Minggu, 07 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Berbasis Internet dan Non Internet Untuk Bk

Teknologi Informasi | Kemendikbud Masih akan Pakai 
Metode HOTS di UNBK Tahun 2019


Teknologi Informasi  -  Kemendikbud menggunakan sistem higher order thinking skills (HOTS) dalam mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) guna tingkat SMP. Sistem ini terus digunakan untuk UNBK pada 2019.

"Kalau HOTS bakal terus anda gunakan, tersebut wajib belajar tersebut guru-gurunyapun kita kerjakan pelatihan-pelatihan pun untuk pembelajaran HOTS, kini pelatihan kurikulum yang di lapangan tersebut sudah terdapat modul pembelajaran dan evaluasi HOTS. Jadi tersebut jangan ditakutkan toh tersebut penalaran kan, kini orang bila dengar HOTS tersebut kan penalaran belum berarti susah namanya penalaran biar anakanda kreatif dan kritis," kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, di Perpustakaan Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).
Hamid menilai turunnya nilai rata-rata SMP guna UNBK tahun ini diakibatkan sistem ujian yang dulunya Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) dan ketika ini menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bukan dari sistem soal HOTS yang ketika inidipakai dalam UNBK.

"Loh menurun menurut keterangan dari daya efek UKP ke UNBK, bukan sebab HOTS yabarangkali ada penurunan tingkat penalaran. Tapi menurut keterangan dari saya lebihtidak sedikit dari UNKP dulu tahun kemudian kan 70 persen UNKP kini kebalik 63 persen UNBK sampai-sampai begitu gunakan UNBK drop 28 poin, saya lebih percaya tersebut bukandisebabkan nilai HOTS," jelas dia.

Hal senada disebutkan Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno. Ia menuliskan sistem HOTS bakal terus dipakai karena ini bertujuan mengembangkan daya nalar anak-anak.

"(Tetap) pakai, sebab HOTS ini untuk membudayakan anak bernalar. HOTS itu ialah higher order thinking skills, bernalar kan tersebut mengembangkan daya nalar dan bila anakkini belajar tidak menguasai HOTS dan sekolah nggak mengembangkan daya nalar tersebut salah," ucap dia.
Berdasarkan keterangan dari Totok, edukasi di sekolah seharusnya mengutamakan teknik nalar beranggapan anak-anak supaya anak bisa menginterpretasikan kalimat, makna, danmengetahui informasi. Ia menilai sistem HOTS ini sebagai di antara cara supaya anakbisa belajar mengetahui suatu informasi di kehidupan sehari-hari.

"Sejak mula namanya edukasi harus mengembangkan daya nalar dan anak-anak anda tidakdapat dididik laksana grilling gitu di tryout kasih formula dan merealisasikan saja bisa, tapi saat harus menginterpretasikan kalimat panjang, paragraf panjang nggak paham,mengetahui kalimat sulit, memaknai kalimat sulit, memakai informasi sulit, loh apa hidup ke depan laksana itu? Hidup kan nggak memakai rumus tiap hari, tapi memakai informasi, mencernanya, menggunakannya guna memecahkan permasalahan bermodalkan konsep-konsep ilmu yang dipunyai HOTS," imbuh Totok.

Ketika ditanya apakah penurunan hasil nilai UNBK lantaran terpengaruh oleh sistem baru ini, Totok membalas penurunan ini diakibatkan belum terlatihnya semua siswa dalam mengaplikasikan sistem yang baru laksana ini. Para murid pun diminta tidak sekadar menghafal sebuah materi, tetapi pun memahaminya dengan saksama.

0 komentar:

Posting Komentar