Selasa, 21 Mei 2019

Teknologi Informasi | jurnal teknologi informasi nasional


Tranformasi digital menjadi dalil perbankan untuk menambah investasi di bidang teknologi informasi. Pemerintah pun mempercayai perubahan zamanialah keniscayaan, sampai-sampai perlu segera mungkin direspons oleh industri perbankan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, BCA paling serius merespons keperluan milenial melewati transformasi teknologi. Menurutnya, BCA menerbitkan investasi Rp 5,2 triliun guna 2019 khusus guna Informasi Teknologi dan Digital.
"Kita sedangkan kerja sama lokal dengan Gopay. Jadi, dari Rp 5,2 triliun, sebesar Rp 1,8 triliun guna menjalankan program yang telah ada, sebesar Rp 1,7 triliun guna pengembangan," kata dia di sela Indonesia Bank Expo (IBEX) 2018 di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (15/11).


Teknologi Informasi - Dana guna perawatan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan yang ada. Di samping itu, BCA pun menyiapkan guna investasi baru, laksana teknologi Quick Response (QR) Code. Menurutnya, BCA masih memperlajari sistem itu mulai dari aspek legal, risiko, sampai keamanannya.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Indra Utoyo mengatakan, BRI juga lumayan agresif guna mengembangkan transformasi digital sebesar tujuh persen dari total pengeluaran. Menurutnya, BRI akan konsentrasi pada sejumlah aspek.

"Fokus digital BRI ke depannya ialah optimasi sistem yang telah ada, jadi lebih simpel, operasi anda jauh lebih optimize, segala yang manualbakal hilang, modelnya digital bank," kata dia.

BRI meningkatkan perkiraan untuk teknologi informasi sebesar 10 persen dari tahun ini guna 2019 selama Rp 3,5 triliun. BRI pun menyambut upaya kolaborasi dengan sebanyak pihak sebagai sarana transformasi, laksana dengan fintech dan start up.

Saat ini, BRI sudah bekerja sama dengan Investree. Indra mengatakan, perusahaan bakal membuka kesempatan-kesempatan baru, dengan bank sebagai platform atau wholeseller lender dan fintech atau start up yang menjalankan faedah operasional.

Baca Juga : 5 Teknologi Canggih Ini Sudah Lebih Dulu Dimiliki Hewan

Namun, secara umum, investasi teknologi BRI beberapa besar untuk modernisasi infratstruktur, core banking, digital bank, sampai big data dan cloud. Dalam masa-masa dekat, tambah Indra, BRI pun akan terdapat kerjasama dalam bidang big data.

"Jadi menciptakan scoring jauh lebih efisien, data diperkaya guna sistem teknologi lanjutan, laksana artificial intelegence (AI)," katanya.

AI akan dipakai untuk pre-detection, jadi gejala transaksi anolami langsung diblok dan dapat diantisipasi sebelumnya. Terutama,permasalahan berat guna scoring. Semakin kaya data yang didapatkan makabakal mudah mengerjakan penilaian. Di samping itu, guna teknologi robotik dan chat bot akan dipakai untuk kegiatan yang repetitif.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengucapkan Mandiri menyiapkan selama 200 juta dolar AS atau selama Rp 3 triliunguna investasi teknologi informasi tahun 2019. Dana itu meningkatselama 30 persen dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar 150 juta dolar AS.

"Pertama, akan dipakai salah satunya guna pengembangan server, jaditerdapat perluasan dari segi kapasitas, capability server, kedua guna aplikasi-aplikasi baru digital bank," katanya.

Pendanaan itu datang dari internal perusahaan. Ia menambahkan, server yang bakal diperkuat sedang di dalam negeri. Mandiri pun sedang menjajaki pembangunan cloud. Jika dapat membangun private cloud yang aman maka sistem bakal pindah ke sana.

Baca Juga : Kemenperin Harap IKM Otomotif Terapkan Teknologi 4.0

0 komentar:

Posting Komentar