia menyebutkanterdapat 5 persen serotonin yang dominan besar terhadap mood dan nafsu makan, dan 95 persen sisanya berperan dalam menata obesitas. Bagiansangat besar ini yang dinamakan sebagai serotonin perifer. Serotoninialah penekan nafsu santap alami. Bahan kimia benak yang powerful inimemberi batas nafsu santap dan memblokir nafsu makan. Itu menciptakan kita merasa puas walau perut tidak kenyang. Hasilnya ialah makan lebihtidak banyak dan efek jangka panjangnya menjadikan berat badan menurun.
Penelitian tentang serotonin sebetulnya telah dilaksanakan lebih dari 30 tahun yang kemudian oleh peneliti MIT, Richard Wurtman, M.D. Iamengindikasikan bahwa triptofan, blok bangunan serotonin, dapat masuk kebenak setelah makan. Mahasiswa dari UGM yang menjalani pengembangan susu Sukata, menyebutkan dalam hasil penelitiannya bahwa dalam kacang tanah (Arachis hypogaeae L.) ada asam amino triptofan lumayan tinggi. 100 gram kacang tanah berisi 250 mg asam amino triptofan yang dapat mengurangi nafsu makan. 


     Hal ini yang melatarbelakangi mereka untuk mengerjakan penelitian lebih mendalam guna mengkaji peran susu kacang tanah terhadapbuatan dari molekul serotonin. Untuk memperlihatkan efek susu kacang tanah dalam menurunkan nafsu makan, dilakukanlah eksperimen terhadap 30 ekor tikus Sprague Dawley. Susu kacang tanah diserahkan melalui sonde oral pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan tinggi fruktosa. Inidilaksanakan untuk menginduksi obesitas pada tikus. Setelah 25 hari perlakuan, dilaksanakan pengambilan plasma darah tikus untuk menyaksikan kadar serotonin yang selanjutnya bakal dianalisis. “Hasilnya,peningkatan berat badan pada kumpulan tikus yang diberi perlakuan Sukata lebih sedikit dikomparasikan dengan tikus yang tidak diberi perlakuan,” jelas Sekar. Pada kumpulan tikus yang diberi perlakuan Sukata pun mengalami penurunan nafsu makan. 
     

     Hal ini memperlihatkan bahwa Sukata dapat menolong mencegah terjadinya evolusi berat badan secara berlebihan yang dapat merangsang terjadinya obesitas. Di samping itu, serotoninpun berperan dalam penataan mood alami. Serotonin dapat menciptakan kita merasa stabil secara emosional, kegelisahan menjadi berkurang, lebih tenang, bahkan lebih konsentrasi dan energik. Dalam 15 gram kacang tanah ada kira-kira 30 persen protein. Kacang tanah pun adalahsumber serat alami, sumber vitamin dan mineral (asam folat, vitamin E, niasin, tiamin, vitamin B6, riboflavin, tembaga, fosfor, magnesium, besi, kalium, seng, dan pun kalsium). Di Amerika Serikat, kacang tanah disinggung sebagai kacang yang sangat popular. Kandungan minyak dan gula alaminya yang tinggi, dan harga produksinya murah. Dalam suatu wawancara dengan Food Navigator USA, presiden National Peanut Board menyatakan potensi satu produk olahan kacang tanah yang dapat dikembangkan petani, yakni susu kacang tanah. Pengembang susu kacang yang ada, kata presiden NPB,berjuang mencapai faedah yang sama laksana susu almond sebagai pengganti susu sapi. Itu berarti tidak terdapat rasa kacang yangpowerful dan tekstur lembut guna membuatnya serupa seperti lemak dan gula dalam susu biasa. Pembuatan susu kacang tanah ini tidak melulu menjadi solusi menangkal terjadinya obesitas di Indonesia dan dunia.

    
 Sekar sebagai ketua riset Sukata mengaku pemakaian kacang tanah inipun mendukung penganekaragaman olahan pangan fungsional berbasis kacang tanah yang masih paling terbatas dan belum dikenal masyarakat secara luas. “Susu kacang tanah ini dapat menjadi penyelesaian untuk menangkal terjadinya obesitas di Indonesia dan menjadi produk pilihan diversifikasi olahan pangan dari bahan kacang tanah," tambah Sekar. Menanggapi risettentang pencegahan obesitas tersebut, Desty, dosen yang pun pernahmenuntaskan kuliahnya di Minat Gizi dan Kesehatan UGM tersebut mengaku bahwa ada sejumlah hal yang musti diperhatikan. “Tentunya urusan ini masih butuh kajian lebih luas, Mbak. Pertama, anda harus pulang ke manajemen terapi obesitas dahulu,” kata Desty untuk Tirto. Manajemen utama yang biasa diterapkan pada klien obesitas ialah manajemen diet dan olahraga. Adapun manajemen diet yang Desty maksud ialah konsumsi energi, konsumsi karbohidrat simpel (seperti permen, gula, sirup) dibatasi, konsumsi karbohidrat perumahan lebih diutamakan, konsumsi sayur dan buahmasing-masing hari, dan konsumsi sumber lemak cocok anjuran.


“Misalnya gula. Jika ya, seberapa tidak sedikit penambahannya? Mengingat diet dari pasien obesitas ialah mengatur jumlah gula simpel dalam tubuh. Dimana ajakan konsumsi gula yang aman berkisar 5-10 persen dari total energi,”

0 komentar:

Posting Komentar