Senin, 20 Mei 2019

Teknologi Informasi | aplikasi teknologi informasi 1


Kebutuhan bakal darah yang tinggi di masyarakat, tidak berbanding lurus dengan jumlah pendonor darah, pasti akan jadi masalah pada permasalahan medis yang memerlukan transfusi darah. Berlandaskan urusan tersebut, digagaslah software donor darah.

Give Blood Community berkolaborasi dengan Lakpesdam PC NU Kota Tasikmalayamelangsungkan Tadarus Teknologi, dengan tema Menciptakan Inklusi Social Impact Melalui Inovasi Teknologi Informasi. Bertempat di Kantor Lakpesdam, Jl. Situ Gede No.51 Selaawi Tasikmalaya, Sabtu (18/05/2019). Kegiatan ini bertujuan guna mendorong inovasi digital seperti software donor darah 'Give Blood App" untuk kalangan muda di Tasikmalaya.


Teknologi Informasi - Salah satu pengurus Give Blood Community, Zulkarnain Lubis dalam pemaparannya mengatakan, anak muda di tahun 1990-an bersaing untuk mereformasi birokrasi, sementara anak muda ditahun kini lebih tidak sedikit berkontribusi dalam bidang Teknologi Informasi.

"Konsep mula Give Blood ini ialah mempertemukan antara pencari darah dengan pendonor darah. Kami berharap, dengan adanya software ini dapat menjawab keperluan darah yanglumayan tinggi dibanyak wilayah di Indonesia. Saat ini software ini mulai efektif disejumlah kota besar, laksana Jakarta dan Bogor. Harapannya software ini juga dapat menyebar hingga ke daerah-daerah", ujar Zulkarnain.

Give Blood lahir sebab kami menyaksikan permasalahan, ia lahir sebab kebutuhan. Orang mendonorkan darah dengan sukarela melewati PMI, kami memilki gagasan bahwa, seringkali yang anda ajak ialah pihak/komunitas yang tidak jarang kali donor darah ke PMI. Tapi darah kita tersebut belum pernah tahu didonorkan untuk siapa? Kami hendak mengajak 3 stakeholder sekligus, yakni PMI, orang yang memerlukan darah dan pendonor darah untik menjadi bagian urgen dalam pengembangan system donor darah berbasis aplikasi. Dengansoftware pendonor darah bakal tahu darahnya didonorkan untuk siapa.

"Melalui system laksana itu, kami sebenarnya sedang memperkuat nilai-nilai empati dan kemanusiaan antara orang yang mendonorkan darah dan pendonor.



Aplikasi Give Blood sendiri didirikan oleh 5 orang saja, tadinya sempat pesimistissoftware ini bakal berhasil, sebab kita melulu berangkat dari ide, dan tanpa modal yang besar. Didirikan dari tahun 2017, launching 2018 dan mulai efektif tahun 2019.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam PCNU Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat mengatakan, Lakpesdam focus dalam penguatan sumber daya masyarakat berbasis komunitas dengan memakai pendekatan inklusi sosial.

"Give Blood Community menjadi salah satu partner kami yanf konsen dalam gerakan donor darah, yang sukses mengembangkan Social Start-Up yang memungkinkan masyarakat untukmengejar pendonor darah berbasis Android", kata Ajat.

Ajat mengungkapkan, jumlah keperluan darah di Tasikmalaya lumayan tinggi, tidak sedikit sekali permintaan darah berseliweran dimedia sosial laksana Facebook dan WhatsApp.

"Banyak kejadian darah kosong di PMI, sehingga software ini dapat menjadi penyelesaian untuk menolong ketersediaan darah di Tasikmlaya", harapnya.

Kegiatan sosialisasi software donor darah ini dibuntuti oleh semua mahasiswa, aktivis, pegiat IT, Komunitas Sahabat Anak, Forum Bhinneka Tunggal Ika dan JAI

Baca Juga :  5 Alat Komunikasi ini Tinggal Kenangan


0 komentar:

Posting Komentar