Senin, 20 Mei 2019

Teknologi Informasi | informasi teknologi elektronik

Teknologi Informasi | Dinilai Lebih Efisien, 
Pemilu Elektronik Cegah Peretasan

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengucapkan poses pengambilan suara dalam pemilihan umum (pemilu) elektronik terhindar dari peretasan atau pembobolan komputer/laptop sebab e-voting tidak tersambung dengan jaringan apa juga (offline).

"Dalam proses pengambilan suara (komputer/laptop) tidak tersambung ke jaringan apapun," kata Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik BPPT Andrari Grahitandaru untuk Antara usai simulasi pemilu elektronik di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat.



Teknologi Informasi - Dia menuliskan perlu dicerna bahwa peretasan terjadi saat komputer/laptop sedang di dalam jaringan (online) atau terhubung dengan jaringan tertentu.

Untuk implementasi pemilu elektronik, dibutuhkan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU)untuk mendorong pelaksanaannya secara lengkap mulai dari verifikasi elektronik,pengambilan suara elektronik, penghitungan dan ekspedisi hasil suara elektronik.
Andrari menuturkan teknologi pengambilan suara elektronik (e-voting) memudahkan pemilih dalam memilih dan lebih tepat guna karena tidak membutuhkan lembaran kertas surat suara, dan mencukur waktu guna pembagian kertas suara, pelipatan dan pemasukan surat suara ke kotak suara.

Jaringan hanya diperlukan pada saat ekspedisi hasil pengambilan suara dari tempatpengambilan suara langsung ke Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum.

Jika tidak terdapat jaringan WIFI maka dapat menggunakan modem yang ditempel pada komputer pengambilan suara, sehingga dapat langsung mengirim hasil pengambilan suara tepat masa-masa (real time) untuk KPU.

Proses pengirimannya dilangsungkan singkat, sampai-sampai kecil bisa jadi ada peretasan. Jika sekalipun terdapat gangguan, maka dapat dilacak pengganggu lewat jejak digital sebab saat ini teknologi telah semakin modern dan kesebelasan siber pemerintah pun semakin kuat.

Sama seperti semua konsumen se-Indonesia yang mengerjakan transaksi dalam jaringan (online) di sekian banyak  anjungan tunai berdikari secara bersamaan, dan tidakmerasakan masalah bakal hal itu. Demikian pula dengan implementasi proses pengambilan suara dan ekspedisi hasil pengambilan suara.


Ketika proses pengambilan suara selesai, maka akumulasi hasil pengambilan suara di TPStersebut langsung terekam dan bisa dicetak langsung melewati printer yang terhubung ke komputer, sampai-sampai tidak terdapat indikasi "human error" laksana yang dikhawatirkan pada proses input manual ke sistem informasi penghitungan suara (Situng). Apalagi, identitas penginput data tidak dapat dipertanggungjawabkan sebab tidak terdapat tanda tangan digital ekspedisi hasil pengambilan suara.

Pengiriman penghitungan suara elektronik yang dikembangkan BPPT bertolak belakang dengan sistem informasi penghitungan suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum. Pada situng, hasil penghitungan suara yang sudah dihitung manual dan yang tercantum di eksemplar isian C1 plano diinput oleh petugas ke Situng. Dikhawatirkan dalam proses input data C1 plano itu, ada kekeliruan penginputan data oleh insan ("human error").

Baca Juga : Teknologi 5G Dikhawatirkan bakal Kacaukan Sistem Prakiraan Cuaca

Sebelumnya, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari menyatakan proses penghitungan pendapatan suara pemilu dilaksanakan secara manual mulai dari tempat pengambilan suara (TPS) oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tingkat desa/kelurahan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), di kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kabupaten-kota, KPU provinsi sampai terakhir KPU RI.

Hasil penghitungan pendapatan suara di TPS akan disalin dalam Form C1, yang kemudiandikoleksi ke tingkat kecamatan dan kabupaten guna dipindai dan diunggah ke sistem informasi penghitungan suara atau Situng.

Sementara, pada pemilu elektronik, hasil pengambilan suara elektornik dapat langsung dikirim dari TPS ke KPU. Formulir plano hasil penghitungan suara yang bertanda tangan digital pun dapat diunggah langsung dari TPS melewati handphone android, sampai-sampai dapat dipertanggungjawabkan dan diketahui petugas yang menginput data hasil pengambilan suara.

0 komentar:

Posting Komentar