Selasa, 21 Mei 2019

Teknologi Informasi | informasi teknologi otomotif


Kementerian Perindustrian menyuruh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif guna lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam upaya menambah produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

Apalagi, menurut peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif sebagai di antara sektor yang bakal menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0.



Teknologi Informasi - Untuk itu, kami mengadakan program pembinaan dan pengembangan sumber daya insan (SDM) yang kompeten serta pemanfaatan teknologi terkini untuk pelaku IKM komponen otomotif. Tujuannya untuk menambah daya saing mereka baik di kancah dalam negeri maupun global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsihketika Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif di Jakarta, Selasa, (14/5/2019).

Berdasarkan keterangan dari Gati, pekerjaan lokakarya ini adalahupaya konkret Kemenperin dalam mendongkrak keterampilan IKM komponen otomotifterutama dalam kesiapan menginjak era industri 4.0. Di samping itu, IKM komponen otomotif domestik berperan urgen terhadap rantai pasok guna memenuhi keperluan produsen skala besar di Tanah Air dan pengoptimalan pada kandungan lokal.

“Dalam workshop ini, IKM komponen otomotif diluncurkan lebih dalamtentang tools IoT dan ERP serta ditolong dalam menilai tools yang tepat sebagai prioritas guna diterapkan dalam proses produksi,” paparnya.

Lokakarya satu hari tersebut dibuntuti lebih dari 50 pelaku IKM komponen otomotif yang adalahanggota dari Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK), Koperasi Perkampungan Industri Kecil (KOPIK), Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Asosiasi UKM Pendukung Industri (AUPI) serta IKM komponen otomotif lainnya di lokasi Jabodetabek.

Baca Juga : 5 Ponsel dengan Kamera 48 MP di 2019

“Workshop ini juga dilakukan untuk menginformasikan INDI 4.0 dan hasil assessment yang telah dipenuhi oleh IKM komponen otomotif tentang tingkat kesiapan mereka dalam mengarah ke industri 4.0. Pada workshop ini juga dikatakan rencana pilot project implementasi industri 4.0 untuk IKM komponen otomotif,” ungkap gati.

Berdasarkan keterangan dari Gati, eksistensi IKM komponen otomotif sebagai pemasok yang memproduksi komponen maupun aksesoriskendaraan, dinilai perlu mengisi standar kualitas Agen Pemegang Merek (APM). “IKM kita pun saat ini telah memperlihatkan kemampuannya dalam berinovasi danmengerjakan pengembangan produk guna dapat diserap APM,”imbuhnya

Kemenperin mencatat, pada tahun 2018, buatan kendaraan roda empat atau lebih dari industri otomotif di Indonesia telah menjangkau angka 1,34 juta unit, dengan total unit penjualan di domestik sebesar 1,15 juta unit.

“Agar industri otomotif anda semakin kompetitif, maka tingkat komponendomestik perlu ditingkatkan. Hal ini bakal membuka kesempatan lebih luas untuk IKM guna mengisinya, terlebih bilamana didukung denganpenambahan produktivitas melewati implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi,” tuturnya.

Gati berharap, melewati lokakarya ini, pelaku IKM nasional dapat mendapat  pemahaman berhubungan konsep industri 4.0 dan pun memperoleh informasiteranyar mengenai situasi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, ketika ini beberapa software industri 4.0 memungkinkan guna diterapkan oleh pelaku IKM sekaligus mengerjakan self-assessment atas kesiapannya menyongsong industri 4.0.

“Semoga melalui pekerjaan ini dapat membawa kemajuan untuk perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya untuk penguatan IKM komponen otomotif melewati implementasi industri 4.0,” pungkasnya

Baca Juga : Google Akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei

0 komentar:

Posting Komentar