Jumat, 17 Mei 2019

Teknologi Informasi | Pemanfaatan Teknologi Informasi


Teknologi Informasi - Perusahaan marketplace Business to Business (B2B) yang terintegrasi dengan penyelesaian total e-Procurement, Mbiz, terus agresif mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) berkembang dengan memanfaatkan teknologi internet.

Hal tersebut sesuai dengan target Pemerintah, pada 10.000 IKM dapat melek digital pada 2020 sejalan dengan program mengarah ke industri 4.0.

Dorong IKM Di Surabaya Naik Kelas, Mbiz Konsisten Edukasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kasie Pemberdayaan Industri Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Burhan Mulyono mengatakan, sampai saat ini jumlah IKM yang telah bergerak memakai digital selama 10 persen dari target tersebut.

"Kami yang di pusat terus mendorong industri kecil menengah ini guna mendigitalisasikan produknya agar lebih baik dan dikenal konsumen, lagipula ini mengarah ke program 4.0," kata Burhan, di sela-sela Buka Bersama dan Edukasi MBizmarket Bagi Pemberdayaan UMKM, Selasa (14/5/2019) malam.

IKM atau UMKM paling perlu didorong guna masuk era digital baik dari sisi produksi, pengemasan dan pemasaran. Menurutnya, dalam menambah UMKM butuh melibatkan dinas-dinas berhubungan di daerah.


"Kami tidak dapat sendiri mesti terdapat sinergi dalam memajukan IKM. Dari dinas-dinas butuh ada sokongan pelatihan maupun pendampingan, kemudahan izin dan label tergolong melibatkan perusahan e-commerce dan perusahaan teknologi," ungkapnya.

Burhan menambahkan, tidak dipungkiri bahwa IKM sampai saat ini masih tidak sedikit mengalami tantangan terutama kemasan produk yang tidak cocok dengan kemauan pasar masa kini, contohnya produk keripik tempe yang hanya dibalut plastik dan label dari kertas yang diprint.

"Nah produk keripik tersebut, kertasnya terdapat tintanya, ini juga dapat berbahaya. Lalu konsumen kini inginnya barang yang berlabel halal, jadi masih tidak sedikit tahapan-tahapan yang dilewati para IKM ini," imbuhnya.

Sementara itu, Andik Duana Putra, Chief Commercial Officer (CCO) Mbiz menambahkan, pihaknya muncul mengakselerasi penerapan e-Procurement di kalangan perusahaan-perusahaan blue chip dan berskala enterprise melewati platform Mbiz.co.id.

baca juga :  Teknologi Red Hat untuk Mengotomatisasi dan Mengoptimalkan Proses Teknologi Informasi

"Kami menemukan kenyataan bahwa progres digitalisasi pengadaan barang dan jasa efektif dalam menambah efisiensi, produktifitas, dan kinerja keuangan. Kami ingin akibat positif itu juga dapat dirasakan oleh bisnis daripada sekian banyak  skala, tergolong IKM dan UMKM," ungkap Andik.

Hal tersebut pula yang mendorong pihaknya memperluas cakupan layanan dan guna dengan mengenalkan Mbizmarket.

Berdasarkan keterangan dari Andik, sekitar ini besarnya ongkos pembangunan dan pengembangan sistem, serta permasalahan sumber daya tidak jarang menjadi tantangan dalam mengerjakan transformasi digital dibidang pengadaan barang dan jasa.

"Dengan kejadiran Mbizmarket, tantangan tersebut diinginkan tidak terdapat lagi. Sebab platform ini memampukan seluruh perusahaan, tergolong UMKM sekalipun," tandas Andik.

0 komentar:

Posting Komentar